REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Nasib malang dialami Bahrul Mukminin (60), seorang juru parkir (jukir) di Rejang Lebong yang merupakan warga Desa Sumber Bening Kecamatan Selupu Rejang. Niat baiknya untuk membantu warga justru berujung duka bagi keluarga.
Bahrul dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam siring air yang berada di depan Toko H. Ali Emi, kawasan Pasar Atas, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Curup Tengah, Jumat 10 April 2026 sekira pukul 16.30 wib.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat korban bersama sejumlah warga bergotong royong membersihkan siring yang tersumbat sampah di sepanjang deretan toko. Korban kemudian masuk ke dalam saluran air tersebut dengan tujuan mengangkat sampah yang menyumbat aliran.
Namun setelah beberapa saat, korban tak kunjung keluar dari dalam siring. Warga yang mulai khawatir berusaha memanggil korban namun tidak mendapatkan jawaban.
“Sudah dipanggil berkali-kali, tapi tidak ada respons. Kami pun langsung panik,” ujar Prio Santoso (50), salah seorang saksi di lokasi.
Warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan masuk ke dalam siring. Sehingga korban pun akhirnya ditemukan dan langsung ditarik keluar dengan memegang bagian kakinya. Namun, saat berhasil dievakuasi, kondisi korban sudah lemas dan tidak berdaya.
Korban yang sempat dilarikan ke Klinik Kaisar untuk mendapatkan pertolongan medis tak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia.
Disisi lain Irwandi (42) yang merupakan saksi lainnya mengungkapkan, bahwa suasana di lokasi langsung berubah menjadi haru setelah kejadian tersebut.
“Beliau orangnya suka membantu. Kami semua tidak menyangka akan terjadi seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu Kapolres Rejang Lebong Polda Bengkulu AKBP. Florentus Situngkir, S.I.K, M.H melalui Kasi Humas Hasan Basri membiarkan adanya peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kehabisan oksigen saat berada di dalam siring yang sempit, serta kemungkinan menelan air dalam jumlah banyak. “Kondisi saluran yang tertutup dengan sirkulasi udara terbatas diduga menjadi faktor penyebab utama,” singkatnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di ruang sempit, khususnya saluran air tertutup yang berpotensi membahayakan keselamatan. (JP)
























