Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu menjadi oase harapan di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan Jakarta. Pulau ini bukan hanya menyimpan keindahan, tetapi juga potensi besar sekaligus tantangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Pulau Pramuka, wilayah yang berada di gugusan Kepulauan Seribu, sekitar 2 jam perjalanan laut dari Jakarta. Meski luasnya hanya sekitar 16 hektar, pulau ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, pemerintahan, dan konservasi di kawasan tersebut.
Keberadaan taman laut dan pantai berpasir putih menjadikannya laboratorium alami bagi berbagai penelitian ekosistem pesisir.
Kondisi Ekosistem yang Mulai Terancam
Lingkungan laut di sekitar RPTRA Tanjung Elang, Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, awalnya dikenal kaya akan terumbu karang dan biota laut tropis. Namun, aktivitas manusia, perubahan iklim, dan tekanan lingkungan telah menyebabkan penurunan kualitas ekosistem yang cukup serius.
Penelitian Fadhiilah (2023) menunjukkan tutupan karang hidup di Pulau Pramuka kini hanya berkisar 20,65%–47,17%, tergolong “sedang hingga rusak”.























