REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Meski libur Tahun Baru tahun 2026 telah usai, volume sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) wilayah Kabupaten Rejang Lebong terus menumpuk hingga menyerupai gunung. Melihat hal tersebut, seakan tumpukan sampah yang ada tidak pernah diangkut oleh petugas kebersihan. Padahal setiap harinya, sampah selalu diangkut oleh para petugas kebersihan yang kerap bertugas meski di hari libur.
Bahkan sejumlah pihak berpikir, penyebab menumpuknya sampah tersebut lantaran mundurnya Kadis DLH yang dianggap tak sanggup mengatasi permasalahan sampah di wilayah Rejang Lebong.
Namun setelah dipantau lebih lanjut, ternyata penyebab utama tumpukan sampah membentuk gunung setiap harinya karena kurangnya armada dan personel yang bertugas di lapangan. Hal ini sebagaimana disampaikan langsung oleh Koordinator Pengawas Armada Sampah Rejang Lebong Ruslan Carter saat ditemui wartawan di salah satu TPS, Kami 8 Januari 2025.
“Setiap harinya, sampah yang dibuang oleh masyarakat Rejang Lebong minimal sebanyak 80 ton. Sedangkan saat ini armada yang bergerak tidak sampai 50 persen, bahkan personel yang bertugas juga hanya 21 personel. Karena itu kita diperintahkan untuk mengangkut sampah di titik vital dahulu,” ujar Ruslan.
Dia mengatakan, dari 16 armada yang dimiliki Rejang Lebong, saat ini hanya 7 armada yang beroperasi. Sedangkan 9 armada lainnya dikembalikan ke UPTD, guna untuk difungsikan oleh pihak kecamatan nantinya. Sedangkan untuk personel sendiri tambah dia, saat ini sedang dirumahkan dan dalam proses untuk outshorching.
“Dari 7 armada yang beroperasi, masing-masing ditempatkan 3 personel. Sehingga dengan begitu, jumlah personel yang aktif hanya 21 orang. Sedangkan untuk pengangkutan sampah sendiri, itu hanya dilakukan satu kali pengangkutan dalam satu hari. Hal itu karena terkendala oleh BBM yang disediakan,” jelas Ruslan.
Karenanya dia mengharapkan, agar ada penambahan armada dan personel untuk mengatasi permasalahan sampah yang terjadi di awal tahun 2026 ini.
“Kita harap ada penambahan armada, personel, bahkan bahan bakar untuk mengangkut sampah di Rejang Lebong,” harapnya. (JP)














































