REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Perum BULOG mencatatkan tonggak penting dalam pengelolaan cadangan pangan nasional. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola BULOG secara nasional berhasil menembus angka 5 juta ton. Ini menjadi sebuah capaian strategis yang dinilai memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai upaya optimalisasi, mulai dari peningkatan serapan gabah petani dalam negeri hingga pembenahan sistem distribusi yang semakin efisien. Bahkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kelompok tani juga menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan beras di berbagai wilayah.
Pemimpin Cabang BULOG Rejang Lebong, A. Musalim Yudha, menjelaskan, capaian nasional yang diraih ini turut didukung oleh kontribusi daerah. Hingga 24 April 2026, BULOG Rejang Lebong telah menyerap sebanyak 1.187 ton setara beras dari hasil panen petani lokal, dengan total stok yang saat ini dikuasai mencapai 1.400 ton.
“Capaian stok 5 juta ton ini memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar. Kami di daerah juga terus berupaya maksimal menyerap hasil panen petani sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan,” ujar Yudha.
Di tingkat pusat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung kondisi stok beras di Gudang Filial BULOG Karawang. Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyampaikan apresiasi atas kinerja BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Dengan cadangan yang kuat, BULOG tidak hanya berfungsi sebagai stabilisator harga, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam ekosistem pangan nasional. Ketersediaan stok yang memadai memungkinkan pemerintah untuk lebih sigap dalam menjalankan berbagai program, seperti bantuan sosial pangan dan intervensi pasar guna menjaga daya beli masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh program-program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, baik sebagai penggerak utama maupun stabilisator pasar,” tambah Yudha.
Lebih lanjut dia menegaskan, capaian ini menjadi momentum penting bagi BULOG untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat peran strategisnya. Kolaborasi berkelanjutan dengan petani, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong terwujudnya kemandirian pangan nasional.
Dengan fondasi cadangan yang semakin kokoh, BULOG optimistis bahwa target swasembada dan kedaulatan pangan dapat dicapai secara berkelanjutan. Pencapaian stok 5 juta ton ini pun menjadi indikator positif bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan pangan di masa depan. (JP)
























