“Program ini memberikan berbagai fasilitas yang sangat meringankan mahasiswa, mulai dari biaya pendidikan yang ditanggung melalui beasiswa, subsidi bahkan fasilitas asrama, hingga peluang karier yang jelas setelah lulus,” ujar Zulhendri.
Dia menjelaskan, salah satu kampus, yakni Shaanxi Polytechnic University bahkan telah memiliki kerja sama dengan perusahaan industri berskala internasional seperti CATL dan Huayou sehingga mahasiswa memiliki peluang mengikuti program ikatan dinas setelah menyelesaikan pendidikan.
Dimana selain membuka kesempatan kuliah di China, Dikbud Provinsi Bengkulu juga menghadirkan program kuliah sambil bekerja di Jepang melalui kerja sama VIVA College Indonesia dengan Politeknik Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat.
“Dalam skema tersebut, peserta akan menempuh pendidikan sesuai jurusan pada tahun pertama, dilanjutkan pembelajaran bahasa Jepang pada tahun kedua, kemudian memasuki program kerja di Jepang pada tahun ketiga hingga keempat,” jelas Zulhendri.
Dia juga menegaskan, program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA dan SMK yang berasal dari keluarga kurang mampu, yatim piatu maupun yatim, serta memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Selain itu, peserta juga harus memiliki motivasi tinggi untuk belajar sekaligus bekerja di luar negeri.























