REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Rejang Lebong berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Ribuan warga memadati halaman Gedung Olahraga (GOR) untuk menyerbu sembako murah yang dijual pada giat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bulog, dan unsur Forkopimda, Jum’at 1 Mei 2026.
Mengusung tema “Pekerja Sejahtera, Pangan Terjaga, Ekonomi Berjaya”, kegiatan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Sejak pagi, warga tampak antre untuk mendapatkan beras, gula, hingga minyak goreng dengan harga terjangkau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setdakab Rejang Lebong Titin Verayensi, Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, S.I.K, M.H, Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong A Musalim Yudha, perwakilan Kodim 0409/Rejang Lebong, Ketua DPC KSPSI Rejang Lebong Edi Sarmiki SH, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Ketua DPC KSPSI Rejang Lebong, Edi Sarmiki SH, mengatakan, momentum Hari Buruh tahun ini sengaja diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada pekerja dan masyarakat luas.
Disampaikannya, saat ini terdapat sekitar 7.000 anggota SPSI di Rejang Lebong yang tengah dalam proses pendataan. Karena itu, pihaknya ingin May Day tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dalam rangka Hari Buruh 2026, kami menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Harapan kami kedepannya para pekerja di Rejang Lebong bisa bekerja lebih layak dan terjalin kolaborasi yang kuat bersama pemerintah daerah,” ujar Edi.
Dia menegaskan, KSPSI merupakan organisasi independen dan tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Karena itu pihaknya berharap, peringatan May Day di Rejang Lebong dapat digelar lebih besar dan meriah dengan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong, A Musalim Yudha, memastikan stok bahan pangan yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah mencukupi untuk masyarakat.
Dia menjelaskan, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar maupun Harga Eceran Tertinggi (HET), di antaranya beras SPHP seharga Rp58 ribu per kemasan, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, dan Minyakita Rp15 ribu per liter.
“Beras SPHP yang biasanya dijual Rp60 ribu, hari ini kami jual Rp58 ribu. Kami pastikan stok cukup sehingga masyarakat yang datang semuanya bisa mendapatkan kebutuhan pokok,” jelasnya.
Disisi lain Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensi, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, organisasi pekerja, Bulog, dan Forkopimda dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperingati Hari Buruh.
Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menekan inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat.
“Selamat Hari Buruh 2026 khususnya bagi seluruh pekerja di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama SPSI, Bulog, dan Forkopimda dalam menjaga ketersediaan pangan serta mengendalikan inflasi,” katanya.
Dia berharap, tema May Day tahun ini benar-benar dapat diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan pekerja, stabilitas pangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin baik.
Tak hanya pasar murah, Polres Rejang Lebong juga menghadirkan sejumlah layanan publik gratis bagi masyarakat. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis dan pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kapolres Rejang Lebong AKBP F Situngkir mengatakan, keterlibatan Polres dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat pada momentum May Day.
“Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain berburu sembako murah, warga juga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dan perpanjangan SIM. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” singkatnya. (JP)
























