Kamis, September 17, 2026

Tuai Polemik, Pembentukan Panitia Pemilihan Ketua BMA Rejang Lebong jadi Sorotan : Warga Lembak Protes Tak Dilibatkan

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Proses pembentukan panitia pemilihan Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong menuai polemik dan jadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tidak transparan dan berpotensi menabrak mekanisme yang seharusnya.

Polemik mencuat setelah panitia pemilihan dibentuk tanpa kejelasan dasar hukum yang kuat. Situasi ini semakin memanas lantaran anggota BMA petahana turut terlibat dalam pembentukan panitia, bersamaan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2021–2026.

- Advertisement -

Ketua BMA Rejang Lebong, Ir. H. Ahmad Faizir, MM menyampaikan, dirinya secara terbuka mempertanyakan legitimasi pembentukan panitia tersebut. Dia menegaskan, langkah Dikbud justru memicu penolakan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas adat Lembak yang merasa diabaikan dalam proses tersebut.

“Lembak adalah bagian dari Kabupaten Rejang Lebong. Mereka harus dilibatkan dan tidak seharusnya ditinggalkan dalam proses penting seperti ini,” tegas Faizir.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai dasar hukum maupun kewenangan Dikbud dalam menginisiasi pembentukan panitia pemilihan Ketua BMA. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan cacat prosedur dalam tahapan pemilihan.

Faizir juga mengungkapkan, sebelumnya terdapat surat disposisi dari bupati nonaktif yang mengarahkan agar proses pergantian kepengurusan BMA dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, implementasi di lapangan justru dinilai menyimpang dari semangat tersebut.

Tak hanya itu, pihak BMA mengaku telah tiga kali melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong guna meminta kejelasan. Namun hingga kini, belum ada tanggapan yang diberikan.

“Kami sudah melayangkan surat sebanyak tiga kali, tapi belum ada respons. Ini yang turut kami sesalkan,” ujarnya.

- Advertisement -

Di sisi lain, Dikbud Rejang Lebong diketahui telah lebih dahulu membentuk panitia bahkan membuka penjaringan bakal calon ketua, pasca berakhirnya masa jabatan pengurus periode 2021-2026 pada 16 Februari 2026 lalu.

Namun sayangnya, Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi, M.Pd, tidak banyak berkomentar saat dikonfirmasi terkait polemik yang berkembang.

Sehingga dengan minimnya penjelasan dari pihak terkait tersebut, justru memperbesar kecurigaan publik. Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan munculnya dualisme dalam proses pemilihan Ketua BMA, yang berpotensi memicu konflik internal serta melemahkan legitimasi lembaga adat.

Disisi lain pengamat menilai, pemerintah daerah tidak bisa lagi bersikap pasif. Diperlukan langkah tegas dan transparan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, serta melibatkan seluruh unsur masyarakat adat secara adil.

Jika polemik ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap institusi adat akan terkikis, dan stabilitas sosial di Rejang Lebong ikut terdampak. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Misteri Kematian Pelajar di Telaga Hijau Kepahiang: Dua Teman Tongkrongan Korban Ditetapkan jadi Tersangka,...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Misteri kematian Rehan Gustiawan (16), pelajar asal Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang ditemukan tidak bernyawa di dasar Telaga Hijau, akhirnya mulai...

Prestasi Membanggakan!!! Siswa MIM 10 Karang Anyar Raih Juara 1 OMI Tingkat Kabupaten, Siap...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 10 Karang Anyar Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Kali ini, prestasi tersebut datang dari...

Jembatan Perintis Garuda di Air Rusa Rampung, Akses Pendidikan dan Pertanian Semakin Mudah: Warga...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Harapan masyarakat Desa Air Rusa, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, untuk memiliki akses penghubung yang lebih layak akhirnya terwujud....

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Jadi Rest Area Selama Libur Nataru, UPPKB PUT Sediakan Posko Layanan...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), UPPKB PUT dijadikan sebagai rest area bagi para pengendara yang mudik. Hal ini sesuai...

Kepahiang

Misteri Kematian Pelajar di Telaga Hijau Kepahiang: Dua Teman Tongkrongan Korban...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Misteri kematian Rehan Gustiawan (16), pelajar asal Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang ditemukan tidak bernyawa di dasar Telaga Hijau, akhirnya mulai...

Bengkulu

TNI dan Kemendes PDT Gulirkan Karya Bhakti Skala Besar, Tiga Kabupaten di Wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong jadi Sasaran

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau kembali digencarkan. Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes...

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Berlanjut ke Tahap VII, Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun 5 Titik, Ini Lokasinya!

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong terus berlanjut. Memasuki bulan September 2026, ada lima titik jembatan...

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id