Rabu, September 9, 2026

Hutan Dunia di Titik Kritis Usai COP30, LindungiHutan Ajak Publik Bergerak di Hari Pohon Internasional

Jakarta, 21 November 2025 — Peringatan Hari Pohon Internasional pada 21 November tahun ini hadir di tengah peringatan keras dari COP30 yang baru berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam forum itu, para ilmuwan dan pemimpin global menegaskan bahwa dunia berada pada “fase genting” krisis iklim. Tahun ini kembali tercatat sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah, kebakaran hutan meningkat, permukaan laut terus naik, dan ekosistem kritis dari Amazon hingga Asia Tenggara berada di ambang keruntuhan.

Sinyal bahaya itu tidak lagi jauh. Indonesia, notabene negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, ikut merasakan dampaknya. Pesisir yang hilang, cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, hingga rusaknya ekosistem mangrove dan hutan dataran rendah menjadi alarm keras bahwa upaya mitigasi tidak bisa menunggu kebijakan global semata. Dibutuhkan gerakan kolektif yang dimulai hari ini, dimulai dari masyarakat, dimulai dari satu pohon.

- Advertisement -

Hari Pohon Internasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum pengingat bahwa pohon adalah pertahanan alam terakhir kita. COP30 menegaskan bahwa tanpa restorasi hutan dalam skala besar, target pengendalian pemanasan global di bawah 1,5°C nyaris mustahil tercapai. Dunia membutuhkan miliaran pohon baru dalam satu dekade ke depan, dan Indonesia memegang peran penting dalam upaya itu.

Untuk menjawab urgensi tersebut, LindungiHutan mengajak masyarakat untuk memperingati Hari Pohon Internasional dengan cara paling bermakna: ikut menanam pohon melalui kampanye penghijauan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Aksi ini bukan hanya simbol kepedulian lingkungan, tetapi kontribusi nyata untuk memperlambat krisis iklim melalui penyerapan karbon, pemulihan biodiversitas, dan perlindungan ruang hidup masyarakat lokal.

Melalui platform LindungiHutan, siapa pun, individu, komunitas, hingga perusahaan dapat terlibat dalam penanaman pohon yang dikelola secara transparan melalui laporan perkembangan berkala. Hingga saat ini, gerakan bersama tersebut telah membantu memulihkan ekosistem pesisir, memperbaiki lahan kritis, serta membuka peluang ekonomi hijau bagi masyarakat di sekitar lokasi penanaman.

Pohon yang ditanam hari ini adalah naungan yang menyelamatkan generasi esok. Peringatan Hari Pohon Internasional menjadi pengingat bahwa waktu kita tidak panjang, tetapi tindakan kolektif mampu mengubah jalannya krisis. LindungiHutan mengundang publik untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik: menanam, merawat, dan melindungi masa depan Bumi melalui aksi nyata.

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Surat Tak Digubris, Bupati Kepahiang Panggil BPN dan Desak Kejelasan Terkait Penataan Lahan Eks...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kesabaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam menunggu kepastian terkait penataan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT TUM seluas 116 hektare...

Nota Perlawanan Kandas di Putusan Sela, Advokat Terdakwa Investasi Bodong di Rejang Lebong Tetap...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Perlawanan kuasa hukum dua terdakwa dalam perkara dugaan investasi bodong di Kabupaten Rejang Lebong kandas di meja hijau. Dalam agenda putusan...

120 Titik KDKMP Rampung, Kodim 0409/Rejang Lebong Targetkan 45 Titik Tuntas di Akhir September

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong memasuki fase akhir. Dari total 165 titik pembangunan, sebanyak...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Terindikasi Judol, Ratusan Rekening Penerima Bansos di Rejang Lebong Diblokir PPATK

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Ratusan rekening milik penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu baru-baru ini diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis...

Kepahiang

Surat Tak Digubris, Bupati Kepahiang Panggil BPN dan Desak Kejelasan Terkait...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kesabaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam menunggu kepastian terkait penataan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT TUM seluas 116 hektare...

Bengkulu

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

Kodam XXI/Radin Inten Siap Kawal Percepatan Pembangunan Desa di Provinsi Bengkulu

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan di...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id