REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Salah satu usaha budidaya ikan air tawar yang beroperasi di kolam seluas kurang lebih tiga hektar di kawasan Sungai Klaai, Desa PAL VII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, saat ini menjadi sorotan. Bagaimana tidak, usaha yang disebut telah beroperasi selama belasan tahun itu disinyalir belum mengantongi izin pemanfaatan air, sekaligus dinilai belum memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat maupun pemerintah desa (Pemdes) setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, usaha budidaya ikan tersebut memanfaatkan aliran air sungai melalui pintu air menuju kolam budidaya. Dimana dalam ketentuan perizinan, selain wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Persetujuan Lingkungan, usaha budidaya yang memanfaatkan air permukaan juga diwajibkan memiliki izin pemanfaatan air atau rekomendasi teknis dari instansi berwenang.
Apabila menggunakan aliran sungai atau jaringan irigasi secara langsung, izin tersebut umumnya diterbitkan oleh instansi yang membidangi sumber daya air, seperti Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), maupun instansi teknis terkait sesuai dengan ketentuan pemanfaatan air permukaan.
Kepala Desa PAL VII, Ruisman Zawawi, saat dikonfirmasi membenarkan keberadaan usaha budidaya ikan tersebut. Namun, selama kurang lebih sepuluh tahun menjabat sebagai kepala desa, dia mengaku tidak pernah melihat adanya kontribusi yang diberikan pemilik usaha kepada masyarakat maupun pemerintah desa.
“Selama saya menjabat sebagai kepala desa, belum pernah ada kontribusi nyata dari usaha tersebut kepada desa. Bahkan pemiliknya juga belum pernah datang ataupun melapor ke pemerintah desa,” ujarnya.























