REJANG LEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Tipe A (TTA) Simpang Nangka melonjak tajam melampaui capaian tahun sebelumnya. Lonjakan ini tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah bus yang masuk dan keluar, tetapi juga membludaknya jumlah penumpang dalam waktu bersamaan.
Kondisi tersebut menjadi indikator kuat bahwa mobilitas masyarakat tahun ini jauh lebih tinggi seiring panjangnya masa libur Lebaran. Namun di sisi lain, peningkatan drastis ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola terminal dalam menjaga kualitas pelayanan.
Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) TTA Simpang Nangka, Edi Azhari, S.E, M.M menyampaikan, tahun ini memang terjadi lonjakan signifikan pada arus mudik lebaran. Penumpang yang keluar masuk TTA Simpang Nangka jauh melebihi ekspetasi yang diperkirakan.
“Peningkatan jumlah penumpang cukup drastis di TTA Simpang Nangka, baik dari sisi kedatangan maupun keberangkatan penumpang,” ujar Edi, Kamis 19 Maret 2026.
Dia menjelaskan, berdasarkan data terbaru jumlah kedatangan penumpang tercatat mencapai 1.837 orang dengan 99 unit bus. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatat 323 penumpang dengan 32 bus.
Sementara itu, untuk keberangkatan, jumlah penumpang menembus 2.112 orang dengan 124 bus. Bandingkan dengan tahun lalu yang hanya 735 penumpang dan 53 bus.
“Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas yang sangat signifikan, terutama pada rute antarprovinsi. Kedatangan penumpang didominasi dari Pulau Jawa, sedangkan keberangkatan mayoritas menuju berbagai wilayah di Sumatera,” terang Edi.
Dia juga menegaskan, untuk mengantisipasi lonjakan, pihak terminal akan memaksimalkan keberadaan posko angkutan Lebaran. Posko ini difungsikan sebagai pusat informasi, layanan pengaduan, serta bantuan bagi pemudik.
“Posko ini menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pelayanan selama arus mudik. Kita juga akan memastikan, layanan di TTA Simpang Nangka bisa lebih maksimal,” sampainya.
Tak hanya itu tambah Edi, posko juga dijadikan pusat koordinasi antarpetugas guna memantau aktivitas kendaraan dan penumpang secara langsung di lapangan.
Bahkan di tengah padatnya arus mudik, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Pihak terminal melakukan ramp check secara berkala terhadap bus yang akan beroperasi.
Pemeriksaan meliputi kondisi rem, lampu, ban, hingga kelengkapan administrasi kendaraan. Bus yang tidak layak jalan diminta untuk segera diperbaiki sebelum kembali beroperasi.
“Kami juga memastikan setiap bus yang berangkat dalam kondisi layak, karena ini menyangkut keselamatan penumpang,” tegas Edi.
Lebih lanjut dia menambahkan, pengelola terminal juga menggandeng pihak kepolisian dan instansi terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama arus mudik berlangsung.
“Kita menyadari, arus mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga ujian nyata bagi kesiapan sistem transportasi dalam melayani masyarakat secara optimal. Karena itu semua layanan akan kita lakukan secara optimal,” tutupnya. (JP)
























