Rabu, Februari 18, 2026

HMI Cabang Curup Kecam Penembakan Petani Pino Raya, Desak Pemerintah dan APH Usut Tuntas Pelaku

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Insiden penembakan terhadap lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025) kembali memunculkan sorotan tajam terhadap persoalan agraria di Bengkulu. Lima petani dilaporkan mengalami luka tembak usai diduga ditembak oleh oknum keamanan perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS). Peristiwa ini langsung mendapat respons keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup.

Ketua Umum HMI Cabang Curup M. Dio Putra, menyampaikan kecaman terbuka serta mendesak penegakan hukum yang tegas dan tidak tebang pilih. Ia menegaskan bahwa insiden ini bukan hanya merugikan korban, tetapi juga menjadi tanda kegagalan Pemerintah dalam melindungi hak-hak dasar petani.

- Advertisement -

“Kami dari HMI Cabang Curup mengecam keras penembakan ini. Ini bukan sekadar konflik agraria, tetapi tragedi kemanusiaan. Tidak boleh ada satu pun warga negara yang ditembak hanya karena mempertahankan tanah yang menjadi sumber hidup keluarganya,” ujarnya.

Menurut Dio, konflik agraria di wilayah Pino Raya sebenarnya telah berlangsung Sejak Lama tanpa penyelesaian yang komprehensif. Ia menilai penembakan ini sebagai puncak dari panjangnya intimidasi yang selama ini dialami masyarakat, mulai dari perusakan pondok, pengusiran, hingga ancaman dari pihak keamanan perusahaan.

“Ini Konflik yang sudah berlangsung lama. Ketika intimidasi dibiarkan, maka kekerasan bersenjata seperti ini tinggal menunggu waktu. Kita tidak bisa pura-pura kaget seolah masalah ini baru muncul,” lanjutnya.

Terkait proses hukum, HMI Cabang Curup mendesak Kepolisian Daerah Bengkulu untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan, struktur komando di dalam perusahaan, serta potensi pelanggaran prosedur pengamanan.

- Advertisement -

“Polisi harus tegas, jangan sekadar memeriksa korban dan saksi. Yang harus juga diproses adalah siapa yang memberikan kewenangan kepada keamanan perusahaan untuk membawa senjata, dan atas Alasan & perintah siapa tembakan itu dilepaskan,” tegasnya.

Ia juga meminta, agar pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk tidak menutup mata dan segera turun langsung menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Ketua HMI Curup menilai bahwa pemerintah sejauh ini hanya hadir ketika konflik sudah memakan korban, bukan mencegahnya sejak awal.

- Advertisement -

“Pemda jangan hanya datang setelah ada darah yang tumpah. Konflik agraria seperti ini bisa dicegah kalau pemerintah sejak awal tegas terhadap izin perusahaan dan berpihak pada rakyat” terangnya.

Tak hanya itu, legalitas lahan PT Agro Bengkulu Selatan kembali menjadi sorotan. Konflik dengan perusahaan tersebut diketahui telah lama berlangsung dan memicu berbagai aksi protes masyarakat. Ketua HMI Curup menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap izin perusahaan adalah langkah yang wajib dilakukan pemerintah.

“Kalau perusahaan tidak mampu menjamin keamanan dan justru menjadi sumber konflik, maka izin operasionalnya harus dievaluasi total. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban sementara perusahaan tetap berjalan seperti biasa,” ucapnya.

Dio juga menyatakan, komitmen organisasi untuk terus mengawal kasus ini hingga pelaku ditangkap dan korban mendapatkan keadilan. Ia menegaskan bahwa Masyarakat tidak bisa tinggal diam melihat kekerasan terhadap rakyat kecil.

“Sebagai Bagian dari Masyarakat kita punya tanggung jawab moral. HMI Cabang Curup akan terus mengawal kasus ini, berdiri bersama petani, dan memastikan tragedi seperti ini tidak terulang lagi. Pemerintah dan Aparat Berwenang harus hadir, dan keadilan harus ditegakkan,” tuturnya.

M. Pikri Anandi
M. Pikri Anandi

Sementara itu Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Curup M. Pikri Anandi turut juga menyampaikan kecaman keras terhadap tragedi penembakan lima petani di Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, yang terjadi akibat konflik agraria antara masyarakat dan pihak perusahaan.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil yang memperjuangkan lahan garapan merupakan bentuk pelanggaran kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kami dari HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Curup sangat mengecam tindakan brutal yang terjadi di Pino Raya. Penembakan terhadap petani adalah tindakan yang tidak manusiawi dan mencederai rasa keadilan masyarakat. Negara tidak boleh hadir sebagai penonton ketika rakyatnya menjadi korban,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa konflik agraria yang berlarut-larut di Bengkulu harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk melakukan penataan ulang, penyelesaian sengketa, dan penegakan hukum yang berpihak pada keadilan.

Kami mendesak aparat penegak hukum — kepolisian maupun kejaksaan — untuk segera memperjelas status hukum para pelaku. Jangan ada celah bagi siapa pun untuk merasa kebal hukum. Proses hukum harus transparan, adil, dan tidak boleh berhenti pada level pelaku lapangan saja,” tegasnya.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu turun langsung menyelesaikan perselisihan agraria di Pino Raya, bukan hanya dengan pendekatan administratif, tetapi juga dengan memastikan perlindungan terhadap petani, keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Pemprov Bengkulu wajib memastikan bahwa konflik ini mendapat solusi yang jelas. Kami menuntut adanya titik terang, baik terkait legalitas lahan maupun tanggung jawab perusahaan yang terlibat. Jangan biarkan konflik agraria terus memakan korban,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, M. Pikri Anandi menyampaikan solidaritas penuh kepada para korban dan keluarga mereka, serta menyerukan agar semua elemen masyarakat turut mengawal proses hukum. (rls)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img

NEWS UPDATE

Pasar Takjil Dipusatkan di Lapangan Dwi Tunggal, Pemkab Rejang Lebong Siapkan 100 Lapak Gratis

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Berbeda dengan tahun sebelumnya, penempatan Pasar Takjil pada Ramadhan 1447 H tahun 2026 ini dipusatkan di Lapangan Dwi Tunggal Curup. Pemerintah Kabupaten...

Dies Natalis HMI ke-79, HMI Cabang Curup Gelar Tasyakuran Ramadhan Bersama Anak Panti Asuhan

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan sekaligus memperingati Dies Natalis ke-79, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup menggelar kegiatan Tasyakuran Ramadhan...

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Secara Maksimal, TMMD Kodim 0409/ Rejang Lebong Tambah 1...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Setelah sebelumnya membangun 5 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Desa Seguring Kecamatan Curup Utara. Satgas Kodim...

follow sosial media kami

9,571FansSuka
374PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
10,200PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
42PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Kepahiang

Bengkulu

JMSI Bengkulu Desak BWSS VII Cabut Unggahan Cap Hoaks ke Media dan Minta Maaf

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu menyayangkan atas pelabelan “Disinformasi” alias hoaks terhadap pemberitaan media yang diunggah melalui akun Instagram resmi...

Desa Pondok Kelapa Terancam Tenggelam, WALHI Bengkulu bersama Organisasi dan Masyarakat Desak Pemerintah Segera Bertindak

BENGKULUTENGAH, ASPIRASITERKINI.COM - Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan sekaligus peringatan keras karena belum adanya tindakan nyata negara dalam menangani abrasi parah yang melanda Desa Pondok...

Dedy Hardiansyah Putra “Sekretaris PWI” Nahkodai JMSI Provinsi Bengkulu Periode 2025 – 2030

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Dedy Hardiansyah Putra, dipercaya untuk menahkodai Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu periode...

Maraknya Kasus Perbankan, Kinerja OJK Bengkulu jadi Sorotan

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Rentetan kasus perbankan yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu saat ini tuai sorotan publik. Dimulai dari kasus korupsi di Bank Bengkulu...

JMSI Kecam Arogansi Humas OJK Bengkulu, Riki : Main ‘Kick’ Wartawan Itu Tindakan Primitif

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oknum Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu terhadap...

Fraksi Golkar Setujui Raperda APBD Tahun 2026 Provinsi Bengkulu Disahkan jadi Perda dengan Catatan, Ini Kata Mahdi Husen!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bengkulu menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 disahkan menjadi Perda. Hanya saja...

PMII Cabang Curup Turut Mengecam Keras Penembakan Lima Petani di Pino Raya Bengkulu Selatan

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Curup turut menyatakan sikap keras terkait insiden penembakan lima petani di Desa Kembang Seri,...

Mahasiswa Sosiologi FISIP UNIB Gelar Literasi Hukum Perlindungan Hak Individu dengan Gangguan Kesehatan Mental

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Literasi Hukum untuk...

Sunat Honor TKS, Mantan Kasat dan Bendahara Satpol PP Rejang Lebong Divonis 5 Tahun Penjara

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Mantan Kasatpol PP Rejang Lebong Akhmad Rifai bersama mantan bendaharanya Jaya Mirsa, divonis 5 tahun penjara atas tindak pidana korupsi dengan...

Tinjau Pasar Bersama Dirut Bulog, Mentan Amran Pastikan Stok Beras SPHP di Bengkulu Melimpah Tanpa Impor

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Setelah melakukan peninjauan langsung di Pasar Panorama Kota Bengkulu saat kunjungannya ke Bengkulu, Rabu 17 September 2025 kemarin. Menteri Pertanian (Mentan) Republik...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id