Senin, Februari 16, 2026

Runtuhnya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Akibat Segelintir Oknum Maupun Misi Yang Tak Kunjung Rampung

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Seperti yang kita ketahui bersama, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki tugas mulia untuk mengabdi terhadap masyarakat.

Mulai dari memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum secara adil untuk masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan juga memberikan pelayanan terpadu kepada masyarakat.

- Advertisement -

Bahkan tak hanya tugas pokok tersebut, Polri juga memiliki tugas-tugas lain seperti melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah, menyelenggarakan kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan, serta melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan dalam proses pidana.

Namun faktanya, meski tugas tersebut sudah dijalankan dengan baik oleh Polri, masih ada masyarakat di Indonesia ini yang belum puas terhadap kinerja Polri.

Apalagi seperti yang gencar beredar sejak beberapa waktu lalu, banyak oknum Polri yang merusak nama dan citra Polri dihadapan masyarakat Indonesia.

Karena itu secara perlahan, kepercayaan masyarakat terhadap Polri bisa runtuh jika tidak segera dibenahi oleh Polri itu sendiri dari tingkat dasar.

- Advertisement -

Ibarat orang bijak pernah berkata, merawat, memelihara, maupun mempertahankan akan lebih sulit dibandingkan dengan menggapai dan mencapai yang diinginkan.

Selai itu, tak hanya disebabkan oleh segelintir oknum Polri saja, nampaknya kepercayaan masyarakat bisa terus berkurang lantaran Polri dianggap tebang pilih dalam menegakkan hukum di Indonesia ini.

- Advertisement -

Seperti yang terjadi era ini, hukuman untuk rakyat kecil yang melakukan tindak pidana bisa lebih mengerikan dibanding dengan hukuman pidana yang dilakukan oleh orang besar berpangkat maupun berjabatan tinggi yang mengambil uang negara untuk kepentingan pribadi.

Polri Sudah Menjalankan Tugas Sebaik Mungkin Untuk Kepentingan Masyarakat

Istilah satu kejahatan dapat menghapus seribu kebaikan nampaknya berlaku hingga saat ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, banyak masyarakat yang menilai kinerja Polri dari sisi pelanggaran yang dilakukan oknum saja, namun tidak melihat apa yang telah diperjuangkan Polri untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan keamanan di tengah-tengah masyarakat.

Padahal berdasarkan data yang sudah dirangkum dan disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Drs.Listyo Sigit Prabowo.Msi pada awal tahun 2025 lalu, banyak capaian kinerja Polri di tahun 2024 yang bisa menjadi acuan perbaikan di tahun 2025 ini.

11 Capaian Kinerja Polri di 2024 dan Komitmen Perbaikan di 2025

Ada 11 Capaian kinerja yang telah diselesaikan oleh Polri di tahun 2024, capaian itupun dipaparkan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Drs.Listyo Sigit Prabowo.Msi dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 31 Desember 2024 lalu.

Adapun 11 Capaian kinerja tersebut diantaranya ialah :

1. Selamatkan 1.794 Korban TPPO

2. Turunkan Angka Kejahatan Terhadap Anak-Perempuan

3. Bongkar 4 Kasus Narkoba Menonjol di Tahun 2024

4. Polri Ungkap 1.280 Kasus Korupsi, Jerat 830 Tersangka

5. Narkoba Senilai Rp 8,6 T Disita Polri di 2024

6. Polri Jerat 1.918 Tersangka Judi Online Sepanjang 2024

7. Polri Tangkap Buron-buron High Profile

8. Tindak 2 Juta Lebih Pelanggaran Lalin

9. Kolaborasi TNI-Polri Selamatkan Pilot Susi Air di Papua

10. Komitmen Perbaikan Internal Polri

11. Komitmen Kapolri Akan Restorative Justice.

“Sepanjang 2024 lalu, banyak capaian kinerja Polri yang berhasil diselesaikan dan diungkap. Karena itu di tahun 2025 ini, menjadi momen perbaikan yang akan kita lakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tutur Kapolri Jenderal Pol Drs.Listyo Sigit Prabowo.Msi.

Tugas Polri di Tingkat Jajaran Polres Semakin Banyak Tantangan

Komitmen perbaikan yang harus dilakukan oleh Polri di tingkat jajaran Polres pada tahun 2025 ini nampaknya memiliki tantangan yang cukup besar bagi petugas kepolisian itu sendiri di masing-masing daerah.

Kita ambil contoh saja di Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu yang sampai saat ini memiliki PR besar, untuk menyelesaikan setiap misi yang harus diembannya sebagai penegak hukum.

Belum selesai kasus yang satu, sudah ada lagi kasus lain yang terjadi di wilayah hukum (Wilkum) Polres Rejang Lebong yang harus ditangani, baik itu kasus Pidana Umum, Pidana Khusus, Narkoba, Pelanggaran Lalu Lintas, dan Kasus lainnya yang berhubungan dengan masyarakat secara langsung.

Disampaikan Kapolres Rejang Lebong AKBP. Florentus Situngkir, S.I.K setiap giat press release di Mapolres Rejang Lebong, jika pihaknya akan terus berupaya untuk mengungkap setiap kasus di Wilkum Polres Rejang Lebong, serta akan terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dari segi apapun.

“Sejauh ini memang kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus tergerus oleh waktu. Namun hal itu menjadi tantangan sendiri bagi kami pihak kepolisian. Sudah menjadi tugas kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta mengayomi masyarakat sesuai tugas pokok kami,” ujar Kapolres.

Selain itu Kapolres Rejang Lebong juga pernah mengatakan, bahwa pihaknya akan memerangi narkoba hingga keakar-akarnya.

Karena menurut Kapolres, narkoba dapat merusak bangsa dan generasi penerus untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

“Narkoba bisa merusak anak bangsa bahkan masa depan mereka sekaligus. Karena itu kami bertekad, akan memberantas narkoba agar angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Rejang Lebong terus berkurang, bahkan tidak ada lagi,” tegas Kapolres.

Masyarakat Butuh Bukti, Bukan Janji Belaka

Meski sudah berulang kali diberikan penjelasan melalui data dan hasil penyelidikan yang valid, masyarakat Rejang Lebong nampaknya masih membutuhkan bukti dan bukan janji belaka yang dilontarkan pihak kepolisian.

Bukan hanya dari masyarakat secara umum, pihak keluarga dari korban pun kerap menggumamkan agar keadilan bisa ditegakkan sebaik mungkin bagi mereka yang merupakan rakyat kecil.

Hal itu bukan tanpa sebab, selama tahun 2025 ini sudah banyak PR dari jajaran Polres Rejang Lebong yang sampai saat ini belum bisa terselesaikan.

Seperti beberapa kasus besar yang sampai saat ini belum terungkap siapa pelakunya meski sudah melakukan berbagai cara dalam penyelidikan.

“Kami heran kenapa pelaku pembunuhan anak kami belum juga terungkap. Padahal kasus yang menyebabkan anak kami meninggal ini sudah berjalan dua bulan lebih. Kami harap pihak kepolisian bisa menegakkan keadilan dan mengungkap kasus ini hingga tuntas,” ujar orang tua salah satu korban pembunuhan di Rejang Lebong.

Polisi Sebagai Teladan dan Contoh Bagi Masyarakat

Sebagai abdi negara, polisi harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat yang diayominya.

Hal itupun sudah dilakukan oleh jajaran Polri ditingkat pusat maupun di tingkat daerah, seperti yang telah dilakukan oleh jajaran Polres Rejang Lebong.

Namun kadang kala, ada beberapa oknum polisi yang merusak citra baik polisi yang menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat menurun dan meragukan kinerja polisi.

Sehingga dengan begitu, pihak kepolisian pun harus bekerja ekstra agar dapat merawat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Kepercayaan masyarakat paling penting, jadi jangan sampai merusak kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat,” ungkap Kapolres Rejang Lebong.

Sejumlah Kasus Yang Belum Terungkap Siapa Pelakunya

1. Kasus Pembunuhan Resmareta, Gadis Muda di Rejang Lebong

2. Kasus Tragedi Berdarah Pada Pesta Malam di Desa Bandung Marga Kecamatan BUR

3. Kasus Begal di Desa Rimbo Recap

4. Kasus Begal di Sindang Dataran

5. Pencurian emas nenek di Desa Air Lanang

6. Mafia tanah di lahan TNKS

Capaian Kinerja Polres Rejang Lebong di Tahun 2025

1. Terus mengungkap kasus tindak pidana, baik itu Curas, Curat, Curanmor, Kasus kekerasan, dan sejumlah kasus lain di Rejang Lebong

2. Berantas peredaran narkoba serta markas pengedar narkoba di wilayah Kampung Jeruk, serta ungkap banyak kasus penyalahguna narkoba di Rejang Lebong

3. Perkuat ketahanan pangan melalui penanaman jagung di sejumlah titik yang menjadi program pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

4. Temukan ladang ganja seluas setengah hektare di Desa Karang Pinang Kecamatan SBU, dan memusnahkannya

5. Ungkap pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Rejang Lebong, baik itu untuk masyarakat umum maupun untuk anggota sendiri.

6. Serta mengungkap kasus lainnya yang menjadi target capaian kinerja dari Polres Rejang Lebong.

Tanggapan Aktivis atau Mahasiswa Soal Kinerja Polres Rejang Lebong

Sebagaimana disampaikan M. Dio yang merupakan Ketua HMI Cabang Curup sekaligus aktivis di Provinsi Bengkulu, kinerja dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polres Rejang Lebong dapat dinilai dari sejauh mana penanganan kasus kriminal bisa diungkap dan diselesaikan.

Namun faktanya, masih sering terjadi kasus-kasus serius seperti pembunuhan, pengeroyokan, pembegalan, hingga tindak kekerasan lainnya di Rejang Lebong.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya Polres dalam melakukan mitigasi dan pencegahan tindak kriminal masih belum maksimal dan patut dipertanyakan.

“Lebih jauh lagi, masih ada sejumlah kasus besar yang hingga kini belum terungkap atau terselesaikan. Misalnya, kasus pembunuhan Resmareta, maraknya kasus begal di beberapa desa, pencurian emas milik seorang nenek di Desa Air Lanang, hingga kasus mafia tanah di kawasan TNKS. Semua ini menjadi potret nyata bahwa kinerja Polres Rejang Lebong belum bisa dikatakan baik secara menyeluruh,” ungkap Dio

Meski begitu kata Dio, dia tetap harus mengakui bahwa ada juga beberapa kasus kriminal yang berhasil diselesaikan oleh Polres Rejang Lebong.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum tetap berjalan, meskipun masih terdapat banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

Dimana jika melihat dalam konteks nasional, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri secara umum memang mengalami penurunan.

Fenomena ini dapat dilihat dari banyaknya kritik dan satire yang beredar di media sosial, yang secara langsung menyentil institusi kepolisian.

Bahkan kata Dio, penurunan kepercayaan ini juga tidak terlepas dari sejumlah kasus besar yang mencuat beberapa bulan terakhir, baik yang melibatkan oknum maupun institusi Polri itu sendiri, mulai dari kekerasan terhadap demonstran, kasus asusila oleh oknum polisi, hingga lambannya penanganan perkara yang mendapat perhatian luas.

“Situasi semacam ini pada akhirnya menimbulkan persepsi di tengah masyarakat bahwa penegakan hukum seringkali tidak berjalan secara adil dan konsisten. Oleh sebab itu, kami berharap kedepannya ada perbaikan nyata, transparansi, serta konsistensi dalam penegakan hukum yang menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap Polri, termasuk Polres Rejang Lebong, bisa kembali pulih,” pungkasnya.

Tanggapan Praktisi Hukum Terkait Kinerja Polres Rejang Lebong

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Narendradhipa adalah Moeh Ramdani, S.H., M.H., CM dan Riyan Franata, S.H., CM mengatakan, sebenarnya pihak kepolisian sudah menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, namun yang merusak citra polisi itu hanya beberapa oknum, terlebih ditambah dengan adanya percepatan media sosial.

“Dalam hal penyelesaian kasus, Polri khususnya Polres Rejang Lebong sudah sesuai dengan standar operasional dan prosedurnya. Terkait adanya beberapa kasus yang belum terungkap bahkan belum berjalan, seharusnya dapat dimaklumi mengingat banyaknya kasus yang ditangani,” terang Ramdani.

Akan tetapi dia tetap berharap, agar pihak kepolisian dapat meningkatkan kinerjanya, agar kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian bisa meningkat.

“Terus tingkatkan kinerja, kami percaya Polres Rejang Lebong bisa menjalankan tugasnya secara maksimal,” singkatnya.

Kesimpulan

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Tim Aspirasi Terkini, hingga saat ini jajaran Polres Rejang Lebong terus berupaya untuk memberikan kinerja yang terbaik bagi masyarakat.

Jika melihat dari data yang ada, pengungkapan kasus yang dilakukan jajaran Polres Rejang Lebong memang jauh lebih banyak dibanding kasus yang belum terungkap.

Hanya saja hal ini menjadi PR dan tugas serta tantangan bagi Polres Rejang Lebong untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img

NEWS UPDATE

Mudahkan Akses Petani, Kodim 0409/Rejang Lebong Rehab Jembatan Melalui Program TMMD

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 hingga saat ini terus berlanjut. TNI hadir untuk membantu masyarakat di Desa Seguring Kecamatan...

Buka Akses Air Bersih, TMMD Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun 5 Titik Sumur Bor

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0409/Rejang Lebong ke-127 ini terus bwrlanjut. Kali ini Satgas membantu penyediaan kebutuhan air bersih...

TMMD Kodim 04/09 Rejang Lebong Bedah 5 Unit Rumah Tidak Layak Huni

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, Kodim 0409/Rejang Lebong membedah 5 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di...

follow sosial media kami

9,571FansSuka
374PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
10,200PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
42PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Kepahiang

Bengkulu

JMSI Bengkulu Desak BWSS VII Cabut Unggahan Cap Hoaks ke Media dan Minta Maaf

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu menyayangkan atas pelabelan “Disinformasi” alias hoaks terhadap pemberitaan media yang diunggah melalui akun Instagram resmi...

Desa Pondok Kelapa Terancam Tenggelam, WALHI Bengkulu bersama Organisasi dan Masyarakat Desak Pemerintah Segera Bertindak

BENGKULUTENGAH, ASPIRASITERKINI.COM - Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan sekaligus peringatan keras karena belum adanya tindakan nyata negara dalam menangani abrasi parah yang melanda Desa Pondok...

Dedy Hardiansyah Putra “Sekretaris PWI” Nahkodai JMSI Provinsi Bengkulu Periode 2025 – 2030

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Dedy Hardiansyah Putra, dipercaya untuk menahkodai Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu periode...

Maraknya Kasus Perbankan, Kinerja OJK Bengkulu jadi Sorotan

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Rentetan kasus perbankan yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu saat ini tuai sorotan publik. Dimulai dari kasus korupsi di Bank Bengkulu...

JMSI Kecam Arogansi Humas OJK Bengkulu, Riki : Main ‘Kick’ Wartawan Itu Tindakan Primitif

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oknum Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu terhadap...

Fraksi Golkar Setujui Raperda APBD Tahun 2026 Provinsi Bengkulu Disahkan jadi Perda dengan Catatan, Ini Kata Mahdi Husen!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bengkulu menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 disahkan menjadi Perda. Hanya saja...

PMII Cabang Curup Turut Mengecam Keras Penembakan Lima Petani di Pino Raya Bengkulu Selatan

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Curup turut menyatakan sikap keras terkait insiden penembakan lima petani di Desa Kembang Seri,...

HMI Cabang Curup Kecam Penembakan Petani Pino Raya, Desak Pemerintah dan APH Usut Tuntas Pelaku

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Insiden penembakan terhadap lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025) kembali memunculkan sorotan tajam terhadap persoalan agraria di...

Mahasiswa Sosiologi FISIP UNIB Gelar Literasi Hukum Perlindungan Hak Individu dengan Gangguan Kesehatan Mental

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Literasi Hukum untuk...

Sunat Honor TKS, Mantan Kasat dan Bendahara Satpol PP Rejang Lebong Divonis 5 Tahun Penjara

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Mantan Kasatpol PP Rejang Lebong Akhmad Rifai bersama mantan bendaharanya Jaya Mirsa, divonis 5 tahun penjara atas tindak pidana korupsi dengan...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id