SUNGAIPENUH, ASPIRASITERKINI.COM – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Sungai Penuh mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah kota.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Aspirasi Terkini, kelangkaan gas bersubsidi yang dikenal dengan sebutan “gas melon” itu sudah dirasakan warga dalam sepekan terakhir. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas di pangkalan maupun pengecer dalam beberapa waktu tersebut.
Selain sulit didapat, harga gas elpiji 3 kilogram juga dilaporkan mengalami kenaikan cukup signifikan di tingkat pengecer. Jika pada kondisi normal harga gas berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung, namun saat ini di beberapa tempat harga tembus hingga Rp35.000 per tabung.
“Saat ini gas 3 kilogram susah didapat pak, kami sudah mutar-mutar mencarinya. Kalaupun ada harganya sudah diangka Rp35.000 per tabung,” ungkap salah seorang warga, Selasa 10 Maret 2026.
Dia juga menjelaskan, gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, baik untuk keperluan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan minuman. Kondisi kelangkaan ini pun dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terlebih menjelang hari raya ketika kebutuhan konsumsi meningkat.
“Kami menduga adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang sengaja melangkaan gas subsidi untuk memanfaatkan momentum menjelang Lebaran. Karena itu mohon untuk di kroscek dan ditindaklanjuti,” terangnya.
Warga lainnya pun mengatakan, pola kelangkaan gas menjelang hari besar keagamaan bukanlah hal baru. Mereka menilai praktik lama yang diduga dilakukan oleh “mafia gas subsidi” masih saja terjadi untuk mendorong kenaikan harga di pasaran.
Karena itu mereka berharap, pemerintah daerah serta pihak terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi gas elpiji 3 kilogram agar pasokan kembali normal dan harga tidak semakin melonjak.
“Kami harap aparat juga diminta untuk menindak tegas jika ditemukan adanya penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat. Sebagai barang bersubsidi, distribusi gas elpiji 3 kilogram seharusnya lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan energi tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Zakaria)
























