REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong mulai mematangkan rencana revitalisasi kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB) di Kecamatan Selupu Rejang. Langkah ini dilakukan mengingat tingginya minat kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP, M.Si, menyampaikan, DMHB merupakan salah satu ikon wisata unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain berada di jalur strategis Curup-Lubuklinggau, kawasan ini juga menawarkan udara sejuk dan panorama alam yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
“DMHB ini objek wisata yang komplit, mulai dari suasana, pemandangan hingga lokasinya. Apalagi berdekatan dengan Taman Wisata Alam Bukit Kaba yang juga menjadi magnet wisata di Rejang Lebong,” ujarnya.
Hendri menilai, pengembangan kawasan wisata tersebut harus dilakukan secara serius dan terencana agar mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau fasilitasnya dibenahi, pastinya pengunjung yang datang akan lebih nyaman. Dampaknya juga tentu akan terasa pada peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut tambah Hendri, kedepannya kawasan DMHB juga diproyeksikan semakin strategis dengan rencana pembangunan SMA Unggul Garuda di sekitarnya. Kehadiran sekolah tersebut diyakini akan membawa efek domino terhadap geliat ekonomi dan sektor pariwisata lokal.
“Saat ini kita mulai memetakan sejumlah rencana pembenahan, di antaranya pembangunan titik kumpul masyarakat, lintasan jogging track, fasilitas hiburan, serta sarana pendukung lainnya guna menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata dan hidup,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si, mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki master plan pengembangan DMHB. Namun, implementasinya selama ini belum berjalan optimal. Untuk itulah kata dia, Plt Bupati menginstruksikan agar proses pematangan program dilakukan mulai tahun 2026, sehingga pembangunan fisik dapat direalisasikan pada 2027.
“Pengembangan DMHB akan mulai dimatangkan tahun ini, sehingga tahun depan sudah bisa masuk tahap pelaksanaan,” jelas Riki.
Dia juga menyebutkan, saat ini kontribusi DMHB terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai sekitar Rp31 juta dari target tahunan Rp300 juta. Dengan adanya revitalisasi, pihaknya optimistis angka kunjungan wisatawan akan meningkat signifikan dan berdampak langsung pada kenaikan PAD.
Terlebih, dengan adanya Peraturan Daerah yang menetapkan Rejang Lebong sebagai kabupaten wisata, pemerintah daerah berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ini bukan sekadar rencana di atas kertas, arahan Plt Bupati sangat jelas. Jadi harus segera diwujudkan dalam langkah nyata agar sektor pariwisata kita benar-benar berkembang,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kunjungan Plt Bupati ke DMHB didampingi langsung oleh Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata, serta Plh Kepala Dinas PUPRPKP. (JP)

























