Minggu, Desember 7, 2025

HMI Cabang Curup Kecam Penembakan Petani Pino Raya, Desak Pemerintah dan APH Usut Tuntas Pelaku

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Insiden penembakan terhadap lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025) kembali memunculkan sorotan tajam terhadap persoalan agraria di Bengkulu. Lima petani dilaporkan mengalami luka tembak usai diduga ditembak oleh oknum keamanan perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS). Peristiwa ini langsung mendapat respons keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup.

Ketua Umum HMI Cabang Curup M. Dio Putra, menyampaikan kecaman terbuka serta mendesak penegakan hukum yang tegas dan tidak tebang pilih. Ia menegaskan bahwa insiden ini bukan hanya merugikan korban, tetapi juga menjadi tanda kegagalan Pemerintah dalam melindungi hak-hak dasar petani.

- Advertisement -

“Kami dari HMI Cabang Curup mengecam keras penembakan ini. Ini bukan sekadar konflik agraria, tetapi tragedi kemanusiaan. Tidak boleh ada satu pun warga negara yang ditembak hanya karena mempertahankan tanah yang menjadi sumber hidup keluarganya,” ujarnya.

Menurut Dio, konflik agraria di wilayah Pino Raya sebenarnya telah berlangsung Sejak Lama tanpa penyelesaian yang komprehensif. Ia menilai penembakan ini sebagai puncak dari panjangnya intimidasi yang selama ini dialami masyarakat, mulai dari perusakan pondok, pengusiran, hingga ancaman dari pihak keamanan perusahaan.

“Ini Konflik yang sudah berlangsung lama. Ketika intimidasi dibiarkan, maka kekerasan bersenjata seperti ini tinggal menunggu waktu. Kita tidak bisa pura-pura kaget seolah masalah ini baru muncul,” lanjutnya.

Terkait proses hukum, HMI Cabang Curup mendesak Kepolisian Daerah Bengkulu untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan, struktur komando di dalam perusahaan, serta potensi pelanggaran prosedur pengamanan.

- Advertisement -

“Polisi harus tegas, jangan sekadar memeriksa korban dan saksi. Yang harus juga diproses adalah siapa yang memberikan kewenangan kepada keamanan perusahaan untuk membawa senjata, dan atas Alasan & perintah siapa tembakan itu dilepaskan,” tegasnya.

Ia juga meminta, agar pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk tidak menutup mata dan segera turun langsung menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Ketua HMI Curup menilai bahwa pemerintah sejauh ini hanya hadir ketika konflik sudah memakan korban, bukan mencegahnya sejak awal.

- Advertisement -

“Pemda jangan hanya datang setelah ada darah yang tumpah. Konflik agraria seperti ini bisa dicegah kalau pemerintah sejak awal tegas terhadap izin perusahaan dan berpihak pada rakyat” terangnya.

Tak hanya itu, legalitas lahan PT Agro Bengkulu Selatan kembali menjadi sorotan. Konflik dengan perusahaan tersebut diketahui telah lama berlangsung dan memicu berbagai aksi protes masyarakat. Ketua HMI Curup menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap izin perusahaan adalah langkah yang wajib dilakukan pemerintah.

“Kalau perusahaan tidak mampu menjamin keamanan dan justru menjadi sumber konflik, maka izin operasionalnya harus dievaluasi total. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban sementara perusahaan tetap berjalan seperti biasa,” ucapnya.

Dio juga menyatakan, komitmen organisasi untuk terus mengawal kasus ini hingga pelaku ditangkap dan korban mendapatkan keadilan. Ia menegaskan bahwa Masyarakat tidak bisa tinggal diam melihat kekerasan terhadap rakyat kecil.

“Sebagai Bagian dari Masyarakat kita punya tanggung jawab moral. HMI Cabang Curup akan terus mengawal kasus ini, berdiri bersama petani, dan memastikan tragedi seperti ini tidak terulang lagi. Pemerintah dan Aparat Berwenang harus hadir, dan keadilan harus ditegakkan,” tuturnya.

M. Pikri Anandi
M. Pikri Anandi

Sementara itu Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Curup M. Pikri Anandi turut juga menyampaikan kecaman keras terhadap tragedi penembakan lima petani di Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, yang terjadi akibat konflik agraria antara masyarakat dan pihak perusahaan.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil yang memperjuangkan lahan garapan merupakan bentuk pelanggaran kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kami dari HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Curup sangat mengecam tindakan brutal yang terjadi di Pino Raya. Penembakan terhadap petani adalah tindakan yang tidak manusiawi dan mencederai rasa keadilan masyarakat. Negara tidak boleh hadir sebagai penonton ketika rakyatnya menjadi korban,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa konflik agraria yang berlarut-larut di Bengkulu harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk melakukan penataan ulang, penyelesaian sengketa, dan penegakan hukum yang berpihak pada keadilan.

Kami mendesak aparat penegak hukum — kepolisian maupun kejaksaan — untuk segera memperjelas status hukum para pelaku. Jangan ada celah bagi siapa pun untuk merasa kebal hukum. Proses hukum harus transparan, adil, dan tidak boleh berhenti pada level pelaku lapangan saja,” tegasnya.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu turun langsung menyelesaikan perselisihan agraria di Pino Raya, bukan hanya dengan pendekatan administratif, tetapi juga dengan memastikan perlindungan terhadap petani, keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Pemprov Bengkulu wajib memastikan bahwa konflik ini mendapat solusi yang jelas. Kami menuntut adanya titik terang, baik terkait legalitas lahan maupun tanggung jawab perusahaan yang terlibat. Jangan biarkan konflik agraria terus memakan korban,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, M. Pikri Anandi menyampaikan solidaritas penuh kepada para korban dan keluarga mereka, serta menyerukan agar semua elemen masyarakat turut mengawal proses hukum. (rls)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

NEWS UPDATE

MIM 10 Karang Anyar Laksanakan Sholat Ghaib Untuk Korban Bencana Sumatera

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 10 Karang Anyar Kabupaten Rejang Lebong melaksanakan sholat ghaib untuk korban bencana Sumatera, Sabtu 6 Desember 2025. Pelaksanaan...
ebook CSR Lingkungan

LindungiHutan Rilis E-book “Do’s and Don’ts Implementasi CSR Lingkungan” untuk Perusahaan yang Ingin Membangun...

0
Semarang, 5 Desember  2025 — Dorongan global terhadap transparansi dan akuntabilitas lingkungan membuat perusahaan dituntut semakin serius dalam menjalankan program CSR berbasis keberlanjutan. Di...
lokasi penanaman LindungiHutan

World Soil Day 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon

0
Semarang, 5 Desember 2025 — Setiap tahun pada 5 Desember, dunia memperingati World Soil Day, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tanah...

follow sosial media kami

9,571FansSuka
374PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
10,200PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
42PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Kepahiang

Bengkulu

Maraknya Kasus Perbankan, Kinerja OJK Bengkulu jadi Sorotan

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Rentetan kasus perbankan yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu saat ini tuai sorotan publik. Dimulai dari kasus korupsi di Bank Bengkulu...

JMSI Kecam Arogansi Humas OJK Bengkulu, Riki : Main ‘Kick’ Wartawan Itu Tindakan Primitif

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oknum Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu terhadap...

Fraksi Golkar Setujui Raperda APBD Tahun 2026 Provinsi Bengkulu Disahkan jadi Perda dengan Catatan, Ini Kata Mahdi Husen!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bengkulu menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 disahkan menjadi Perda. Hanya saja...

PMII Cabang Curup Turut Mengecam Keras Penembakan Lima Petani di Pino Raya Bengkulu Selatan

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Curup turut menyatakan sikap keras terkait insiden penembakan lima petani di Desa Kembang Seri,...

HMI Cabang Curup Kecam Penembakan Petani Pino Raya, Desak Pemerintah dan APH Usut Tuntas Pelaku

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Insiden penembakan terhadap lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025) kembali memunculkan sorotan tajam terhadap persoalan agraria di...

Mahasiswa Sosiologi FISIP UNIB Gelar Literasi Hukum Perlindungan Hak Individu dengan Gangguan Kesehatan Mental

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Literasi Hukum untuk...

Sunat Honor TKS, Mantan Kasat dan Bendahara Satpol PP Rejang Lebong Divonis 5 Tahun Penjara

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Mantan Kasatpol PP Rejang Lebong Akhmad Rifai bersama mantan bendaharanya Jaya Mirsa, divonis 5 tahun penjara atas tindak pidana korupsi dengan...

Tinjau Pasar Bersama Dirut Bulog, Mentan Amran Pastikan Stok Beras SPHP di Bengkulu Melimpah Tanpa Impor

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Setelah melakukan peninjauan langsung di Pasar Panorama Kota Bengkulu saat kunjungannya ke Bengkulu, Rabu 17 September 2025 kemarin. Menteri Pertanian (Mentan) Republik...

Sanggar Seni Salsabila Adakan Pagelaran Tunggal “Warisan Budaye Kite”, Ini Jadwalnya!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Dunia seni dan kebudayaan Bengkulu tak henti-hentinya terus berinovasi dan menunjukan eksitensinya. Sanggar Seni Salsabila yang bekerja sama dengan kementerian kebudyaan melalui...

Jonikane Rilis Single Kelima ‘Korban Global Elit’, Kritik Sosial dalam Baluran Reggae yang Menggema

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jonikane, band yang konsisten menghadirkan warna alternatif reggae dengan sentuhan Jamaican sound, kembali melepas single terbaru berjudul "Korban Global Elit". Lagu ini...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id