KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Kasus pembunuhan terhadap seorang Lansia, Agus Salim (70), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, perlahan mulai membuka tabir baru.
Tersangka berinisial WH (30), yang sebelumnya telah diamankan polisi dalam perkara tersebut, ternyata diduga tidak mengungkap seluruh fakta kepada penyidik saat menjalani pemeriksaan awal.
Sejumlah fakta baru justru terungkap setelah Unit Pidum Satreskrim Polres Kepahiang melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut. Salah satu fakta yang kini menjadi perhatian penyidik yakni terkait uang tabungan milik korban yang diduga telah diambil tersangka sebesar Rp10 juta.
Lebih mengejutkan lagi, uang yang diduga diambil dari rekening korban tersebut disebut digunakan tersangka untuk bermain judi online.
Fakta mengenai aliran uang tersebut sebelumnya tidak disampaikan secara terbuka oleh tersangka kepada penyidik. Diduga, tersangka khawatir perbuatannya diketahui masyarakat dan membuat nama baiknya tercoreng di lingkungan tempat tinggalnya.
Namun, upaya tersangka menutupi fakta tersebut akhirnya terbongkar setelah penyidik melakukan penelusuran lebih mendalam terhadap sejumlah barang bukti. Salah satunya melalui pemeriksaan mutasi rekening milik korban.
Dari hasil pengecekan tersebut, penyidik menemukan adanya sejumlah transaksi yang mengarah ke rekening milik tersangka. Temuan ini kemudian menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap fakta lain yang sebelumnya tidak pernah disampaikan tersangka.
Setelah dikonfrontir dengan temuan tersebut, tersangka akhirnya mengakui adanya uang milik korban sebesar Rp10 juta yang telah diambilnya.
Dari pengakuan tersebut, penyidik kemudian mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi aksi pembunuhan terhadap Agus Salim.
Jika sebelumnya pembunuhan tersebut diduga hanya berkaitan dengan persoalan sakit hati, hasil pengembangan penyidikan kini menunjukkan adanya dugaan motif lain yang berkaitan erat dengan persoalan uang.
Tersangka diduga khawatir pengambilan uang sebesar Rp10 juta dari rekening korban terbongkar. Terlebih, tersangka disebut mengetahui PIN ATM milik korban.
Kondisi tersebut diduga kemudian memunculkan niat tersangka untuk kembali mengambil uang dari rekening korban. Bahkan, tersangka diduga memiliki niat untuk menguras saldo rekening milik korban.
Di titik inilah persoalan uang tersebut menjadi bagian penting dalam pengungkapan motif kasus pembunuhan Agus Salim.
Diduga, tersangka tidak hanya berupaya menutupi pengambilan uang yang telah dilakukan sebelumnya, tetapi juga ingin menghilangkan kemungkinan perbuatannya diketahui korban.
Pengembangan yang dilakukan penyidik pun akhirnya membuat konstruksi perkara tersebut berubah.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu. Bintang Yudha Gama, menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengembangan terhadap perkara yang menjerat tersangka.
“Berdasarkan hasil pengembangan kami, ternyata ada motif lain dari kasus pembunuhan ini. Uang tabungan milik korban senilai Rp 10 juta, telah raib dan digunakan oleh tersangka untuk bermain Judi Online,” ujar Kasat Reksrim
Hasil pengembangan tersebut kata Kasat, tentu akan berpengaruh terhadap pasal yang akan dikenakan kepada tersangka. Tersangka akan disangkakan dengan tindak pidana pembunuhan yang didahului, disertai dan atau diikuti oleh tindak pidana lain.
Ketentuan tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339 KUHP lama atau Pasal 458 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru. Dengan demikian, kasus kematian Agus Salim kini tidak lagi sekadar berbicara mengenai persoalan sakit hati.
“Tersangka akan disangkakan dengan tindak pidana pembunuhan yang didahului, disertai dan atau diikuti oleh tindak pidana lain,” tandasnya.
Aliran uang sebesar Rp10 juta, dugaan penggunaan uang untuk judi online, hingga adanya dugaan niat menguras saldo rekening korban menjadi rangkaian fakta baru yang tengah didalami penyidik.
Penyidik masih terus mengembangkan perkara tersebut untuk memastikan secara utuh bagaimana rangkaian peristiwa terjadi, termasuk hubungan antara persoalan uang, motif tersangka, hingga aksi yang kemudian menyebabkan Agus Salim kehilangan nyawanya.
Terungkapnya transaksi ke rekening tersangka pun menjadi salah satu titik penting dalam membongkar apa yang sebelumnya berusaha disembunyikan.
Kini, polisi tinggal merangkai seluruh potongan fakta tersebut untuk mengungkap secara terang apa sebenarnya yang terjadi sebelum hingga berujung pada tewasnya Agus Salim. (jmy)

























