Selasa, Mei 5, 2026

Tragedi di Bentang Alam Seblat : Seekor Harimau Sumatera Mati, Ancaman Kepunahan Kian Nyata, Siapa Yang Bertanggungjawab?

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM – Tragedi ekologis kembali terjadi di wilayah konservasi Provinsi Bengkulu. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di aliran anak sungai wilayah Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, pada 30 April 2026 lalu.

Satwa langka yang merupakan salah satu predator puncak di Pulau Sumatera itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan Bentang Alam Seblat, tepatnya di area Hutan Produksi (HP) Air Teramang. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu habitat penting tersisa bagi Harimau Sumatera di Bengkulu.

- Advertisement -

Kematian harimau ini kembali menjadi alarm keras bagi kondisi konservasi satwa liar di Indonesia, khususnya di Bentang Alam Seblat yang terus mengalami tekanan akibat aktivitas manusia.

Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung periode 2020 hingga 2025, populasi Harimau Sumatera di tiga bentang alam utama Provinsi Bengkulu diperkirakan kini hanya tersisa sekitar 42 individu.

Koordinator Tiger Heart Bengkulu, Rahmat Novan Ismadi menilai, peristiwa tersebut bukan sekadar kematian satu individu harimau, melainkan dampak nyata dari kerusakan ekosistem yang terus berlangsung.

“Kematian harimau ini tidak berdiri sendiri. Ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan lingkungan yang selama ini terus terjadi. Kita tidak bisa lagi melihatnya sebagai insiden biasa,” ujar Rahmat, Senin 4 Mei 2026.

- Advertisement -

Menurutnya, tekanan terhadap habitat alami Harimau Sumatera di Bentang Alam Seblat semakin tinggi akibat perambahan hutan dan pembukaan lahan yang terus meluas. Kondisi itu menyebabkan ruang jelajah satwa semakin sempit dan memicu meningkatnya potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Bentang Alam Seblat saat ini berada dalam tekanan luar biasa. Hutan yang seharusnya menjadi rumah aman bagi satwa liar justru terus mengalami kerusakan. Ketika habitat menyusut, harimau kehilangan ruang hidup, kehilangan sumber mangsa, dan akhirnya kehilangan peluang untuk bertahan hidup,” katanya.

- Advertisement -

Rahmat juga menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap berbagai aktivitas ilegal di kawasan hutan. Ia menilai, pembiaran yang terjadi selama ini menjadi salah satu faktor utama rusaknya ekosistem di wilayah tersebut.

“Kita masih melihat aktivitas perambahan dan pembukaan lahan ilegal terus berlangsung tanpa penindakan yang tegas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ancaman terhadap keberlangsungan Harimau Sumatera akan semakin besar,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, setiap kematian Harimau Sumatera memiliki dampak serius terhadap keberlanjutan populasi satwa yang kini berada di ambang kepunahan.

“Dengan jumlah populasi yang sangat terbatas, kehilangan satu individu saja sangat berarti. Ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan spesies Harimau Sumatera,” tutup Rahmat.

Sekadar informasi, saat ini Harimau Sumatera telah berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status tersebut menunjukkan bahwa spesies ini menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar apabila tidak ada langkah perlindungan yang serius dan berkelanjutan.

Tragedi kematian harimau di Bentang Alam Seblat menjadi pengingat bahwa upaya perlindungan satwa liar tidak bisa dilakukan setengah hati. Diperlukan komitmen nyata dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, hingga masyarakat, untuk menjaga kelestarian hutan yang menjadi rumah terakhir sang raja rimba. (red)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

Advertisement

spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Sempat Diciduk Polisi, Belasan Remaja “Genk Viral” Meresahkan di Rejang Lebong Dibebaskan dan Dikembalikan...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Aksi sekelompok remaja yang diduga tergabung dalam "genk viral" yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong akhirnya mendapat perhatian serius dari...

Peringatan Hari Kebebesan Pers Sedunia : IWOI Kerinci-Sungai Penuh Ajak Insan Pers Tingkatkan Profesionalisme

0
KERINCI, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyampaikan ucapan selamat...

Momen Hardiknas, SDN 4 Rejang Lebong Gelar Festival Transisi PAUD-SD : Hadirkan Pendekatan Pembelajaran...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Melalui momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, SDN 4 Rejang Lebong menggelar Festival Transisi PAUD-SD di halaman sekolah, Sabtu...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Keluarga Korban ‘Resmareta’ Minta Pelaku Pembunuh Putrinya Segera Ditangkap dan Dihukum...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Meski masih bisa tersenyum, suasana duka mendalam masih menyelimuti keluarga 'Resmareta' yang menjadi korban pembunuhan sadis di Kabupaten Rejang Lebong. Gadis muda...

Kepahiang

Program Pelatihan Kerja Gratis Kembali Dibuka, BLK Kepahiang Perketat Seleksi Peserta,...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - UPTD Pelatihan Kerja atau Balai Latihan Kerja (BLK) Kepahiang kembali membuka program pelatihan keterampilan atau pelatihan kerja gratis bagi masyarakat di...

Bengkulu

Peringatan Hardiknas, Putri Daerah Kepahiang “Sisy Karima” Tunjukkan Dedikasi di Panggung Kampus Sebagai Baki Paskibraka

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Universitas Bengkulu (UNIB) menggelar upacara resmi yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Universitas Bengkulu....

MAKNA DISSENTING OPINION BAGI PENCARI KEADILAN

(Berkaca Dari Perkara Korupsi Mega Mall) Abdusy Syakir “Di ruangan tempat orang-orang dengan suara bulat mempertahankan KONSPIRASI keheningan, satu kata KEBENARAN terdengar seperti tembakan pistol” @Czeslaw...

JMSI Bengkulu Desak BWSS VII Cabut Unggahan Cap Hoaks ke Media dan Minta Maaf

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu menyayangkan atas pelabelan “Disinformasi” alias hoaks terhadap pemberitaan media yang diunggah melalui akun Instagram resmi...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id