REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Sebagai bentuk dan upaya dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah kerjanya, Perum Bulog Cabang Rejang Lebong mulai mensosialisasikan penyaluran bantuan pangan di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan, Rabu 18 Maret 2026. Sosialisasi awal ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan distribusi bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di 3 wilayah, yakni Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.
Pemimpin Cabang Bulog Rejang Lebong, A. Musalim Yudha menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial semata. Bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP), pihak kecamatan, serta pemerintah desa, pihaknya menekankan pentingnya akurasi data dan mekanisme distribusi agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Dimana berdasarkan data yang dimiliki, total bantuan pangan yang akan disalurkan untuk alokasi Februari dan Maret menyasar 72.659 penerima di tiga wilayah. Rinciannya, 37.372 penerima di Kabupaten Rejang Lebong, 18.248 di Kabupaten Kepahiang, dan 17.039 penerima lainnya di wilayah sekitar.
“Setiap penerima akan mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk dua bulan. Ini bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat,” jelas Yudha.
Sebagai tanda dimulainya distribusi, bantuan diserahkan secara simbolis kepada 20 keluarga penerima manfaat. Namun di balik simbolisasi itu, tantangan sesungguhnya justru terletak pada proses penyaluran di lapangan, mulai dari validitas data hingga pengawasan distribusi.
“Bantuan pangan ini merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Untuk itu kerja sama semua pihak juga sangat penting agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran,” tuturnya.
Sementara itu Pemerintah Desa (Pemdes) Rimbo Recap menyambut baik program ini. Pemdes Rimbo Recap juga mengingatkan warganya untuk mengikuti prosedur pengambilan bantuan. Bahkan aparat desa juga diminta aktif mengawal agar tidak terjadi penumpukan massa maupun potensi ketidaktepatan sasaran.
Langkah sosialisasi ini menjadi krusial, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan ketika kebutuhan pokok cenderung meningkat. Tanpa pengawasan yang ketat, program bantuan pangan rawan menyisakan persoalan klasik, mulai dari data yang tidak sinkron hingga distribusi yang tidak merata.
Dengan dimulainya penyaluran dari Rimbo Recap ini, Bulog diharapkan tidak hanya memastikan bantuan tersalurkan, tetapi juga menjaga kepercayaan publik bahwa program ini benar-benar hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. (JP)
























