Minggu, September 20, 2026

Kisah Nyata, Akses Jalan Tak Memadai, Warga Dusun I Benuang Galing Pertaruhkan Nyawa Untuk Menempuh Pendidikan

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Lantaran akses jalan tak memadai, anak-anak di Dusun I Desa Benuang Galing Kecamatan Seberang Musi Kepahiang, harus bertaruh nyawa untuk menempuh pendidikan. Bagaimana tidak, dari pantauan yang dilakukan Inspirasi Rakyat di lokasi. Memang tampak jelas, akses jalan Simpang Cengkeh-Talang Marto yang ada di dusun itu, sangat ekstrem dan membahayakan pengendara. Apalagi jika kondisi sedang hujan, akses jalan keluar menuju sekolah di dusun tersebut sangatlah licin. Bahkan dari informasi yang diberikan warga setempat, anak-anak tidak bisa keluar untuk sekolah ketika hujan membasahi jalan yang hanya beralaskan tanah tersebut.

Sementara itu yang lebih mengejutkannya lagi, sejak Desa Benuang Galing didirikan sekitar tahun 80an silam, memang akses jalan di Dusun I desa tersebut kurang diperhatikan. Padahal diketahui, sejumlah akses jalan di wilayah Desa Benuang Galing semuanya diperbaiki, bahkan terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang.

- Advertisement -

Lantas bagaimana dengan nasib jalan di Dusun I Desa Benua Galing tersebut?Apakah kedepannya akan diperbaiki? Atau warga hanya akan menerima janji-janji manis belaka saja dari pemangku jabatan? Simak penjelasan berikut ini.

Jalan Tanah Dusun I Desa Benuang Galing.

Kepala Desa Benuang Galing Heri Salmon SSos menjelaskan, terkait peningkatan pembangunan jalan di dusun I Desa Benuang Galing itu, sudah diusulkan terus oleh pihaknya. Hanya saja memang faktanya, sampai saat ini perbaikan ataupun pembangunan jalan di dusun itu belum bisa direalisasikan.

Heri Salmon S.Sos

“Setiap Musrenbang bahkan Reses, kita selalu mengusulkan agar akses jalan di dusun I desa kami itu bisa dibangun. Akan tetapi sampai saat ini, nampaknya belum direspon dengan baik dan ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat. Namun meski demikian, jalan yang panjangnya lebih kurang 3 Km itu tetap kami harapkan bisa dibangun. Karena kabarnya, tahun 2024 jalan itu akan dibangun oleh Pemkab Kepahiang,” ujar Heri.

Sementara itu diungkapkan Kadus I Desa Benuang Galing Bandi, di dusun tempat tinggalnya itu fasilitas yang ada sudah cukup memadai. Baik itu fasilitas air, listrik, bahkan sinyal yang baru-baru ini dipasang tower BTS, sebagai upaya bentuk bantuan dari pemerintah setempat. Hanya saja yang sangat disayangkannya, sampai saat ini akses jalan tak kunjung juga diperbaiki.

- Advertisement -

Selama 20 tahun tinggal di Dusun I Desa Benuang Galing, ungkap Bandi. Dirinya bersama pemerintah desa selalu mengusulkan pembangunan jalan. Bahkan dikatakannya, sejak Kepahiang mekar pembangunan jalan itu sudah diusulkan.

“Dampak dari jalan yang belum dibangun itu, anak-anak di dusun I Benuang Galing tidak bisa sekolah saat hujan turun. Karena jalan yang ada sangat licin dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Bahkan lebih mirisnya lagi, saat ada warga kami yang sakit, kami terpaksa menandu warga kami itu untuk membawanya berobat. Dan terpaksa jika kondisi sedang hujan, kami mengangkutnya dengan berjalan kaki disepanjang jalan 3 Km yang licin itu. Untuk itu kami sangat berharap, agar bisa dilakukan pembangunan di jalan tersebut, baik itu melalui Pemkab maupun DPRD Kepahiang. Jangan sampai memakan korban dulu baru diperhatikan,” jelasnya.

- Advertisement -

Disamping itu disampaikan Sarman (49) yang merupakan imam di Dusun I Desa Benuang Galing. Pemerintah jangan hanya janji-janji manis saja untuk membangun jalan di dusunnya. Karena setiap Musrenbang, reses, bahkan menjelang Pemilu, pihaknya selalu dijanji-janjikan saja oleh beberapa pihak terkait. Hal itu dikarenakan, di dalam Dusun I Desa Benuang Galing tersebut, terdapat 42 KK dan setidaknya ada 100an lebih mata pilih yang aktif.

Sarman

“Kami terus dijanji-janjikan saja oleh beberapa pihak terkait pembangunan jalan di dusun kami ini. Padahal setahu saya, dengan kondisi kami seperti ini, kami sangat kesulitan melalui jalan tersebut. Apalagi saat hujan turun, jalan dusun kami ini sangat licin dan membahayakan. Sementara perlu diketahui, banyak anak kami yang tak bisa sekolah kalau kondisi sedang hujan. Begitu juga dengan kami para petani yang harus kesusahan saat hendak memasarkan hasil tani kami. Jadi tolonglah pengertiannya, dan tolong kami sebagai rakyat kecil ini diperhatikan,” ungkapnya.

Baca Juga : Momentum Hardiknas 2025, Pemprov Bengkulu Komitmen Wujudkan Pendidikan Gratis dan Berkualitas untuk Semua

Disisi lain diceritakan Niken Juliana (14) salah satu pelajar yang tinggal di Dusun I Desa Benuang Galing itu. Setiap hari dirinya selalu mempertaruhkan nyawa demi untuk menempuh pendidikan di luar dusun. Bagaimana tidak, jalan dari rumah Niken yang berada di Dusun 1, Desa Benuang Galung menuju sekolahnya yang berada Desa Air Selimang, berjarak sekitar 6 Kilometer. Ditambah lagi ia harus berjalan dengan kondisi jalan yang memang masih tanah kuning, dan turun naik bergelombang.

“Kalau cuaca sedang hujan, saya harus izin dengan guru untuk tidak masuk sekolah. Karena jika dipaksakan, kita bisa jatuh akibat licin. Bahkan saya juga sudah pernah jatuh saat hendak berangkat ke sekolah,” terangnya.

Niken Juliana

Dirinya juga menjelaskan, harus berangkat sekitar pukul 06.30 WIB dari rumah, dan sampai ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB.

Terkadang jika dirinya kesiangan untuk berangkat sekolah, dia sudah pasti terlambat sampai ke sekolah.

“Saya cukup sering terlambat ke sekolah, karena saat dijalan, saya harus hati-hati melewati kondisi jalan yang masih tanah liat,” singkatnya. (PB)

- Advertisement -
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Korupsi Pembangunan SPALD-S TA 2023, 2 Kadis Aktif dan 2 Kontraktor di Kepahiang jadi...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik...

Gelaran SANAKNET Qasidah Competition 2026 Rampung, Berikut Daftar Juaranya!

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Gelaran SANAKNET Qasidah Competition 2026 yang digelar oleh SANAKNET Event Organizer dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 15-16...

Detik-Detik Pembunuhan Lansia di Kepahiang Terungkap Dalam Rekonstruksi 38 Adegan, Korban Sempat Ucapkan “Lailahailallah”...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Rangkaian peristiwa yang menewaskan Agus Salim (70), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, kembali terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Komitmen Atasi Banjir di Rejang Lebong, Bupati dan Wabup Titik Nol...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Sebagai wujud nyata dan komitmen dalam mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus berupaya...

Kepahiang

Korupsi Pembangunan SPALD-S TA 2023, 2 Kadis Aktif dan 2 Kontraktor...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik...

Bengkulu

TNI dan Kemendes PDT Gulirkan Karya Bhakti Skala Besar, Tiga Kabupaten di Wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong jadi Sasaran

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau kembali digencarkan. Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes...

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Berlanjut ke Tahap VII, Kodim 0409/Rejang Lebong Bangun 5 Titik, Ini Lokasinya!

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong terus berlanjut. Memasuki bulan September 2026, ada lima titik jembatan...

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Mitra Kerjasama

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink