Dayek juga menyebut, dahulu lingkungan sekolah tertata rapi dan memiliki jumlah siswa yang besar, namun kini jumlah peserta didik hanya sekitar 200 orang, turun drastis dari sebelumnya yang mencapai 700 orang.
“Tentu hal ini bisa menunjukkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Kondisi lingkungan pun tidak terurus, bahkan dipenuhi semak belukar,” ungkapnya.
Selain itu tambah Dayek, dia juga menyoroti terkait pengelola usaha fotokopi yang merasa dirugikan oleh pihak SMKN 2 Rejang Lebong, padahal menurutnya pembayaran operasional bisa ditanggung dengan dana BOS yang ada.
Sementara faktanya, sekolah yang bersangkutan memiliki banyak utang oleh fotokopi yang ada tersebut.
“Belum lama ini ada pemilik fotokopi yang mengeluhkan utang SMKN 2 Rejang Lebong yang tak kunjung dibayar meski dana BOS telah cair kepada saya. Karena itu menurut saya, persoalan penggunaan Dana BOS di sekolah yang bersangkutan perlu diaudit ulang. Kami pun siap mengawal persoalan ini, baik sebagai anggota dewan maupun sebagai alumni,” tutupnya. (JP)























