Selasa, September 8, 2026

Tragedi di Bentang Alam Seblat : Seekor Harimau Sumatera Mati, Ancaman Kepunahan Kian Nyata, Siapa Yang Bertanggungjawab?

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM – Tragedi ekologis kembali terjadi di wilayah konservasi Provinsi Bengkulu. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di aliran anak sungai wilayah Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, pada 30 April 2026 lalu.

Satwa langka yang merupakan salah satu predator puncak di Pulau Sumatera itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan Bentang Alam Seblat, tepatnya di area Hutan Produksi (HP) Air Teramang. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu habitat penting tersisa bagi Harimau Sumatera di Bengkulu.

- Advertisement -

Kematian harimau ini kembali menjadi alarm keras bagi kondisi konservasi satwa liar di Indonesia, khususnya di Bentang Alam Seblat yang terus mengalami tekanan akibat aktivitas manusia.

Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung periode 2020 hingga 2025, populasi Harimau Sumatera di tiga bentang alam utama Provinsi Bengkulu diperkirakan kini hanya tersisa sekitar 42 individu.

Koordinator Tiger Heart Bengkulu, Rahmat Novan Ismadi menilai, peristiwa tersebut bukan sekadar kematian satu individu harimau, melainkan dampak nyata dari kerusakan ekosistem yang terus berlangsung.

“Kematian harimau ini tidak berdiri sendiri. Ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan lingkungan yang selama ini terus terjadi. Kita tidak bisa lagi melihatnya sebagai insiden biasa,” ujar Rahmat, Senin 4 Mei 2026.

- Advertisement -

Menurutnya, tekanan terhadap habitat alami Harimau Sumatera di Bentang Alam Seblat semakin tinggi akibat perambahan hutan dan pembukaan lahan yang terus meluas. Kondisi itu menyebabkan ruang jelajah satwa semakin sempit dan memicu meningkatnya potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Bentang Alam Seblat saat ini berada dalam tekanan luar biasa. Hutan yang seharusnya menjadi rumah aman bagi satwa liar justru terus mengalami kerusakan. Ketika habitat menyusut, harimau kehilangan ruang hidup, kehilangan sumber mangsa, dan akhirnya kehilangan peluang untuk bertahan hidup,” katanya.

- Advertisement -

Rahmat juga menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap berbagai aktivitas ilegal di kawasan hutan. Ia menilai, pembiaran yang terjadi selama ini menjadi salah satu faktor utama rusaknya ekosistem di wilayah tersebut.

“Kita masih melihat aktivitas perambahan dan pembukaan lahan ilegal terus berlangsung tanpa penindakan yang tegas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ancaman terhadap keberlangsungan Harimau Sumatera akan semakin besar,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, setiap kematian Harimau Sumatera memiliki dampak serius terhadap keberlanjutan populasi satwa yang kini berada di ambang kepunahan.

“Dengan jumlah populasi yang sangat terbatas, kehilangan satu individu saja sangat berarti. Ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan spesies Harimau Sumatera,” tutup Rahmat.

Sekadar informasi, saat ini Harimau Sumatera telah berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status tersebut menunjukkan bahwa spesies ini menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar apabila tidak ada langkah perlindungan yang serius dan berkelanjutan.

Tragedi kematian harimau di Bentang Alam Seblat menjadi pengingat bahwa upaya perlindungan satwa liar tidak bisa dilakukan setengah hati. Diperlukan komitmen nyata dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, hingga masyarakat, untuk menjaga kelestarian hutan yang menjadi rumah terakhir sang raja rimba. (red)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

0
BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

Ancaman Abrasi Kian Nyata, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove di Pondok Kelapa

0
BENGKULUTENGAH, ASPIRASITERKINI.COM - Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi perhatian serius masyarakat dan berbagai elemen pemerhati...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Menuju Kabupaten Sehat, Rejang Lebong Terus Percepat Pemenuhan Data Indikator Untuk...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong saat ini kembali mempercepat proses pemenuhan data indikator untuk penilaian Kabupaten/Kota Sehat. Pembahasan soal percepatan itu...

Kepahiang

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Bengkulu

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

Kodam XXI/Radin Inten Siap Kawal Percepatan Pembangunan Desa di Provinsi Bengkulu

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan di...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id