“Pulau Pramuka menawarkan titik temu antara ekosistem yang sangat rawan dan peluang besar untuk menghidupkan kembali terumbu yang rusak. Kami melihat di sini bukan sekadar penanaman pohon, tapi pemulihan habitat yang bisa menjadi ruang belajar bagi banyak pihak,” ujar Aminul Ichsan, Operational Manager LindungiHutan.
Kegiatan konservasi di Pulau Pramuka mencakup:
- Kunjungan ke pusat penangkaran penyu dan edukasi mengenai pelepasliaran tukik penyu sisik.
- Penanaman serta edukasi transplantasi karang di perairan sekitar pulau, bekerja sama dengan komunitas lokal dan lembaga riset.
- Penanaman mangrove di sepanjang garis pantai untuk mencegah abrasi sekaligus menyediakan habitat bagi biota laut.
- Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelatihan budidaya karang, wisata snorkeling berkelanjutan, dan pengembangan produk ekonomi hijau.
Baca juga: Terlibat Kasus OTT Fee Proyek BBWSS Tahun 2023, Tiga Kades di Kepahiang Ditetapkan jadi Tersangka
Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagai Lokasi Workshop Lapangan
Salah satu inovasi dari program ini adalah menjadikan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagai lokasi workshop edukatif yang memadukan kegiatan konservasi dan pembelajaran lapangan.
Melalui pendekatan learning by doing, peserta dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah, universitas, komunitas, hingga perusahaan, dapat belajar langsung tentang pemulihan ekosistem laut.























