Karena itu Zulhendri mengajak, agar seluruh kepala sekolah SMA dan SMK di Bengkulu untuk aktif menginformasikan sekaligus merekomendasikan siswa-siswi yang memenuhi persyaratan agar tidak kehilangan kesempatan emas tersebut.
“Dunia saat ini tidak lagi dibatasi oleh sekat geografis. Perkembangan teknologi dan globalisasi menuntut generasi muda memiliki wawasan luas, kompetensi yang relevan, serta daya saing internasional. Pendidikan dan pengalaman kerja di luar negeri kini bukan lagi sekadar impian, tetapi telah menjadi kebutuhan,” kata Zulhendri.
Dia juga menjelaskan, China saat ini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi, teknologi, manufaktur, dan inovasi dunia. Banyak universitas di negara tersebut memiliki reputasi internasional dengan fasilitas riset modern serta kurikulum yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan industri.
Karena itu, peluang beasiswa kuliah di China yang kini dibuka bagi pelajar Bengkulu dinilai sebagai kesempatan yang sangat berharga.
“Jangan pernah membatasi mimpi hanya karena rasa takut. Kendala bahasa, biaya, maupun jarak dari keluarga bukan lagi hambatan ketika tersedia program pendampingan dan beasiswa seperti ini. Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.























