Selasa, September 8, 2026

Pelaku Utama Pengeroyokan Pelajar Hingga Lumpuh di Rejang Lebong Divonis 2 Tahun Penjara, Restitusi Rp 90 Juta

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Setelah menjalani sidang yang cukup panjang, akhirnya BK yang merupakan pelaku utama pada kasus pengeroyokan pelajar di Rejang Lebong hingga lumpuh ‘Reza’ divonis 2 tahun penjara.

Tak hanya itu, orang tua BK juga berkewajiban membayarkan biaya restitusi sebesar Rp 90 juta, sesuai dengan yang menjadi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rejang Lebong.

- Advertisement -

Hal itu berdasarkan hasil sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Curup, Rabu 11 Juni 2025, M yang dipimpin oleh Hakim Tunggal Eka Kurnia Nengsih, S.H, M.H.

“Sesuai dengan dakwaan tersebut, terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 tahun, dan mewajibkan orang tua terdakwa membayar ganti rugi biaya pengobatan korban sebesar lebih dari Rp 90 juta. Namun jika nanti restitusi tersebut tidak disanggupi, akan dilakukan penyitaan aset. Bahkan jika asetnya tak mencukupi, maka orangtua terdakwa akan membayarnya dengan hukuman penjara dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutur Eka saat menetapkan vonis terhadap terdakwa dalam persidangan.

Sebelum pembacaan putusan, ada sejumlah poin yang dibacakan oleh hakim, termasuk hal-hal yang meringankan dan memberatkan tersangka.

Untuk hal meringankan, mulai dari terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya, masih ingin melanjutkan sekolah, punya hobi positif, sopan dan kooperatif selama persidangan serta pernah membantu biaya pengobatan.

- Advertisement -

Sedangkan untuk hal memberatkan, terdakwa menyebabkan korban luka berat dan lumpuh akibat ulahnya, terlebih terdakwa ini sebagai pelaku atau penyebab utama aksi pengeroyokan tersebut.

Meski begitu, pihak kuasa hukum terdakwa menyatakan masih akan mempertimbangkan langkah selanjutnya dan menyampaikan bahwa mereka menyatakan sikap pikir-pikir atas putusan tersebut.

- Advertisement -

Sementara itu Kuasa Hukum korban, Ana Tasia Pase mengatakan, putusan yang dijatuhi oleh hakim masih belum sesuai dengan tuntutan.

Dia menerangkan, sesuai dengan tuntutan awal, JPU Kejari Rejang Lebong menuntut terdakwa BK ini dengan pidana 4 tahun 6 bulan.

“Menurut kami putusan yang dijautjkan hakim masih belum maksimal. Namun kami cukup terobati dengan dikabulkannya biaya restitusi yang bisa digunakan untuk membantu biaya pengobatan korban,” jelas Ana.

Meski begitu kata Ana, pihaknya juga masih menyatakan sikap pikir-pikir terlebih dahulu sembari menunggu informasi dari pihak JPU.

Pihaknya berharap, pelaku utama ini bisa dihukum lebih berat lagi, mengingat atas perbuatannya korban kehilangan masa depan akibat lumpuh.

“Kita masih pikir-pikir dulu, kita juga masih berharap pelaku utama ini dihukum lebih berat,” sampainya .

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Rejang Lebong, Masdalianto mengatakan pihaknya juga masih menyatakan sikap pikir-pikir.

Hal ini dikarenakan vonis yang dijatuhkan majelis hakim masih belum sesuai dengan tuntutan jaksa.

Pihaknya juga masih akan membahas apakah menerima atau mengajukan banding terhadap vonis tersebut.

“Kita akan laporkan dulu hasil sidang ini kepada pimpinan. Terkait kita bakal menerima atau bakal mengajukan banding, nanti akan kita informasikan lebi lanjut,”singkat Kasi Pidum. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

0
BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

Ancaman Abrasi Kian Nyata, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove di Pondok Kelapa

0
BENGKULUTENGAH, ASPIRASITERKINI.COM - Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi perhatian serius masyarakat dan berbagai elemen pemerhati...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Jauh Dari Kata Profesional, Kinerja Oknum Jukir di Rejang Lebong Dipertanyakan!

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Hingga saat ini, kinerja dari para oknum Juru Parkir (Jukir) di Rejang Lebong dianggap masih jauh dari kata profesional, bahkan kinerjanya...

Kepahiang

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Bengkulu

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

Kodam XXI/Radin Inten Siap Kawal Percepatan Pembangunan Desa di Provinsi Bengkulu

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan di...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id