REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu menjalin sinergi dan membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus memperluas publikasi potensi unggulan daerah.
Pembahasan tersebut dibahas secara langsung dalam pertemuan antara Ketua JMSI Bengkulu, Dedi Hardiansyah Putra, bersama jajaran pengurus dengan Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP, M.Si, di Kantor Pemda Rejang Lebong, Selasa 9 Juni 2026.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dimana selain mempererat silaturahmi, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat, terutama terkait pengembangan sektor pariwisata, promosi daerah, dan penyebarluasan informasi pembangunan yang positif kepada masyarakat.
Ketua JMSI Bengkulu, Dedi Hardiansyah Putra, menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda roadshow kepengurusan JMSI Bengkulu yang baru dilantik ke seluruh kepala daerah di Provinsi Bengkulu. Agenda itu tidak hanya bertujuan memperkenalkan kepengurusan baru, tetapi juga membangun kemitraan yang lebih kuat antara perusahaan media siber anggota JMSI dengan pemerintah daerah.
Menurut Dedi, media memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“JMSI Bengkulu berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan melalui informasi yang konstruktif. Salah satu sektor yang memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan adalah pariwisata,” ujar Dedi.
Dia menilai, kekayaan alam, budaya, sejarah, hingga kuliner yang dimiliki daerah-daerah di Bengkulu perlu dipublikasikan secara lebih luas agar mampu menarik minat wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Pemberitaan yang berkualitas dan berkelanjutan dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat nasional, bahkan mancanegara,” jelasnya.
Dedi juga menyampaikan, JMSI Bengkulu akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda perdana kepengurusan JMSI Bengkulu periode terbaru, sekaligus forum untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan.
Tak hanya berfokus pada agenda internal organisasi, Rakerda tersebut juga dirancang menjadi momentum promosi daerah. JMSI Bengkulu berencana mengintegrasikan kegiatan organisasi dengan promosi destinasi wisata unggulan serta deklarasi Media Ramah Wisata.
“Konsep tersebut diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama perusahaan media dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui publikasi yang informatif, inspiratif, dan mampu meningkatkan daya tarik destinasi wisata daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menyambut positif inisiatif dan langkah kolaboratif yang ditawarkan JMSI Bengkulu. Dia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan media memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan, terutama dalam memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki daerah kepada publik yang lebih luas.
Menurut Hendri, Kabupaten Rejang Lebong memiliki beragam destinasi wisata yang layak menjadi tujuan wisata unggulan di Provinsi Bengkulu. Mulai dari wisata alam pegunungan, air terjun, perkebunan, hingga kekayaan budaya dan sejarah yang menjadi identitas masyarakat setempat. Namun meski begitu kata dia, potensi besar tersebut membutuhkan dukungan promosi yang berkelanjutan agar semakin dikenal oleh wisatawan dari berbagai daerah.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan JMSI Bengkulu. Pemerintah daerah terbuka untuk bekerja sama dalam berbagai program yang mendukung promosi daerah dan pemberdayaan sektor pariwisata. Termasuk mendukung pelaksanaan Rakerda JMSI Bengkulu di Rejang Lebong,” kata Hendri.
Dia berharap, kolaborasi yang terjalin tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
“Ini merupakan gagasan yang menarik, karena itu sudah sewajarnya untuk dibahas lebih lanjut,” singkatnya. (JP)


























