Sabtu, September 19, 2026

Kasus OTT di Rejang Lebong Masih Terus Bergulir, KPK Sebut Tersangka Berpotensi Bertambah

NASIONAL, ASPIRASITERKINI.COM – Pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Rejang Lebong masih terus bergulir. Lembaga antirasuah tersebut kini mendalami dugaan praktik suap yang berkaitan dengan pengaturan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong.

Dalam perkara ini, Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 4 tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam praktik suap yang disebut sebagai skema “ijon proyek”.

- Advertisement -

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, konstruksi perkara sementara menunjukkan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh kepala daerah dari pihak swasta yang berkepentingan mendapatkan proyek di lingkungan pemerintah daerah.

“Penyidik masih terus mendalami dugaan penerimaan uang yang berkaitan dengan pengaturan proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong,” ujarnya saat press release kepada awak media di Kantor KPK.

Dia juga menegaskan, KPK juga mulai menelusuri sejumlah proyek pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Rejang Lebong. Penyidik menduga praktik suap tidak hanya terjadi pada satu proyek, tetapi berpotensi berkaitan dengan beberapa paket pekerjaan di sejumlah dinas.

Karena itu, penyidik masih membuka peluang untuk memanggil dan memeriksa sejumlah pihak lain, baik dari unsur pemerintah daerah maupun pihak swasta.

- Advertisement -

“Kasus suap ini menjadi pintu masuk kita untuk mengungkap kasus lainnya. Penyidikan masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru jika ditemukan bukti yang cukup,” tegasnya.

Deputi Penindakan KPK Brigjen Pl. Asep Guntur Rahayu
Deputi Penindakan KPK Brigjen Pl. Asep Guntur Rahayu

Sementara itu Deputi Penindakan KPK Brigjen Pl. Asep Guntur Rahayu menambahkan, OTT dilakukan di sebuah pertemuan di rumah dinas bupati pada Februari 2026. Saat itu diduga terjadi pembahasan mengenai pengaturan kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut sekaligus penentuan besaran fee yang harus disetorkan.

- Advertisement -

Dia menyebutkan bahwa para kontraktor diminta menyetor fee yang telah dikumpulkan sebanyak Rp 756,8 juta untuk Bupati Rejang Lebong dan Kepala Dinas PUPR.

Bahkan dikatakannya, fee proyek juga pernah dilakukan pada tahun 2025 lalu dengan modus yang sama.

“Berdasarkan informasi yang kita terima, tahun sebelumnya juga ada setoran fee dari pekerjaan proyek yang dilaksanakan di lingkungan Pemkab Rejang Lebong. Karena itu kita menduga, mungkin masih ada kasus lainnya yang belum terungkap di OPD lain,” tandasnya.

Sekedar informasi, dalam operasi senyap yang dilakukan tim KPK, sedikitnya ada belasan orang ang diamankan dari beberapa lokasi di Bengkulu. Mereka terdiri dari unsur pejabat pemerintah daerah, pihak swasta, serta beberapa pihak lain yang diduga mengetahui atau terlibat dalam transaksi tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, sebagian dari mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka terdiri dari pihak penerima suap dari unsur pejabat daerah dan pihak pemberi dari kalangan kontraktor atau swasta.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan bukti awal yang cukup terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Dalam OTT tersebut, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan praktik suap, di antaranya uang tunai dalam jumlah ratusan juta rupiah, dokumen proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, barang bukti elektronik seperti telepon seluler dan percakapan digital. Dimana barang bukti ini kini tengah dianalisis lebih lanjut untuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Adapun rincian uang yang diduga diserahkan Penyidik KPK setelah penyerahan uang awal (ijon proyek) dari tiga kontraktor dengan total sekitar Rp756,8 juta. Dengan rincian Rp330 juta dari kontraktor EM terkait proyek pembangunan pedestrian, drainase dan sport center senilai sekitar Rp9,8 miliar. Rp400 juta dari IRS terkait proyek pembangunan jalan senilai sekitar Rp3 miliar. Rp250 juta dari YK terkait proyek penataan kawasan stadion sepak bola senilai sekitar Rp11 miliar. Uang tersebut diduga diserahkan melalui beberapa perantara dari kalangan aparatur sipil negara di lingkungan dinas terkait. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Korupsi Pembangunan SPALD-S TA 2023, 2 Kadis Aktif dan 2 Kontraktor di Kepahiang jadi...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik...

Gelaran SANAKNET Qasidah Competition 2026 Rampung, Berikut Daftar Juaranya!

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Gelaran SANAKNET Qasidah Competition 2026 yang digelar oleh SANAKNET Event Organizer dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 15-16...

Detik-Detik Pembunuhan Lansia di Kepahiang Terungkap Dalam Rekonstruksi 38 Adegan, Korban Sempat Ucapkan “Lailahailallah”...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Rangkaian peristiwa yang menewaskan Agus Salim (70), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, kembali terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Kodim 0409/Rejang Lebong Dukung Penuh Program Cetak Sawah di Wilayah Bengkulu,...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat di wilayah Provinsi Bengkulu, khusunya...

Kepahiang

Korupsi Pembangunan SPALD-S TA 2023, 2 Kadis Aktif dan 2 Kontraktor...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik...

Bengkulu

TNI dan Kemendes PDT Gulirkan Karya Bhakti Skala Besar, Tiga Kabupaten di Wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong jadi Sasaran

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau kembali digencarkan. Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes...

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Berlanjut ke Tahap VII, Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun 5 Titik, Ini Lokasinya!

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong terus berlanjut. Memasuki bulan September 2026, ada lima titik jembatan...

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id