REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Sekolah Menengah Akhir (SMA) Negeri 1 Rejang Lebong kembali menggelar kegiatan SMANSA League 2026 yang menjadi agenda rutin sekolah, sekaligus menggelar pembukaan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat sekolah.
Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi antar kelas, tetapi juga menjadi sarana pencarian dan pembinaan atlet muda berbakat.
Pembukaan liga dan Seleksi O2SN ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala SMA Negeri 1 Rejang Lebong, Afrison, M.Pd, di lapangan sekolah, Jum’at 17 April 2026.
Afrison didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nusirwan, S.Pd serta Pembina OSIS Firson, S.Pd, menjelaskan, SMANSA League memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa sekaligus meningkatkan prestasi di bidang olahraga. Pihaknya berkomitmen, akan lebih gencar melakukan pembinaan olahraga pelajar dengan melakukan penjaringan bibit atlet berprestasi kebanggaan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai penting seperti sportivitas, disiplin, kerja keras, serta solidaritas. Ini juga menjadi wadah evaluasi pembinaan ekstrakurikuler sekaligus menjaring atlet potensial,” ujar Afrison.
Disampaikannya, pelaksanaan pertandingan dimulai tanggal 17 hingga 30 April 2026, dengan memanfaatkan Lapangan Caknas Kompi A Yonif 144 Jaya Yudha Curup sebagai lokasi utama pertandingan di luar jam belajar. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola dan bola voli, yang diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas.
“Setiap kelas tidak hanya mengirimkan tim, tetapi juga menghadirkan identitas unik melalui nama-nama kelompok yang kreatif, seperti Expando Three, Ataraxia, Hexgary Six, Evendrinous, Aponesipnose, Scifanor, Aetern Six, Albavostra, Tenvinity, Avogadron, Graviendor, Attedious, Cantrea Air, Singraction, Advastra, Expanthree, Spectanor, Evencorious, Eternity, Euphonious, Athera dan lain lain. Kreativitas ini menjadi bagian dari upaya membangun kekompakan serta semangat kebersamaan antar siswa,” jelasnya.
Selain sebagai ajang kompetisi internal terang Afrison, kegiatan ini juga difokuskan untuk mengukur efektivitas pembinaan olahraga di sekolah. Pendekatan pendidikan holistik yang diusung diharapkan mampu mendorong perkembangan siswa secara fisik maupun mental, sekaligus membentuk pola hidup sehat sejak dini.
“Kita ingin siswa yang memiliki talenta dapat menunjukkan bakatnya secara maksimal melalui ajang ini,” terangnya.
Sementara itu dia menambahkan, seleksi O2SN yang digelar bersamaan merupakan bagian dari sistem pengembangan talenta olahraga nasional. Ajang ini menjadi pintu awal bagi siswa untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, baik di level kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Pelaksanaan O2SN 2026 sendiri dirancang fleksibel dengan menyesuaikan kondisi daerah, serta melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga institusi pendidikan.
“Kami berkomitmen mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama daerah hingga ke tingkat provinsi dan nasional,” pungkasnya. (JP)





























