REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2026 ini akan digelar secara daring. Kebijakan ini menjadi yang pertama kali diterapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Dikbud Rejang Lebong yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong Zakaria Efendi, M.Ps terkait penyelenggaraan FLS3N tahun 2026. Dalam edaran itu disebutkan, batas akhir pengunggahan karya peserta ditetapkan pada 21 April 2026 melalui tautan resmi yang telah disiapkan panitia.
Selanjutnya, proses seleksi tingkat kabupaten akan dilaksanakan pada 22 April 2026 dan berlangsung sepenuhnya secara online. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang digelar secara tatap muka, sistem daring ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta serta mempermudah proses penilaian. Karena itu sudah sewajarnya, pelaksanaan secara digital juga menuai perhatian dari jajaran legislatif.
Anggota Komisi I DPRD Rejang Lebong, JE Ahmad Rafif Ghali atau yang akrab disapa Afif menekankan pentingnya transparansi dan profesionalitas panitia serta dewan juri dalam menjalankan proses seleksi.
Dia mengingatkan, agar seluruh tahapan penilaian mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan secara nasional, sehingga hasil lomba benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bahkan Rafif juga mendorong panitia, untuk mengunggah seluruh karya peserta ke platform publik seperti YouTube atau media sosial lainnya sebelum pengumuman pemenang dilakukan.
“Dengan dipublikasikan, semua pihak bisa melihat langsung kualitas karya peserta. Ini penting agar prosesnya terbuka dan tidak menimbulkan kecurigaan,” ujarnya.
Menurut Afif, transparansi menjadi kunci agar tidak muncul polemik, terlebih para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Rejang Lebong ke tingkat Provinsi Bengkulu.
“Kita ingin yang mewakili daerah benar-benar yang terbaik. Jangan sampai ada anggapan peserta titipan atau hasil yang tidak objektif,” tegasnya.
Meski begitu Afif juga menyatakan, tetap percaya bahwa panitia akan bekerja secara profesional. Dia menilai keterbukaan sejak awal justru menjadi langkah preventif untuk menjaga kredibilitas pelaksanaan kegiatan.
“Ini bukan soal tidak percaya, tapi bagaimana memastikan semuanya berjalan baik dan membawa nama harum daerah,” tutupnya. (JP)
























