BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan berorientasi global. Setelah berhasil memberangkatkan lulusan SMA dan SMK untuk mengikuti program pendidikan dan kerja di Jerman serta pelepasan 21 lulusan SMK ke Jepang pada awal Juli 2026, kini peluang baru kembali dibuka bagi generasi muda Bengkulu melalui program beasiswa kuliah di China.
Program tersebut resmi diperkenalkan, dalam kegiatan Sosialisasi Persyaratan dan Mekanisme Seleksi Program Beasiswa Kuliah di China serta Program Kuliah Sambil Kerja di Jepang yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Selasa 28 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa kelas XII SMA dan SMK dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Bengkulu dalam membuka akses pendidikan dan karier internasional bagi generasi muda.
Menurut dia, melalui kerja sama dengan VIVA College Indonesia, para lulusan SMA dan SMK memiliki kesempatan memperoleh beasiswa kuliah di lima perguruan tinggi negeri ternama di China.
Kelima kampus tersebut meliputi Shaanxi Polytechnic University, Guangxi University of Finance and Economics, Jiangsu Food Pharmaceutical Science College, Yangzhou Polytechnic University, serta Shanghai Ocean University.
“Program ini memberikan berbagai fasilitas yang sangat meringankan mahasiswa, mulai dari biaya pendidikan yang ditanggung melalui beasiswa, subsidi bahkan fasilitas asrama, hingga peluang karier yang jelas setelah lulus,” ujar Zulhendri.
Dia menjelaskan, salah satu kampus, yakni Shaanxi Polytechnic University bahkan telah memiliki kerja sama dengan perusahaan industri berskala internasional seperti CATL dan Huayou sehingga mahasiswa memiliki peluang mengikuti program ikatan dinas setelah menyelesaikan pendidikan.
Dimana selain membuka kesempatan kuliah di China, Dikbud Provinsi Bengkulu juga menghadirkan program kuliah sambil bekerja di Jepang melalui kerja sama VIVA College Indonesia dengan Politeknik Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat.
“Dalam skema tersebut, peserta akan menempuh pendidikan sesuai jurusan pada tahun pertama, dilanjutkan pembelajaran bahasa Jepang pada tahun kedua, kemudian memasuki program kerja di Jepang pada tahun ketiga hingga keempat,” jelas Zulhendri.
Dia juga menegaskan, program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA dan SMK yang berasal dari keluarga kurang mampu, yatim piatu maupun yatim, serta memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Selain itu, peserta juga harus memiliki motivasi tinggi untuk belajar sekaligus bekerja di luar negeri.
Karena itu Zulhendri mengajak, agar seluruh kepala sekolah SMA dan SMK di Bengkulu untuk aktif menginformasikan sekaligus merekomendasikan siswa-siswi yang memenuhi persyaratan agar tidak kehilangan kesempatan emas tersebut.
“Dunia saat ini tidak lagi dibatasi oleh sekat geografis. Perkembangan teknologi dan globalisasi menuntut generasi muda memiliki wawasan luas, kompetensi yang relevan, serta daya saing internasional. Pendidikan dan pengalaman kerja di luar negeri kini bukan lagi sekadar impian, tetapi telah menjadi kebutuhan,” kata Zulhendri.
Dia juga menjelaskan, China saat ini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi, teknologi, manufaktur, dan inovasi dunia. Banyak universitas di negara tersebut memiliki reputasi internasional dengan fasilitas riset modern serta kurikulum yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan industri.
Karena itu, peluang beasiswa kuliah di China yang kini dibuka bagi pelajar Bengkulu dinilai sebagai kesempatan yang sangat berharga.
“Jangan pernah membatasi mimpi hanya karena rasa takut. Kendala bahasa, biaya, maupun jarak dari keluarga bukan lagi hambatan ketika tersedia program pendampingan dan beasiswa seperti ini. Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.
Terakhir dia juga berharap, agar para peserta yang nantinya berhasil mengikuti program internasional tersebut tidak hanya kembali dengan membawa ijazah atau pengalaman kerja, tetapi juga membawa pola pikir global, kemampuan bahasa asing, jejaring internasional, serta inovasi yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia, khususnya Provinsi Bengkulu.
Bahkan Zulhendri mengajak, agar para orang tua dan tenaga pendidik untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak agar berani keluar dari zona nyaman dan bersaing di tingkat global.
“Kita harus menjadi jembatan bagi anak-anak kita. Berikan motivasi, restu, dan keyakinan bahwa mereka mampu berkompetisi dengan generasi dari berbagai negara,” ujarnya.
Sementara itu, CEO VIVA College Indonesia, Dr. Narariya Dita Handani, M.Sc., yang hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut menyampaikan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda Bengkulu mengenai berbagai peluang pendidikan dan karier internasional yang kini terbuka lebar.
Melalui edukasi tersebut, para siswa dapat memahami secara utuh mekanisme seleksi, persyaratan beasiswa, hingga peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.
“Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi generasi muda Bengkulu yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan sekaligus membangun karier di China maupun Jepang. Kesempatan ini terbuka luas bagi mereka yang memiliki kemauan dan semangat untuk berkembang,” singkat Narariya.
Melalui berbagai program internasional tersebut, Pemprov Bengkulu berharap semakin banyak lulusan SMA dan SMK yang mampu menembus perguruan tinggi dunia, menguasai kompetensi global, serta kembali ke daerah sebagai sumber daya manusia unggul yang mampu mendorong kemajuan Bengkulu dan Indonesia di masa depan. (JP)


























