Apalagi kata Dayek, baru-baru ini dirinya sudah melihat secara langsung kondisi sekolahnya itu yang nampaknya kurang terurus dan mengalami kemerosotan.
“Saya turut prihatin dengan polemik yang terjadi saat ini, kalau itu memang benar adanya, kasihan para siswanya. Apalagi permasalahan yang timbul ini sudah menyebar kemana-mana,” ujar Dayek.
Mengenai polemik yang sedang terjadi ini kata Dayek, dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Pendidikan bisa segera turun tangan dan menindaklanjuti laporan yang sudah diterimanya sejak beberapa bulan lalu.
Karena menurut Dayek, sejumlah permasalahan yang muncul baik dari internal sekolah maupun para siswa ini tentu bukan hanya di tahun ini saja, tapi sudah berlarut-larut dan harus segera di evaluasi.
“Jika persoalan antar guru di SMKN 2 Rejang Lebong ini dibiarkan berlarut-larut, maka proses belajar mengajar akan terganggu dan tidak berjalan maksimal. Saya juga sudah menyampaikan hal ini ke Sekda Provinsi Bengkulu. Karena jika persoalan ini dibiarkan, akan berdampak pada kualitas pendidikan yang ada,” tutur Dayek.























