Jumat, September 25, 2026

Pemeriksaan Tragedi Kapal Karam di Bengkulu Terus Berlanjut, Polisi Periksa Puluhan Saksi

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM – Hingga saat ini, pemeriksaan terkait tragedi kapal Karam di Bengkulu yang menewaskan 8 orang korban masih terus berlanjut. Informasi terhimpun, sudah ada sebanyak 21 saksi yang diperiksa atas peristiwa tersebut.

Hanya saja saja meski begitu, sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa menetapkan apakah ada tersangka atau tidak pada tragedi kapal karam itu.

“Sampai hari ini sudah 21 saksi yang kami periksa. Nakhoda dan ABK masih berstatus sebagai terperiksa,” Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno.

- Advertisement -

Lebih lanjut Kapolresta menerangkan, penyelidikan yang dilakukan sampai saat ini meliputi aspek teknis pelayaran, kelayakan kapal, perizinan, serta dugaan kelebihan muatan. Selain itu, polisi juga menyoroti penggunaan alat keselamatan seperti pelampung yang tidak digunakan sebagian penumpang saat insiden terjadi.

“Kita selidiki dulu lebih lanjut, nanti hasilnya akan diinformasikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam konferensi pers menyampaikan, jumlah penumpang kapal wisata 3 Putra yang tenggelam di perairan Bengkulu bertambah menjadi 107 orang, termasuk nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK). Sebelumnya, jumlah penumpang tercatat sebanyak 104 orang. Sementara untuk jumlah korban meninggal dunia juga bertambah satu orang menjadi delapan orang. Korban terbaru yang meninggal adalah Silvia (25), warga Kabupaten Rejang Lebong, yang sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam, 12 Mei 2025.

“Jadi total korban yang meninggal pada tragedi kapal karam itu, sampai saat ini totalnya sebanyak 8 orang. Namun kita masih terus pantau perkembangannya,” singkat Herwan.

Untuk diketahui, dalam konferensi pers kemarin turut dihadiri Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno, Dandim 0407/KB Kolonel Widi Rahman, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar, Kepala Kantor SAR Bengkulu Muslikun Sodik, serta instansi terkait lainnya.

Sekedar mengulas, tragedi kapal Karam di Pulau Tikus Kota Bengkulu Minggu 11 Mei 2025 sore kembali memakan korban jiwa. 7 dari 98 penumpang termasuk ABK dilaporkan meninggal dunia pada kejadian tersebut.

Informasi terhimpun, sebelum oleng dan mengalami karam, kapal yang mengangkut 98 penumpang itu diketahui hendak berlayar dari Pulau Tikus menuju Pantai Malabero. Namun karena ombak sangat deras disertai cuaca yang ekstrem, kapan oleng tak bisa dikendalikan hingga mengalami karam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi menyampaikan, pasca kejadian tim rescue telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya evakuasi menggunakan perahu karet. Dari laporan tim di lapangan, 7 penumpang meninggal dunia, 16 korban dilarikan ke RS Bhayangkara, dan 15 orang lainnya ke RSHD.

Selain itu dijelaskannya, kapal wisata tersebut diketahui berangkat dari Pantai Malabero sekitar pukul 09.00 WIB menuju Pulau Tikus dalam kondisi penuh penumpang. Saat perjalanan kembali ke daratan, kapal mengalami insiden mesin mati di tengah laut.

Lima korban meninggal dunia di RS Bhayangkara Bengkulu, yakni:

1. Riska Nurjanah, 28 tahun, warga Lubuk Linggau

2. Ratna Kurniati, 28 tahun, warga Jalan Lingkar Barat Pepabri, Bengkulu

3. Tesya, 20 tahun, warga Jalan Dua Jalur, Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang

4. Nesya, 27 tahun, warga Suban Air Panas, Kabupaten Rejang Lebong

5. Arva Richi Dekry, 29 tahun, warga Akai Parak Kopi, Padang Utara

Dua orang korban lainnya meninggal di RSUD Harapan dan Doa (RSHD) Bengkulu dan 1 korban susulan :

6. Yunita

7. Suantra.

8. Silvia, warga Rejang Lebong (Meninggal setelah sempat mendapat perawatan medis).

Pemprov Siapkan Ambulans, Wagub Mian Tinjau Korban

Pasca musibah tenggelamnya kapal dari Pulau Tikus menuju Pantai Malabero pada Minggu (11/5) sore, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, langsung meninjau ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu.

Dijelaskan Mian, peninjauan ini sesuai arahan dari Gubernur Helmi Hasan, untuk memastikan jenazah korban tenggelamnya kapal wisata Pulau Tikus diangkut menggunakan ambulans yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu kami menyampaikan duka yang mendalam atas musibah ini. Sesuai arahan Gubernur Helmi Hasan, jenazah para korban tenggelam ini diangkut oleh ambulans kita ke rumah duka. Kita biayai dan ambulans kita pastikan cukup untuk mengangkut tujuh jenazah tersebut,” ungkap Mian

Musibah tenggelamnya kapal wisata ini diduga akibat cuaca buruk yang terjadi pada Minggu sore, yang menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan saat akan menuju ke bibir Pantai Malabero.

Untuk itu, Mian mengimbau kepada seluruh wisatawan yang saat ini sedang menikmati libur panjang, agar selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas di pantai atau pun dekat pepohonan selama cuaca buruk.

“Ini cuaca buruk ini, gak bisa diprediksi. Semua dari awal sudah kita ingatkan manakala cuaca tidak baik hindari pantai,” tambahnya

Terakhir, Mian juga meminta para tenaga medis untuk memaksimalkan pelayanan terhadap korban yang sedang mengalami perawatan intensif.

“Musibah ini sudah terjadi, sekarang bagaimana petugas medis memaksimalkan pelayanan terhadap mereka yang masih dalam perawatan intensif,” tutupnya. (JP)

- Advertisement -
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Lapas Curup Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Budidaya Ayam dan Bebek

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Menjalani masa pembinaan di balik tembok lapas tidak selalu identik dengan rutinitas di dalam blok hunian. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas...

Dana Desa Baru Manis Rp393 Juta Dikembalikan, Oknum Terduga Korupsi Bakal Dipidana?

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pengembalian uang sebesar Rp393 juta dalam kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa Baru Manis, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, belum serta-merta...

Dari Asa jadi Nyata, Jembatan Perintis Garuda Kodim 0409/Rejang Lebong di Tabarenah Mulai Dibangun

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Harapan masyarakat Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, untuk memiliki akses penghubung yang lebih baik mulai menemukan titik terang....

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

TNI Hadir untuk Pendidikan: Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun Fasilitas Parkir SMPN...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Komitmen TNI dalam mendukung kemajuan pendidikan kembali ditunjukkan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong. Kali ini, kepedulian tersebut diwujudkan melalui...

Kepahiang

Dari Ruang Redaksi ke Jantung PLTA, Merawat Cerita untuk Energi Bersih

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Pagi itu, suasana di lingkungan PLN Indonesia Power (IP) UBP Bengkulu terasa berbeda. Belasan jurnalis dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang...

Bengkulu

TNI dan Kemendes PDT Gulirkan Karya Bhakti Skala Besar, Tiga Kabupaten di Wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong jadi Sasaran

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau kembali digencarkan. Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes...

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Berlanjut ke Tahap VII, Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun 5 Titik, Ini Lokasinya!

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong terus berlanjut. Memasuki bulan September 2026, ada lima titik jembatan...

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Mitra Kerjasama

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink