Minggu, Desember 7, 2025

Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Hadirkan Workshop Edukatif dan Konservasi Terumbu Karang

Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu menjadi oase harapan di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan Jakarta. Pulau ini bukan hanya menyimpan keindahan, tetapi juga potensi besar sekaligus tantangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Pulau Pramuka, wilayah yang berada di gugusan Kepulauan Seribu, sekitar 2 jam perjalanan laut dari Jakarta. Meski luasnya hanya sekitar 16 hektar, pulau ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, pemerintahan, dan konservasi di kawasan tersebut. 

- Advertisement -

Keberadaan taman laut dan pantai berpasir putih menjadikannya laboratorium alami bagi berbagai penelitian ekosistem pesisir.

Kondisi Ekosistem yang Mulai Terancam

Lingkungan laut di sekitar RPTRA Tanjung Elang, Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, awalnya dikenal kaya akan terumbu karang dan biota laut tropis. Namun, aktivitas manusia, perubahan iklim, dan tekanan lingkungan telah menyebabkan penurunan kualitas ekosistem yang cukup serius.

Penelitian Fadhiilah (2023) menunjukkan tutupan karang hidup di Pulau Pramuka kini hanya berkisar 20,65%–47,17%, tergolong “sedang hingga rusak”. 

Sementara hasil riset Ardiansyah dkk. (2013) menemukan tutupan karang keras di kedalaman 3 meter hanya 6%–34,8%, dan di 7 meter sebesar 9,3%–49,5%.

- Advertisement -

Angka ini mengindikasikan bahwa tanpa upaya konservasi yang konsisten, potensi besar Pulau Pramuka bisa terus menurun.

Padahal, lokasinya yang begitu dekat dengan ibu kota menjadikan pulau ini sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat ekowisata edukatif dan konservasi laut dengan melibatkan masyarakat lokal.

Menghidupkan Kembali Pesisir dan Laut Pulau Pramuka

- Advertisement -

Melihat kondisi tersebut, LindungiHutan menetapkan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagai salah satu lokasi utama untuk penanaman mangrove dan restorasi terumbu karang.

Program ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menghadirkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, peneliti, pelajar, dan komunitas lingkungan.

“Pulau Pramuka menawarkan titik temu antara ekosistem yang sangat rawan dan peluang besar untuk menghidupkan kembali terumbu yang rusak. Kami melihat di sini bukan sekadar penanaman pohon, tapi pemulihan habitat yang bisa menjadi ruang belajar bagi banyak pihak,” ujar Aminul Ichsan, Operational Manager LindungiHutan.

Kegiatan konservasi di Pulau Pramuka mencakup:

  • Kunjungan ke pusat penangkaran penyu dan edukasi mengenai pelepasliaran tukik penyu sisik.
  • Penanaman serta edukasi transplantasi karang di perairan sekitar pulau, bekerja sama dengan komunitas lokal dan lembaga riset.
  • Penanaman mangrove di sepanjang garis pantai untuk mencegah abrasi sekaligus menyediakan habitat bagi biota laut.
  • Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelatihan budidaya karang, wisata snorkeling berkelanjutan, dan pengembangan produk ekonomi hijau.

Baca juga: Terlibat Kasus OTT Fee Proyek BBWSS Tahun 2023, Tiga Kades di Kepahiang Ditetapkan jadi Tersangka

Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagai Lokasi Workshop Lapangan

Salah satu inovasi dari program ini adalah menjadikan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagai lokasi workshop edukatif yang memadukan kegiatan konservasi dan pembelajaran lapangan.

Melalui pendekatan learning by doing, peserta dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah, universitas, komunitas, hingga perusahaan, dapat belajar langsung tentang pemulihan ekosistem laut.

Kegiatan workshop mencakup:

  • Praktik penanaman terumbu karang.
  • Diskusi lapangan tentang ekologi pesisir dan dampak perubahan iklim.
  • Dokumentasi serta pelaporan hasil kegiatan untuk riset dan publikasi.

“Kami percaya bahwa lokasi yang paling dekat dengan tantangan adalah lokasi paling tepat untuk pembelajaran dan aksi. Pulau Pramuka adalah tempat di mana ide konservasi bisa menjadi kenyataan,” tambah Aminul Ichsan.

Dengan konsep ini, Pulau Pramuka bukan hanya destinasi wisata bahari, tetapi juga laboratorium alam terbuka di mana ilmuwan, pelajar, komunitas, dan pegiat lingkungan dapat berkolaborasi langsung.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat Pesisir

Program konservasi di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu turut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Melalui pelatihan dan keterlibatan aktif, warga menjadi bagian dari upaya konservasi, bukan hanya penerima manfaat, melainkan pelaku utama perubahan.

Pendekatan ini mendorong terbentuknya ekonomi hijau berbasis pesisir, mulai dari wisata snorkeling edukatif, produk lokal ramah lingkungan, hingga pengelolaan homestay berkelanjutan yang mendukung kegiatan konservasi.

Ajakan untuk Berkolaborasi

LindungiHutan mengundang sekolah, universitas, komunitas lingkungan, maupun perusahaan untuk berpartisipasi dalam menjaga ekosistem Pulau Pramuka Kepulauan Seribu.

Pulau ini dapat menjadi lokasi kegiatan CSR, workshop konservasi, riset ilmiah, maupun edukasi lapangan.

Masyarakat luas juga dapat berpartisipasi melalui laman resmi Pulau Pramuka di LindungiHutan, dengan berdonasi pohon, mengikuti kegiatan penanaman, atau menjadi mitra konservasi jangka panjang.

Pulau Pramuka menjadi contoh bahwa konservasi tidak harus jauh dari kota, dan belajar bisa langsung dari alam.

Di tempat ini, orang datang bukan hanya untuk menanam mangrove atau karang, tetapi juga untuk menanam kesadaran bahwa bumi yang lestari adalah tanggung jawab bersama.

Dari satu pohon mangrove dan satu fragmen karang, tumbuh harapan baru di tengah laut Kepulauan Seribu.

- Advertisement -

Ikuti kami di:

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

NEWS UPDATE

MIM 10 Karang Anyar Laksanakan Sholat Ghaib Untuk Korban Bencana Sumatera

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 10 Karang Anyar Kabupaten Rejang Lebong melaksanakan sholat ghaib untuk korban bencana Sumatera, Sabtu 6 Desember 2025. Pelaksanaan...
ebook CSR Lingkungan

LindungiHutan Rilis E-book “Do’s and Don’ts Implementasi CSR Lingkungan” untuk Perusahaan yang Ingin Membangun...

0
Semarang, 5 Desember  2025 — Dorongan global terhadap transparansi dan akuntabilitas lingkungan membuat perusahaan dituntut semakin serius dalam menjalankan program CSR berbasis keberlanjutan. Di...
lokasi penanaman LindungiHutan

World Soil Day 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon

0
Semarang, 5 Desember 2025 — Setiap tahun pada 5 Desember, dunia memperingati World Soil Day, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tanah...

follow sosial media kami

9,571FansSuka
374PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
10,200PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
42PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Kepahiang

Bengkulu

Maraknya Kasus Perbankan, Kinerja OJK Bengkulu jadi Sorotan

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Rentetan kasus perbankan yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu saat ini tuai sorotan publik. Dimulai dari kasus korupsi di Bank Bengkulu...

JMSI Kecam Arogansi Humas OJK Bengkulu, Riki : Main ‘Kick’ Wartawan Itu Tindakan Primitif

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oknum Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu terhadap...

Fraksi Golkar Setujui Raperda APBD Tahun 2026 Provinsi Bengkulu Disahkan jadi Perda dengan Catatan, Ini Kata Mahdi Husen!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bengkulu menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 disahkan menjadi Perda. Hanya saja...

PMII Cabang Curup Turut Mengecam Keras Penembakan Lima Petani di Pino Raya Bengkulu Selatan

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Curup turut menyatakan sikap keras terkait insiden penembakan lima petani di Desa Kembang Seri,...

HMI Cabang Curup Kecam Penembakan Petani Pino Raya, Desak Pemerintah dan APH Usut Tuntas Pelaku

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Insiden penembakan terhadap lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025) kembali memunculkan sorotan tajam terhadap persoalan agraria di...

Mahasiswa Sosiologi FISIP UNIB Gelar Literasi Hukum Perlindungan Hak Individu dengan Gangguan Kesehatan Mental

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Literasi Hukum untuk...

Sunat Honor TKS, Mantan Kasat dan Bendahara Satpol PP Rejang Lebong Divonis 5 Tahun Penjara

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Mantan Kasatpol PP Rejang Lebong Akhmad Rifai bersama mantan bendaharanya Jaya Mirsa, divonis 5 tahun penjara atas tindak pidana korupsi dengan...

Tinjau Pasar Bersama Dirut Bulog, Mentan Amran Pastikan Stok Beras SPHP di Bengkulu Melimpah Tanpa Impor

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Setelah melakukan peninjauan langsung di Pasar Panorama Kota Bengkulu saat kunjungannya ke Bengkulu, Rabu 17 September 2025 kemarin. Menteri Pertanian (Mentan) Republik...

Sanggar Seni Salsabila Adakan Pagelaran Tunggal “Warisan Budaye Kite”, Ini Jadwalnya!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Dunia seni dan kebudayaan Bengkulu tak henti-hentinya terus berinovasi dan menunjukan eksitensinya. Sanggar Seni Salsabila yang bekerja sama dengan kementerian kebudyaan melalui...

Jonikane Rilis Single Kelima ‘Korban Global Elit’, Kritik Sosial dalam Baluran Reggae yang Menggema

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jonikane, band yang konsisten menghadirkan warna alternatif reggae dengan sentuhan Jamaican sound, kembali melepas single terbaru berjudul "Korban Global Elit". Lagu ini...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id