Jumat, Juli 31, 2026

Tanggapi Keluhan Warga, DLH Rejang Lebong Pastikan Limbah Sampah TPA Tak Cemari Sungai

REJANG LEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Menanggapi keluhan warga Desa Bandung Marga (Jambu Keling), Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR), terkait dugaan pencemaran sungai akibat limbah dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong memberikan penjelasan mengenai sistem pengelolaan sampah maupun limbah cair (lindi) di lokasi tersebut.

DLH memastikan bahwa sampah maupun limbah cair yang dihasilkan dari TPA tidak dibuang secara langsung ke aliran sungai, melainkan terlebih dahulu melalui serangkaian proses pengolahan sesuai mekanisme yang berlaku.

- Advertisement -

Plt Kadis DLH Rejang Lebong Ida Laila menjelaskan, air lindi dari tumpukan sampah terlebih dahulu dialirkan ke kolam penampungan (kolam lindi) untuk menjalani proses pengendapan sedimen. Setelah melalui tahapan tersebut, air limbah mengalir melalui saluran lindi sebelum akhirnya keluar melalui saluran output yang mengarah ke aliran sungai.

Untuk memastikan kualitas air yang dilepas ke lingkungan tetap memenuhi ketentuan, Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Rejang Lebong telah melakukan pengambilan sampel air lindi dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.

“Hasil uji laboratorium terbaru memang belum keluar. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni lalu dan saat ini masih menunggu hasil. Uji laboratorium terhadap air lindi ini rutin dilakukan setiap semester untuk memastikan air yang keluar dari saluran output telah memenuhi baku mutu lingkungan,” ujarnya.

Ida menegaskan, hasil laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui apakah kualitas air limbah yang dilepas ke lingkungan sudah sesuai dengan baku mutu air yang ditetapkan pemerintah atau belum.

- Advertisement -

Dimana selain memberikan penjelasan terkait pengelolaan limbah, Ida juga meluruskan sejumlah informasi yang berkembang mengenai kondisi operasional TPA.

Terkait isu pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat, DLH mengakui bahwa sempat terjadi kendala saat terjadi kelangkaan BBM beberapa waktu lalu. Namun kondisi tersebut telah berhasil diatasi sehingga operasional TPA tidak lagi mengalami hambatan.

- Advertisement -

“Pada saat terjadi kelangkaan BBM memang sempat ada kendala, namun tetap dapat kami akomodir. Saat ini pasokan BBM untuk alat berat di TPA berjalan lancar,” terangnya.

Sementara itu lanjut Ida, mengenai kondisi alat berat, dia menyebutkan bahwa dari tiga unit alat berat yang dimiliki, hanya satu unit bulldozer yang mengalami kerusakan cukup berat. Adapun dua unit lainnya, yakni wheel loader dan excavator, masih tetap beroperasi untuk menunjang aktivitas pengelolaan sampah di TPA.

Meski begitu dia mengakui, kondisi excavator belum sepenuhnya prima. Namun alat tersebut masih dapat digunakan sambil dilakukan perbaikan secara bertahap.

“Excavator memang belum 100 persen dalam kondisi optimal, tetapi masih bisa digunakan untuk operasional. Kami terus melakukan perawatan dan servis agar tetap dapat mendukung kegiatan di TPA,” ungkapnya.

Ida juga memberikan penjelasan mengenai pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan tumpukan sampah sempat menghambat akses menuju area pembuangan hingga mencapai lokasi timbangan.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi pada Mei lalu ketika excavator mengalami kerusakan sehingga proses penataan sampah tidak berjalan maksimal dan menyebabkan tumpukan sampah menutupi akses menuju landasan pembuangan. Namun saat ini kondisi tersebut telah berhasil ditangani.

“Landasan sudah kembali terbuka. Armada pengangkut sampah sudah bisa masuk hingga ke lokasi pembuangan tanpa hambatan. Silakan dicek langsung ke lokasi TPA, aksesnya sudah lancar,” kata dia.

Disamping itu Ida menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah menuju penerapan metode sanitary landfill sesuai arahan dari pemerintah pusat dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sehingga lebih ramah lingkungan dan mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar.

Karena itu menanggapi adanya dugaan kebocoran limbah yang disampaikan warga, Ida membantah adanya kebocoran instalasi lindi.

“Tidak ada kebocoran lindi. Memang di pinggiran kawasan TPA terdapat banyak sumber mata air kecil yang muncul dari dalam tanah. Dulu pernah dilakukan penutupan oleh pihak konsultan, tetapi sumber mata air tersebut kembali muncul,” jelasnya.

Meski demikian, Ida memastikan akan segera menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat.

“Kami tetap akan merespons dan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat sekitar. Tim teknis akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan sehingga kondisi sebenarnya dapat diketahui secara menyeluruh,” tutupnya. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Warga Desa Bandung Marga Keluhkan Limbah Sampah Dari TPA Cemari Sungai, Mana DLH?

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Warga Desa Bandung Marga (Jambu Keling) Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR), Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan terjadinya pencemaran sungai yang berasal dari...

Belasan Tahun Beroperasi, Kolam Ikan 3 Hektar di Desa PAL VII Tak Memiliki Izin...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Salah satu usaha budidaya ikan air tawar yang beroperasi di kolam seluas kurang lebih tiga hektar di kawasan Sungai Klaai, Desa...

HMI Cabang Curup Apresiasi Program Bedah Rumah Pemkab Kepahiang, Dorong Pengawasan Agar Tepat Sasaran

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Harga Cabai dan Ayam Melonjak, UMKM dan Pedagang di Rejang Lebong...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Hampir sepekan ini, harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Rejang Lebong mengalami kenaikan, terutama untuk harga pada komoditas cabai merah...

Kepahiang

HMI Cabang Curup Apresiasi Program Bedah Rumah Pemkab Kepahiang, Dorong Pengawasan...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam...

Bengkulu

Dikbud Provinsi Bengkulu Siapkan Lulusan SMA/SMK Tembus Kampus Dunia, Beasiswa ke China hingga Karier Internasional

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan berorientasi global. Setelah berhasil...

Juara Umum Adyaksa Championship 2026, Tim Karate Binaan Kodim 0409/Rejang Lebong “Lemkari Jaya” Pertahankan Tradisi Juara

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim Karate Lemkari Jaya. Tim binaan Kodim 0409/Rejang Lebong tersebut sukses mempertahankan dominasinya dengan meraih gelar Juara...

Kodim 0409/Rejang Lebong Dukung Penuh Program Cetak Sawah di Wilayah Bengkulu, Dandim: Akan Kita Maksimalkan

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat di wilayah Provinsi Bengkulu, khusunya...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id