REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Selaras dengan visi misinya untuk mewujudkan Rejang Lebong yang bahagia dan istimewa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus berupaya hadir di Tengah masyarakat, untuk mengentaskan angka kemiskinan ekstrem serta memperjuangkan pendidikan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tak putus sekolah.
Upaya tersebut pun terus dilakukan oleh Pemkab Rejang Lebong, guna membantu pemerintah pusat dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.
Terbaru, Pemkab Rejang Lebong menunjukkan bentuk kepeduliannya dengan hadir secara langsung untuk membantu salah satu keluarga kurang mampu yang ada di Desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang.
Dimana berdasarkan informasi yang terhimpun, keluarga yang bersangkutan tengah mengalami kesulitan hidup, bahkan anak-anaknya putus sekolah karena beberapa alasan.
Kisah pilu keluarga yang dimaksud juga sempat viral dan menjadi buah bibir di Rejang Lebong, karena keempat orang anak yang masih kecil harus putus sekolah untuk melanjutkan hidupnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong Zakaria Efendi, M.Pd melalui Kabid SD Heny menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkunjung langsung ke rumah warga Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang, yang diinformasikan keempat anaknya putus sekolah. Maksud dari kunjungannya itu, untuk memperjuangkan agar keempat anak yang bersangkutan agar bisa mendapat pendidikan yang layak seperti anak lainnya.
“Mendengar informasi adanya anak yang putus sekolah, kami diintruksikan langsung oleh pimpinan untuk memastikan kondisi anak yang bersangkutan, serta meminta agar anak yang putus sekolah mau bersekolah lagi. Alhamdulillah anak yang bersangkutan mau bersekolah lagi, dan akan kita fasilitasi sebagaimana mestinya,” ujar Heny.
Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, keempat anak yang tidak bersekolah ini bukan disebabkan oleh biaya pendidikan. Namun kakak tertua dari 4 saudara ini terpaksa mengurus adiknya yang masih kecil dengan merelakan pendidikannya. Terlebih kata Heny, mereka hanya tinggal bersama ayah mereka yang menjadi orang tua tunggal.
“Insya Allah keempat anak yang bersangkutan akan kita bantu pendidikannya seperti keinginan mereka. Dimana anak yang bersangkutan akan kembali bersekolah di sekolah yang ada di tempat tinggalnya. Untuk yang usia 13 tahun akan mengikuti ujian paket dan akan melanjutkan ke sekolah menengah. Untuk yang berusia 10 tahun akan melanjutkan pendidikan dari kelas 2, sedangkan untuk anak yang berusia 6 dan 7 tahun akan masuk kelas 1. Insya Allah semuanya akan mulai sekolah di tahun ajaran baru nanti, karena saat ini Dapodik sudah dikunci,” terang Heny.
Dia juga menambahkan, akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap anak-anak yang putus sekolah di Rejang Lebong, agar tidak ada nasib serupa seperti yang dialami oleh keempat anak tersebut.
“Kita ada sekolah rakyat, bahkan pendidikan saat ini juga gratis. Jadi akan kita pastikan tidak ada anak yang putus sekolah atau tidak menempuh jalur pendidikan,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Dr. H. Hambali, S.Pd, M.Pd, M.H menyampaikan, bahwa pihaknya juga akan memastikan keluarga keempat anak yang bersangkutan akan mendapatkan bantuan sosial sebagaimana mestinya.
“Sebelumnya kita pihak Dinsos Rejang Lebong juga sudah sempat menyambangi rumah keempat anak yang dimaksud untuk mengajak mereka agar bersekolah lagi. Namun saat itu mereka belum mau bersekolah dengan beberapa alasan. Ahamdulillah kalau anak yang bersangkutan saat ini sudah mau sekolah. Kita pihak Dinsos akan terus berupaya memastikan, agar keluarga yang bersangkutan bisa mendapat bansos yang tersedia,” singkatnya. (JP)













































