REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Peristiwa kebakaran hebat melanda Desa Sukarami, Kecamatan Kotapadang, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis 2 April 2026 dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Sebanyak empat unit rumah semi permanen berukuran 8 x 18 meter, 7 x 16 meter, 6 x 12 meter, dan 3 x 9 meter dilaporkan hangus terbakar pada kejadian tersebut. Seluruh bangunan diketahui memiliki konstruksi semi permanen, dengan bagian atas berbahan papan dan bagian bawah bata.
Adapun pemilik rumah warga yang terdampak yakni Sumardi (36), Sairul (33), Hurlani (54), dan Ramino (27), yang berprofesi sebagai petani dan merupakan warga Desa Sukarami. Dari empat bangunan tersebut, tiga unit rumah terbakar habis, sementara satu unit mengalami kerusakan pada bagian dapur.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api diduga berasal dari tiang kabel listrik yang kemudian menyambar ke rumah milik Sumardi dan merambat cepat ke tiga rumah lainnya yang berada berdekatan.
“Saksi melihat api pertama kali dari tiang kabel listrik, kemudian langsung menyambar ke rumah dan membesar dengan cepat,” ujar Kapolres Rejang Lebong Polda Bengkulu AKBP. Florentus Situngkir S.I.K, M.H, melalui Kasi Humas AKP Hasan Basri.
Kasi Humas menerangkan, warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api sambil memanggil pemilik rumah. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga kesulitan mengendalikan api sebelum petugas pemadam tiba.
“Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Kotapadang dan Padang Ulak Tanding dikerahkan ke lokasi, dibantu oleh masyarakat setempat,” terangnya.
Sementara itu diketahui, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp465 juta, termasuk kerusakan rumah beserta isinya, satu unit mobil jenis Xenia, serta satu unit sepeda motor.
Pihak kepolisian dari Polres Rejang Lebong telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Bahkan koordinasi juga dilakukan dengan pihak PLN terkait dugaan awal sumber api yang berasal dari jaringan listrik.
“Hingga saat ini, para korban belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian karena masih dalam kondisi terdampak pasca kejadian. Namun, penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab kebakaran secara pasti,” pungkasnya. (JP)
























