Senin, November 2, 2026

Warga Desa Bandung Marga Keluhkan Limbah Sampah Dari TPA Cemari Sungai, Mana DLH?

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Warga Desa Bandung Marga (Jambu Keling) Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR), Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan terjadinya pencemaran sungai yang berasal dari limbah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jambu Keling. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu kebutuhan air bersih warga, terutama di tengah musim kemarau ketika sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan.

Selama musim kemarau, aliran sungai selama ini menjadi sumber air utama bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, warga mulai mengurangi penggunaan air sungai karena diduga telah tercemar limbah sampah dari TPA dan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan.

Salah seorang warga Desa Bandung Marga mengatakan, kondisi seperti ini memang baru terjadi belakangan ini. Padahal menurutnya, setiap musim kemarau masyarakat selalu mengandalkan air sungai karena banyak sumur warga yang mengering.

- Advertisement -

“Biasanya tidak begini. Setiap musim kemarau kami menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya karena banyak sumur yang kering. Tapi karena limbah dari TPA mencemari sungai, saat ini warga mulai takut menggunakannya,” ujarnya.

Keluhan tersebut dibenarkan Kepala Desa Bandung Marga, Redi Pransiska, S.Pd.I. Menurut dia, sejak awal musim kemarau memang banyak sumur warga yang mengalami kekeringan. Sehingga masyarakat sangat bergantung pada aliran sungai sebagai sumber air alternatif. Namun, sejak air sungai tercemar limbah, warga kini kesulitan mendapatkan air bersih dan khawatir terserang berbagai penyakit.

Redi juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, limbah dari TPA seharusnya terlebih dahulu melewati bak penyaringan yang dibangun pada tahun 2023 lalu sebelum dialirkan ke sungau. Akan tetapi, kondisi saat ini menunjukkan limbah justru mengalir langsung ke sungai tanpa melalui proses penyaringan.

“Harusnya limbah sampah itu tersaring di bak yang telah dibangun pada tahun 2023 lalu. Namun faktanya saat ini, limbah dari TPA langsung masuk ke sungai tanpa proses penyaringan. Sehingga warga sangat keberatan dengan kondisi ini,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, pemerintah desa telah berkoordinasi langsung dengan pihak pengelola TPA. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa pengelolaan sampah di lokasi sedang mengalami berbagai kendala operasional. Tumpukan sampah bahkan disebut sudah mencapai area timbangan karena alat berat yang biasa digunakan untuk mengelola sampah mengalami kerusakan serta operasionalnya terkendala ketersediaan bahan bakar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak TPA. Memang saat ini proses penyaringan limbah sedang kacau karena alat berat rusak dan operasional juga terkendala bahan bakar,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Redi menilai sistem pengelolaan limbah di TPA sudah tidak lagi berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Karena itu dia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong melalui instansi terkait segera melakukan pembenahan agar limbah tidak lagi mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat.

“Sampah di TPA Jambu Keling ini adalah sampah yang dibuang oleh masyarakat se-Kabupaten Rejang Lebong. Karena itu sudah sewajarnya, ada perhatian khusus untuk hal ini,” sampainya.

Disisi lain Redi menambahkan, sejak awal warga Desa Bandung Marga tidak pernah menolak keberadaan TPA. Namun warga meminta, agar pengelolaan sampah dilakukan secara benar sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

“Warga bersama BPD telah bermusyawarah. Jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, masyarakat berencana menutup sementara operasional TPA sampai ada solusi yang jelas terkait pencemaran sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bermani Ulu Raya, Wahyudi Ramadan mengatakan, dirinya memang telah menerima informasi awal mengenai keluhan masyarakat tersebut dari pemerintah desa. Namun hingga kini pihak kecamatan belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencemaran sungai tersebut.

Meski begitu, melihat banyaknya keresahan masyarakat, pihak kecamatan memastikan akan segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi di area TPA maupun di sepanjang aliran sungai yang diduga tercemar limbah.

Dimana selain melakukan pengecekan lapangan, pihak kecamatan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong, guna mencari solusi agar pencemaran dapat segera diatasi dan sungai kembali aman digunakan masyarakat.

“Kami memang sudah mendapat informasi dari pemerintah desa meski belum ada laporan resmi. Karena itu dalam waktu dekat, kami akan turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Rejang Lebong untuk mencari solusi agar persoalan ini segera ditangani,” pungkas Wahyudi. (JP)

- Advertisement -

NEWS UPDATE

Perluas Wawasan Inovasi dan Kekayaan Intelektual, Lapas Curup Ikuti Webinar Forum Bisnis Paten 2026

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam upaya memperluas wawasan mengenai inovasi dan pemanfaatan kekayaan intelektual, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup mengikuti Webinar Road to Forum...

951 Anak dari Tiga Kabupaten Unjuk Kreativitas Mewarnai di Gebyar Semarak Merah Putih 2026...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Sebanyak 951 anak dari tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu mengikuti lomba mewarnai tingkat PAUD/TK/RA negeri dan swasta dalam rangka Gebyar Semarak...

Retribusi Parkir Semarak Merah Putih Rejang Lebong Dikeluhkan, Tarif Tembus Rp10 Ribu Perkendaraan, Ini...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pelaksanaan kegiatan Semarak Merah Putih di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang berlangsung pada 1 hingga 10 Oktober 2026, diwarnai keluhan...
Advertisement

Konten yang tampil di bawah ini merupakan iklan dari jaringan MGID. aspirasiterkini.com tidak terkait dengan konten ini.

Gambar
Gambar
Gambar
Buat Website Media Online

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Mulai Tahap Penyidikan, Mantan Direktur PDAM Rejang Lebong Diperiksa Jaksa, Akankah...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pengembangan dugaan kasus penyimpangan anggaran PDAM atau Perumda Tirta Bukit Kaba Rejang Lebong tahun 2023-2024 memasuki babak baru, yakni tahap penyidikan.Setelah...

Kepahiang

PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu. Kali ini, perusahaan...

Bengkulu

Perkuat Integritas dan Keselamatan Kerja, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Apresiasi Mitra Berprestasi

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu memperkuat komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang berintegritas dan penerapan keselamatan serta...

Momen Bersejarah, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kukuhkan Pengurus Ranting PDIP se-Kabupaten Rejang Lebong

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Konsolidasi PDI Perjuangan (PDIP) di Provinsi Bengkulu memasuki babak penting. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto turun langsung ke Kabupaten...

Empat Pejabat Lapas Curup Ikuti Uji Kompetensi ProASN Tahap II, Perkuat Profesionalisme Aparatur

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia aparatur terus dilakukan di lingkungan pemasyarakatan. Kali ini, empat pejabat struktural Lembaga Pemasyarakatan...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Mitra Kerjasama

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink