Dimana jika melihat dalam konteks nasional, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri secara umum memang mengalami penurunan.
Fenomena ini dapat dilihat dari banyaknya kritik dan satire yang beredar di media sosial, yang secara langsung menyentil institusi kepolisian.
Bahkan kata Dio, penurunan kepercayaan ini juga tidak terlepas dari sejumlah kasus besar yang mencuat beberapa bulan terakhir, baik yang melibatkan oknum maupun institusi Polri itu sendiri, mulai dari kekerasan terhadap demonstran, kasus asusila oleh oknum polisi, hingga lambannya penanganan perkara yang mendapat perhatian luas.
“Situasi semacam ini pada akhirnya menimbulkan persepsi di tengah masyarakat bahwa penegakan hukum seringkali tidak berjalan secara adil dan konsisten. Oleh sebab itu, kami berharap kedepannya ada perbaikan nyata, transparansi, serta konsistensi dalam penegakan hukum yang menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap Polri, termasuk Polres Rejang Lebong, bisa kembali pulih,” pungkasnya.
Tanggapan Praktisi Hukum Terkait Kinerja Polres Rejang Lebong























