REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata. Progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, kini telah mencapai 75 persen.
Jembatan yang dibangun melalui kolaborasi personel Kodim 0409/Rejang Lebong bersama warga tersebut diproyeksikan menjadi jalur vital yang akan menghubungkan sejumlah kawasan yang selama ini terpisah oleh aliran sungai dan sulit dijangkau, terutama saat musim penghujan.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla mengatakan, saat ini pekerjaan konstruksi terus mengalami kemajuan signifikan.
“Perkembangan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Hari ini personel bersama masyarakat masih melaksanakan pengecoran dudukan cloneng angkur bagian belakang sebagai bagian dari tahapan konstruksi,” ujar Dandim, Senin 8 Juni 2026.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu membuka keterisolasian sejumlah wilayah di Kecamatan Sindang Beliti Ilir. Selama ini, aktivitas masyarakat, mulai dari mengangkut hasil pertanian, menuju fasilitas pendidikan, hingga mengakses layanan kesehatan, kerap terkendala kondisi medan dan sungai yang harus diseberangi.
“Mayoritas masyarakat di kawasan pembangunan jembatan ini menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian dan perkebunan. Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, waktu tempuh distribusi hasil bumi diperkirakan akan jauh lebih singkat, sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan roda perekonomian masyarakat semakin bergerak,” jelas Dandim.
Tak hanya itu, Dandim juga menyampaikan, pembangunan jembatan ini menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat. Setiap hari, warga terlihat bahu-membahu bersama personel TNI menyelesaikan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga proses pengecoran.
Karena itu Dandim menegaskan, tujuan utama pembangunan Jembatan Perintis Garuda adalah menciptakan konektivitas antardesa dan memperkuat akses wilayah-wilayah pelosok yang selama ini masih tergolong sulit dijangkau.
“Jembatan ini merupakan prasarana vital untuk menghubungkan akses masyarakat yang sebelumnya terpisah oleh sungai maupun medan yang berat. Harapannya, setelah selesai nanti mobilitas warga menjadi lebih mudah, aman, dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” pungkasnya. (JP)

























