Kegiatan workshop mencakup:
- Praktik penanaman terumbu karang.
- Diskusi lapangan tentang ekologi pesisir dan dampak perubahan iklim.
- Dokumentasi serta pelaporan hasil kegiatan untuk riset dan publikasi.
“Kami percaya bahwa lokasi yang paling dekat dengan tantangan adalah lokasi paling tepat untuk pembelajaran dan aksi. Pulau Pramuka adalah tempat di mana ide konservasi bisa menjadi kenyataan,” tambah Aminul Ichsan.
Dengan konsep ini, Pulau Pramuka bukan hanya destinasi wisata bahari, tetapi juga laboratorium alam terbuka di mana ilmuwan, pelajar, komunitas, dan pegiat lingkungan dapat berkolaborasi langsung.
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat Pesisir
Program konservasi di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu turut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Melalui pelatihan dan keterlibatan aktif, warga menjadi bagian dari upaya konservasi, bukan hanya penerima manfaat, melainkan pelaku utama perubahan.
Pendekatan ini mendorong terbentuknya ekonomi hijau berbasis pesisir, mulai dari wisata snorkeling edukatif, produk lokal ramah lingkungan, hingga pengelolaan homestay berkelanjutan yang mendukung kegiatan konservasi.























