REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Keberadaan kelompok remaja yang diduga bergaya “gangster” di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, belakangan ini semakin meresahkan masyarakat. Aksi mereka yang kerap berkeliaran sambil membawa senjata tajam hingga dipamerkan di media sosial (medsos) memicu kekhawatiran warga, hingga menimbulkan pertanyaan terkait ketegasan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan.
Meski sebelumnya pihak kepolisian sempat mengamankan belasan pelajar yang dianggap meresahkan warga dan diberikan pembinaan. Namun nyatanya di lapangan dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan. Bahkan, kemunculan kelompok remaja tersebut disebut semakin marak dan berani tampil di ruang publik.
Sejumlah warga mengaku resah lantaran aksi para remaja tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Tidak sedikit dari mereka yang disebut membawa senjata tajam saat berkeliling di sejumlah titik wilayah Curup dan sekitarnya.
Keluhan terbaru muncul dari salah seorang netizen melalui akun media sosial Curup Kito pada Rabu 27 Mei 2026. Dalam unggahannya, dia menyebut adanya sekelompok remaja yang membawa parang panjang melintas dari arah Bang Mego menuju kawasan Kepala Siring.
“Tadi Ado gangster tu Bawak parang panjang dari bang Mego tu belok ke Palak Siring meresahkan nian, sampai Ado ibu-ibu tu melompat minggir,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu pun menuai berbagai tanggapan dari netizen lainnya. Sebagian besar meminta aparat kepolisian bertindak lebih tegas agar aksi serupa tidak terus berulang.
“Penyakit kalo di biarkan yo cak itula tangkap cuman teguran bae.. dkdo efek jera jadi nmbah brani nyo,” tulis salah satu akun dengan nama Aji dalam kolom komentar.
Komentar serupa juga disampaikan akun lain yang berharap adanya hukuman tegas bagi para pelaku yang membuat masyarakat takut beraktivitas di jalan raya.
“Sediokan nian kandang pakpol, Mano yg dapek masukkan kandang…kadang Kito yg lagi di jalan Bawak motor JD ikut ketakutan gawe Tobo tu,” tulis akun Seva Elastri.
Bahkan, beberapa warga juga menilai kelompok remaja tersebut mulai menunjukkan keberanian berlebih dengan diduga beraktivitas secara terbuka di sekitar fasilitas umum hingga dekat pos polisi.
“Barusan nengok ado yg live tiktok dr belakang pos polisi,” tulis akun Regarsport Rejang Lebong.
Fenomena kemunculan gangster ala-ala ini pun memunculkan kekhawatiran masyarakat akan potensi tindak kriminal maupun bentrokan antarkelompok remaja jika tidak segera ditangani secara serius.
Masyarakat berharap, agar aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dapat meningkatkan patroli rutin, pengawasan terhadap aktivitas remaja di malam hari, hingga melakukan pembinaan kepada pelajar dan orang tua guna mencegah keterlibatan anak-anak muda dalam aksi yang mengarah pada tindak kekerasan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP Hasan Basri saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat tersebut mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dan terus meningkatkan patroli guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Jadi bagi masyarakat yang terusik ataupun melihat adanya gangster motor, segera telpon Call Center Polri 110, 24 jam Siaga bebas Pulsa.
“Buat laporan resmi agar bisa segera ditindaklanjuti. Bukan buat Narasi tulisan di Medsos yang justru bisa menimbulkan resah. Kepada orang tua dan masyarakat sekitar, mari sama-sama kita Peduli dan awasi anak-anak kita. Jangan sampai terjerumus dan melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” singkatnya. (JP)

























