REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Meski sudah melampaui capaian di tahun sebelumnya, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Rejang Lebong masih jauh dari target.
Pada tahun 2025 kemarin, target PAD yang ditetapkan untuk sektor pariwisata sebesar Rp 245 juta. Namun hingga akhir tahun, PAD yang berhasil dikumpulkan dari sektor pariwisata hanya diangka Rp 164 juta atau sekitar 67,1 persen.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong Riki Irawan menyampaikan, ada beberapa alasan kenapa PAD pada sektor pariwisata belum bisa maksimal seperti yang diharapkan. Pertama karena capaian PAD tersebut hanya bersumber dari dua objek wisata unggulan milik daerah, yakni Danau Mas Harun Bastari (DMHB) dan Suban Air Panas. Kedua karena adanya penutupan dan pembatasan aktivitas di dua kawasan strategis tersebut, sehingga berdampak langsung terhadap penurunan potensi pendapatan daerah dari retribusi wisata.

“Suban Air Panas sempat ditutup cukup lama kemarin. Sementara kawasan Diklat Danau Mas juga mengalami alih fungsi, karena tahun ini mulai digunakan sebagai Sekolah Garuda. Sedangkan untuk PAD dari tempat wisata swasta lainnya belum bisa diakomodir dan diserap,” ujar Riki.
Namun meski begitu kata Riki, jumlah pengunjung maupun wisatawan yang masuk ke Rejang Lebong meningkat drastis dibanding tahun 2024 lalu, khusunya saat hari besar maupun libur Nataru kemarin. Meski hal itu belum bisa mendongkrak PAD tuturnya, setidaknya kehadiran para pengunjung yang meningkat pesat dapat menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar yang ada di dekat lokasi wisata.
“Peluang di tahun 2026 ini sangat bagus untuk sektor wisata. Karena itu kita akan bekerjasama menggandeng tempat wisata milik swasta, untuk membantu mendongkrak PAD Kabupaten Rejang Lebong. Karena berdasarkan data yang ada, ada sebanyak 99 wisata berpotensi yang tersebar di desa-desa Kabupaten Rejang Lebong,” terang Riki.
Disamping itu dia menegaskan, karena PAD yang dikumpulkan dalam beberapa tahun ini belum maksimal. Pihaknya akan melakukan evaluasi bersama leading sektor lainnya untuk sama-sama mendongkrak PAD sektor pariwisata di Rejang Lebong pada tahun 2026 ini.
“Perlahan tapi pasti, lokasi-lokasi wisata berpotensi yang ada di Rejang Lebong akan kita jajaki. Kita akan tingkatkan kerjasama dengan mereka, agar menghidupkan perekonomian masyarakat melalui sektor wisata. Apalagi hal ini juga selaras denan visi misi bupati dan wakil bupati, untuk menjadikan Kabupaten Rejang Lebong sebagai kabupaten wisata di Provinsi Bengkulu,” pungkasnya. (JP)













































