Kamis, April 2, 2026

Ponpes Darussalam Kepahiang Tega Tahan SKL Santri, Apa Pasal?

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Kabupaten Kepahiang, baru-baru ini dikabarkan tak mau mengeluarkan Surat Keterangan Lulus (SKL) salah seorang santrinya yang mondok di Ponpes tersebut.

Informasi terhimpun, alasan pihak Ponpes tak mau mengeluarkan SKL santrinya itu, karena santri yang bersangkutan masih ada tagihan uang makan di Ponpes yang belum dibayarkan hingga saat ini.

- Advertisement -

Salah seorang wali santri yang anaknya tak diberikan SKL oleh pihak Ponpes menyampaikan, dia menyadari bahwa sampai saat ini memang anaknya masih ada tagihan di ponpes yang belum dibayar.

Namun dia menegaskan, sisa tagihan yang belum dibayar itu akan segera dilunaskan dalam waktu beberapa bulan.

Terlebih lagi kata dia, yang mau diminta saat ini adalah SKL saja, sementara untuk ijazah dirinya tak keberatan jika masih harus ditahan oleh pihak Ponpes.

“Saat ini memang anak saya masih ada tagihan uang makan yang belum dibayar sebesar Rp 7 juta. Namun Senin 9 Juni 2025 pagi, saya sudah mencicilnya sebesar Rp 2 juta kepada pihak Ponpes, dengan harapan anak saya bisa diberikan SKL agar bisa mendaftar pendidikan lebih lanjut. Sementara untuk ijazah, saya tidak keberatan jika ditahan dulu oleh pihak Ponpes sampai uang tagihan lunas semua,” ujar wali santri tersebut.

- Advertisement -

Dia juga menjelaskan, sebagai tulang punggung keluarga, dirinya sempat mencari pinjaman untuk melunaskan tagihan yang belum dibayarkan ke Ponpes.

Namun saat ini, dia belum mendapatkan pinjaman dan belum bisa membayarkan sisa uang tagihan yang belum dibayarkan tersebut.

- Advertisement -

Akan tetapi lanjut dia, pihak Ponpes tetap saja tidak mau menerima alasan apapun itu, dan tidak mau mengeluarkan SKL Santri yang bersangkutan jika sisa yang tagihan belum dilunaskan.

“Tetap tidak bisa dikeluarkan oleh pihak Ponpes, karena itu saya bingung mau bagaimana lagi. Mohon kepada pemerintah setempat, baik itu pak bupati dan juga pak gubernur, maupun instansi terkait, agar anak saya ini bisa dibantu untuk mendapatkan SKL,” tuturnya dengan penuh harapan.

Disisi lain, Arifin yang merupakan salah satu ustad di Ponpes Darussalam Kepahiang saat dikonfirmasi menyampaikan, saat ini pihaknya memang tidak bisa mengeluarkan SKL dengan alasan apapun itu.

Dia menjelaskan, pihak Ponpes sudah membantu pendidikan anak yang bersangkutan selama 3 tahun, sehingga semua yang sudah berjalan tersebut imbuh Arifin, harus dilunaskan dahulu agar SKL maupun ijazah bisa dikeluarkan.

“Orang tua santri yang bersangkutan memang sudah menghubungi kami, dia mengatakan belum bisa melunaskan sisa tagihan karena pembayaran UKT dan pelaksanaan KKN anaknya yang lain. Namun perlu diketahui, kami sudah bantu pendidikan anak, kami sudah asuh anak selama 3 tahun, makan minum dan lain-lain di pondok sudah kami bantu juga, jadi semua tagihannya harus dilunaskan dahulu,” ujar Arifin.

“Semua itu kami lakukan, agar tidak ada santri lain yang melakukan hal serupa, jadi SKL belum bisa kami keluarkan,” singkatnya.

Akankah program bantu rakyat yang diusung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan diterapkan di Kabupaten Kepahiang?. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

Advertisement

spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Sindang Dataran Raih Predikat Terbaik Kedua Musrenbang Kecamatan di Rejang Lebong

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Kecamatan Sindang Dataran berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat penghargaan kedua terbaik dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan...

Empat Rumah Warga Rejang Lebong Hangus Dilahap Si Jago Merah, Kerugian Capai Ratusan Juta...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Peristiwa kebakaran hebat melanda Desa Sukarami, Kecamatan Kotapadang, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis 2 April 2026 dini hari sekitar pukul 01.30 WIB....

Pemkab Rejang Lebong Segera Berlakukan WFH Bagi ASN, Sekda Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Prioritas

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong bersiap menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai minggu ini. Namun,...

follow sosial media kami

9,571FansSuka
374PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
10,200PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
42PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

37 Guru SMKN 2 Rejang Lebong Tanggapi Laporan Mantan Kepsek ke...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Sehubungan dengan laporan polisi yang dilayangkan 'Agustinus Dani' mantan Kepsek yang diberhentikan beberapa waktu lalu, 37 guru dan staf yang ada...

Kepahiang

Rekonstruksi Digelar, HMI Ingatkan Kasus Gita Afriani Tak Bisa Disederhanakan

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup turut menyoroti kasus kematian Gita Afriani di Kabupaten Kepahiang yang telah memasuki tahap rekonstruksi dan...

Bengkulu

MAKNA DISSENTING OPINION BAGI PENCARI KEADILAN

(Berkaca Dari Perkara Korupsi Mega Mall) Abdusy Syakir “Di ruangan tempat orang-orang dengan suara bulat mempertahankan KONSPIRASI keheningan, satu kata KEBENARAN terdengar seperti tembakan pistol” @Czeslaw...

JMSI Bengkulu Desak BWSS VII Cabut Unggahan Cap Hoaks ke Media dan Minta Maaf

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu menyayangkan atas pelabelan “Disinformasi” alias hoaks terhadap pemberitaan media yang diunggah melalui akun Instagram resmi...

Desa Pondok Kelapa Terancam Tenggelam, WALHI Bengkulu bersama Organisasi dan Masyarakat Desak Pemerintah Segera Bertindak

BENGKULUTENGAH, ASPIRASITERKINI.COM - Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan sekaligus peringatan keras karena belum adanya tindakan nyata negara dalam menangani abrasi parah yang melanda Desa Pondok...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id