REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Curup turut menyoroti dengan serius maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi di wilayah Kabupaten Rejang Lebong dan sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu dalam beberapa waktu kebelakang. Fenomena ini dinilai sebagai kondisi darurat sosial yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Ketua PC PMII Curup Masa Khidmat 2025-2026, Abdul Kohar, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kasus perundungan yang mayoritas melibatkan anak dan remaja. Menurutnya, perundungan merupakan bentuk kekerasan yang tidak hanya melukai fisik, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan mental dan masa depan korban.
“Kami sangat prihatin. Kasus perundungan yang terjadi di Rejang Lebong dan bebarpa darah di provinsi Bengkulu menunjukkan bahwa masih lemahnya kesadaran kolektif dalam menjaga ruang sosial yang aman dan beradab. Ini bukan persoalan sepele, melainkan ancaman nyata bagi generasi muda,” ungkap Abdul.
Dia menilai, maraknya perundungan disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari lemahnya pendidikan karakter, minimnya pengawasan lingkungan, hingga kurang optimalnya sistem pencegahan dan penanganan di lembaga pendidikan maupun ruang sosial lainnya.
Oleh karena itu, PC PMII Curup mendesak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bertindak cepat dan tegas dalam menangani setiap kasus perundungan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi dan pendampingan.
“Kami mendorong agar setiap kasus perundungan ditangani secara adil dan transparan, serta memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak. Jangan sampai korban justru kembali menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.
Sebagai organisasi mahasiswa, PMII Curup menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam upaya edukasi publik, kampanye anti-perundungan, serta kerja kolaboratif lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan manusiawi di Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu.
PMII Curup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk perundungan dan membangun budaya saling menghormati demi terwujudnya generasi yang berakhlak, berdaya, dan bermartabat. (rls)













































