REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Masih ingatkah kalian dengan kasus pembunuhan sadis yang dialami Resmareta (23), gadis muda asal Kelurahan Dwi Tunggal Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong yang sempat menjadi berita nasional. Hingga saat ini kasus tersebut masih abu-abu dan menjadi misteri bahkan hampir terlupakan oleh publik. Namun meski begitu, pihak keluarga korban masih berharap agar kasus tersebut segera tuntas dan terungkap siapa pelakunya.
Diketahui, sejak kepergian almarhumah pihak keluarga selalu rutin berkunjung ke Mapolres Rejang Lebong seminggu sekali. Hal itu dilakukan hanya untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan kasus pembunuhan Resmareta. Hanya saja upaya tersebut seakan menjadi sia-sia, lantaran belum ada informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Jika menilik dari waktu kejadian, saat ini kasus pembunuhan Resmareta sudah berlalu hampir 7 bulan atau hampir pergantian tahun. Pihak keluarga pun kerap mempertanyakan kinerja polisi dalam menangani kasus pembunuhan sadis yang menimpa Resmareta.
“Sejak kepergian adik saya, ibu dan bapak saya selalu ke Mapolres Rejang Lebong untuk mendapatkan informasi perkembangan kasus pembunuhan Resmareta. Namun pihak kepolisian hanya menjawab sabar dan sabar. Bahkan kami seakan disalahkan, karena kasus adik kami ini selalu diangkat ke media,” ungkap Izal yang merupakan kakak kandung dari Resmareta, Senin 29 Desember 2025.
Dia juga kecewa dengan pihak kepolisian, karena sampai saat pihak kepolisian belum juga bisa mengungkap identitas pelaku. Bahkan dia menyayangkan, karena tetangganya baru dipanggil belum lama ini untuk menjadi saksi. Sedangkan kata dia, pihak kepolisian menganggap keluarganya lah yang seakan menghalangi tetangga untuk menjadi saksi.
“Sudah hampir 7 bulan, tapi belum juga informasi terkait identitas pelaku. Kami berpikir polisi tidak serius menangani kasus adik kami ini, karena kami orang susah yang tidak memiliki kemampuan,” tuturnya dengan penuh rasa kecewa.
Namun meski begitu dia masih berharap, agar pihak kepolisan dapat mengungkap dan membongkar kasus ini hingga tuntas. Karena menurutnya, jajaran kepolisian Polres Rejang Lebong dikenal memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi dalam menegakkan keadilan bagi masyarakat di Rejang Lebong.
“Kami sekeluarga masi berharap, agar kasus ini segera tuntas. Kasihan ibu dan bapak saya yang masih belum tenang memikirkan kepergian Resmareta dengan cara yang sadis ini,” harapnya.
Untuk diketahui, sebelumnya kasus pembunuhan Resmareta ini banyak mendapat sorotan dari publik. Bahkan ratusan mahasiswa sempat mendesak APH agar segera mengusut tuntas kasus pembunuhan ini, pada aksi demonstrasi yang sempat digelar di depan Gedung DPRD Rejang Lebong beberapa waktu lalu.
Sekedar mengulas, Resmareta (23) gadis muda asal Rejang Lebong ini ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rumah yang ada di Kelurahan Dwi Tunggal Kecamatan Curup Rejang Lebong, Selasa 10 Juni 2025 sekira pukul 13.30.
Jasadnya terbujur kaku dalam kondisi tragis dengan 4 luka tusukan di bagian leher, serta 1 luka tusukan di bagian perut.
Informasi terhimpun, pada hari Selasa 10 Juni 2025 sekira 12.27 wib, salah satu teman korban yang bernama Alwin curiga terjadi sesuatu terhadap korban.
Dimana sebelum kejadian, korban baru saja mengobrol secara online melalui aplikasi discord bersama dirinya.
Saat sedang live discord, Alwin mendengar korban berkata “ngapoin kau kesiko” kepada seseorang yang diduga pelaku. Karena setelah korban berkata seperti itu tiba-tiba suara korban hilang dan tak terdengar lagi. Saat itulah Alwin yang khawatir langsung menelpon teman korban yang bernama Aisyah Maharani (23) warga Talang Benih Kecamatan Curup agar mengecek kondisi korban kerumahnya.
Kekhawatiran Alwin pun ternyata benar, saat Aisyah bersama temannya Nabila Chairunisa (23) warga Karang Anyar Kecamatan Curup Timur tiba di rumah korban, mereka melihat pintu rumah korban setengah terbuka, serta melihat bercak darah dikeset teras.
Selain itu korban pun terlihat sudah berada disudut dengan tangan dan kaki mengeluarkan darah dan berlumuran di dinding ruang tamu.
Melihat kejadian tersebut, Aisyah dan Nabila langsung memanggil warga sekitar rumah korban untuk meminta pertolongan.
Dimana dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, diduga kuat korban kenal dengan pelaku.
Hal itu lantaran karena pelaku bisa dengan mudah masuk kerumah korban hingga nekat melakukan pembunuhan dengan cara menusuk korban menggunakan senjata tajam (Sajam).
Selain itu berdasarkan pengecekan di TKP, terdapat sejumlah luka tusuk pada tubuh korban, 4 luka tusukan di bagian leher, dan 1 luka tusukan di bagian perut korban,” sampai Kasi Humas.
Bahkan tak hanya itu, dari informasi saksi dan tetangga sekitar rumah korban, pada saat kejadian korban sedang sendirian.
Sedangkan Ayah, ibu dan kakak kandung korban sedang berada di kebun miliknya yang ada di Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang.
Sementara di lokasi kejadian juga tidak ditemukan laptop yang digunakan korban pada saat Voice call Discord bersama dengan Alwin. (JP)













































