Senin, September 21, 2026

Memprihatinkan, Satu Sekolah di Kepahiang Kondisinya “Hidup Segan Mati Tak Mau”

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Di era pendidikan yang sudah sangat canggih ini, ternyata masih ada satu sekolah di wilayah Kabupaten Kepahiang, yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sekolah tersebut adalah SDN 08 Air Punggur Kecamatan Muara Kemumu. Jika di istilahkan, sekolah tersebut bisa dikatakan hidup segan mati pun tak mau. Bagaimana tidak, selain kondisi sekolah yang masih berdinding papan, fasilitas tak memadai, tak ada jamban, dan berada di tengah hutan. Jumlah siswa yang ada disekolah tersebut paling banyak hanya 18 orang saja. Sehingga disinyalir, operasional yang dikeluarkan pemerintah tak sebanding dengan jumlah siswa yang ada di sekolah itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepahiang Nining Fawely Pasju, S.Tp, MM mengatakan, memang SDN 08 Air Punggur ini merupakan sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan di Kabupaten Kepahiang. Karena dengan jumlah siswa yang sedikit, pihaknya tidak bisa mengupayakan pembangunan sekolah tersebut menggunakan anggaran dari pusat. Sementara untuk menggunakan anggaran dari daerah, itu tergantung dari dana aspirasi yang diberikan oleh dewen ataupun Pemkab Kepahiang.

- Advertisement -

“Untuk satu sekolah itu, memang sangat susah untuk kita benahi. Karena akses untuk memperjuangkan sekolah tersebut tidak bisa menggunakan anggaran pusat. Bahkan bisa dikatakan, operasional yang dikeluarkan untuk sekolah tersebut lebih besar,” ujar Nining.

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Terhambatnya Pembangunan SDN 08 Air Punggur Yang Kondisinya Memprihatinkan

Selain fasilitas dan sarpras yang tidak memadai lanjut Nining, saat ini kondisi lahan sekolah tersebut juga tidak jelas. Karena diketahui, sekolah tersebut tidak memiliki sertifikat tanah. Padahal tanah tersebut merupakan tanah yang dihibahkan oleh perorangan. Bahkan akses jalan yang mengarah ke sekolah itu juga saat ini tidak ada. Karena keberadaan sekolah ada di tengah perkebunan kopi.

“Untuk status tanah juga saat ini bisa dikatakan sangketa. Karena orang yang menghibahkan tanah itu sudah meninggal, sedang anak dari orang yang menghibahkan tanah tersebut sulit ditemui. Jadi karena itulah pembangunan di sekolah tersebut sulit dilakukan,” jelas Nining.

- Advertisement -

Yang lebih mirisnya lagi dikatakan Nining, saat ini sekolah tersebut tidak bisa ditutup dan sulit untuk berkembang. Karena dengan jumlah siswa dibawah 60 siswa, seharusnya sekolah tersebut di regrouping ataupun di tutup. Akan tetapi karena tidak ada sekolah lain yang dekat wilayah Air Punggur itu, sekolah tidak mungkin ditutup.

“Jika sekolah ini ditutup, bagaimana dengan nasib anak yang ada di daerah tersebut. sementara untuk bersekolah di sekolah lain, tentu anak disekitar daerah tersebut tidak akan mampu. Jadi sudah bisa dipastikan, pembangunan di daerah tersebut akan lambat, bahkan tidak bisa dilakukan,” tutup Nining. (PB)

- Advertisement -
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Korupsi Pembangunan SPALD-S TA 2023, 2 Kadis Aktif dan 2 Kontraktor di Kepahiang jadi...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik...

Gelaran SANAKNET Qasidah Competition 2026 Rampung, Berikut Daftar Juaranya!

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Gelaran SANAKNET Qasidah Competition 2026 yang digelar oleh SANAKNET Event Organizer dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 15-16...

Detik-Detik Pembunuhan Lansia di Kepahiang Terungkap Dalam Rekonstruksi 38 Adegan, Korban Sempat Ucapkan “Lailahailallah”...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Rangkaian peristiwa yang menewaskan Agus Salim (70), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, kembali terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Sambut Hari Pahlawan, Dinsos Rejang Lebong Gotong-royong Bersihkan Makam Pahlawan

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November, Dinas Sosial (Dinsos) Rejang Lebong melaksanakan gotong-royong mengecat dan membersihkan...

Kepahiang

Korupsi Pembangunan SPALD-S TA 2023, 2 Kadis Aktif dan 2 Kontraktor...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik...

Bengkulu

TNI dan Kemendes PDT Gulirkan Karya Bhakti Skala Besar, Tiga Kabupaten di Wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong jadi Sasaran

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau kembali digencarkan. Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes...

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Berlanjut ke Tahap VII, Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun 5 Titik, Ini Lokasinya!

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong terus berlanjut. Memasuki bulan September 2026, ada lima titik jembatan...

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Mitra Kerjasama

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink