REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Buntut dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Purbaya, anggaran Dana Desa (DD) di Rejang Lebong terjun bebas. Jika tahun 2025 lalu total pagi anggaran DD yang dikucurkan sebesar Rp 101 miliar lebih, di tahun ini anggaran DD yang digelontorkan hanya di angka Rp 36 miliar lebih. Sehingga dengan demikian, ada pengurangan sebesar Rp 64,5 miliar lebih pada anggaran DD tahun 2026 yang diberikan untuk 122 desa di Rejang Lebong.
Dengan anggaran minim yang dikucurkan itu, bisa dipastikan pembangunan fisik yang dilakukan akan jauh dari kata maksimal. Namun sisi positifnya, para Kades bisa terhindar dari yang namanya korupsi seperti yang sudah menimpa para oknum Kades di berbagai wilayah Indonesia sebelumnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Desa (PMD) Rejang Lebong Drs. Budi Setiawan menuturkan, tak hanya anggaran DD saja yang dipangkas. Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) di Rejang Lebong juga dipangkas hingga Rp 7 miliaran. Di tahun sebelumnya ADD yang diberikan sebesar Rp 61 miliar, namun di tahun ini hanya diangka Rp 53 miliar.
“Hal ini berlaku untuk seluruh desa di wilayah Indonesia. Namun pengurangan anggaran DD/ADD ini terbilang sangat jauh jika dibanding anggaran sebelumnya. Karena itu sudah bisa kita pastikan, tak akan banyak kegiatan pembangunan fisik di tahun 2026 ini,” ujar Budi.
Meski begitu dia menegaskan, agar para Kades maupun pihak desa yang bersangkutan dapat mengoptimalkan anggaran yang tersedia, agar roda pemerintahan di tingkat desa berjalan sebagaimana mestinya. Terlebih tambah dia, pembangunan fisik masih tetap bisa dilakukan dengan memilih mana yang paling urgen dan prioritas untuk di didahulukan.
“Pembangunan fisik masih tetap bisa dilakukan, namun tidak seperti sebelumnya. Pesan saya gunakan anggaran yang ada sesuai regulasi, serta jadikan peristiwa di tahun sebelumnya sebagai pelajaran. Jangan gunakan anggaran pribadi, karena sewaktu-waktu regulasi bisa saja berubah,” terangnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, dari 122 desa yang ada di Rejang Lebong, tentu ada desa yang mendapat anggaran terkecil dan terbesar. Untuk yang paling kecil anggarannya ialah Desa Talang Lahat Kecamatan Selupu Rejang dengan anggaran Rp 597.286.744. sedangkan yang paling besar ialah Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur dengan pagu anggaran sebesar Rp 982.547.689.
“Rata-rata setiap desa di Rejang Lebong mendapatkan anggaran sebesar Rp 600-800 juta. Berbeda jauh dengan tahun sebelumnya yang mendapat anggaran hingga Rp 1 miliar lebih,” pungkas Budi. (JP)













































