Rabu, September 9, 2026

Deforestasi di Sumatra Memicu Kayu Hanyut Saat Banjir, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS

Banda Aceh, 8 Desember 2025 — Lonjakan deforestasi di Pulau Sumatra dalam dua tahun terakhir kembali menunjukkan dampak nyatanya. Kayu-kayu besar terbawa arus banjir dalam sejumlah kejadian akhir November hingga awal Desember 2025, menandai bahwa hutan di hulu tidak lagi berfungsi sebagai penyangga air dan tanah. Fenomena ini menjadi alarm bagi publik bahwa kerusakan ekosistem di hulu tidak lagi sebatas statistik, tetapi sudah terlihat dalam bentuk material raksasa yang hanyut melewati permukiman warga.

Pulau Sumatra tercatat kehilangan sekitar 222.000 hektar hutan pada periode 2023–2024,  sebuah kenaikan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa daerah tangkapan air, lereng bukit, dan wilayah hulu yang mestinya menjadi zona perlindungan justru mengalami tekanan paling besar. Ketika pohon hilang, akar yang seharusnya menahan tanah ikut hilang. Ketika kanopi hutan menipis, hujan deras tidak lagi tertahan dan langsung mengalir deras ke hilir.

- Advertisement -

Itulah sebabnya banjir tahun ini membawa kayu gelondongan dan batang besar yang seharusnya masih berdiri kokoh sebagai bagian dari hutan dewasa. Bagi banyak ahli lingkungan, ini adalah indikator paling jelas bahwa deforestasi sudah merusak struktur ekosistem. Tanah menjadi rentan erosi, air mengalir dengan kecepatan lebih tinggi, dan sungai mendadak meluap membawa material berat yang dapat menghancurkan jembatan, rumah, lahan pertanian, bahkan membahayakan nyawa.

Bencana yang berulang bukan hanya soal cuaca ekstrem. Di banyak daerah, hujan deras yang dahulu tidak menimbulkan masalah kini berubah menjadi banjir bandang atau longsor. Masyarakat hilir yang tidak pernah menyentuh hutan di hulu justru menjadi pihak yang menanggung kerugiannya. Kerusakan rumah, akses tertutup, air bersih terganggu, aktivitas ekonomi lumpuh. Semua terjadi karena hutan yang seharusnya menjadi peredam bencana sudah tidak lagi utuh.

Melihat kondisi ini, LindungiHutan menegaskan bahwa reforestasi adalah langkah mendesak, bukan pilihan jangka panjang. Pemulihan kawasan hulu, terutama di daerah aliran sungai yang kritis, diperlukan untuk mengembalikan kemampuan tanah menyerap air dan mengurangi risiko banjir. Menanam pohon bukan lagi sekadar simbol gerakan hijau, tetapi sebuah intervensi ekologis yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

“Setiap pohon yang tumbuh kembali adalah satu penahan tanah, satu penyimpan air, satu pelindung bagi warga di hilir. Ketika kayu hanyut menjadi pemandangan rutin setiap banjir, itu artinya kita kehilangan pertahanan alami kita,” ujar juru bicara LindungiHutan.

- Advertisement -

LindungiHutan mengajak masyarakat, perusahaan, dan berbagai pihak untuk ikut mendukung reforestasi dan memulihkan fungsi hulu sungai. Aksi ini dapat dimulai dari langkah sederhana: menanam sebuah pohon di area kritis. Untuk berkontribusi dalam kampanye penanaman, publik dapat mengunjungi www.lindungihutan.com/corporatree dan memilih lokasi yang ingin dibantu pemulihannya.

LindungiHutan percaya bahwa dengan mengembalikan hutan, kita mengembalikan masa depan. Kayu hanyut yang kita lihat hari ini adalah peringatan. Pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan.

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Surat Tak Digubris, Bupati Kepahiang Panggil BPN dan Desak Kejelasan Terkait Penataan Lahan Eks...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kesabaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam menunggu kepastian terkait penataan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT TUM seluas 116 hektare...

Nota Perlawanan Kandas di Putusan Sela, Advokat Terdakwa Investasi Bodong di Rejang Lebong Tetap...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Perlawanan kuasa hukum dua terdakwa dalam perkara dugaan investasi bodong di Kabupaten Rejang Lebong kandas di meja hijau. Dalam agenda putusan...

120 Titik KDKMP Rampung, Kodim 0409/Rejang Lebong Targetkan 45 Titik Tuntas di Akhir September

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong memasuki fase akhir. Dari total 165 titik pembangunan, sebanyak...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

MAKNA DISSENTING OPINION BAGI PENCARI KEADILAN

0
(Berkaca Dari Perkara Korupsi Mega Mall) Abdusy Syakir “Di ruangan tempat orang-orang dengan suara bulat mempertahankan KONSPIRASI keheningan, satu kata KEBENARAN terdengar seperti tembakan pistol” @Czeslaw...

Kepahiang

Surat Tak Digubris, Bupati Kepahiang Panggil BPN dan Desak Kejelasan Terkait...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Kesabaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam menunggu kepastian terkait penataan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT TUM seluas 116 hektare...

Bengkulu

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

Kodam XXI/Radin Inten Siap Kawal Percepatan Pembangunan Desa di Provinsi Bengkulu

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan di...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id