REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Sepanjang tahun 2025 kemarin, belasan pangkalan gas elpiji di wilayah Kabupaten Rejang Lebong mendapat sanksi akibat pelanggaran yang dilakukannya. Bahkan 1 hingga 2 pangkalan diantaranya, ada yang izin operasinya dicabut lantaran melakukan pelanggaran berat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Rejang Lebong Anes Rahman, M.Sos menyampaikan, ada beberapa jenis pelanggaran yang dilakukan oleh belasan pangkalan tersebut. Mulai dari menjual gas diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), indikasi penimbunan, hingga melakukan pelanggaran berat lainnya.
Sementara dengan adanya pelanggaran ya g dilakukan itu, pihak Disperindagkop UKM dan pihak agen memberi peringatan berupa SP 1 berupa pengurangan stok gas elpiji selama 2 Minggu. Namun jika masih melanggar, pangkalan yang bersangkutan akan diberikan SP 2 berupa pengurangan stok gas elpiji selama 1-2 bulan. Lebih lanjut jika masih melanggar, maka pihak pangkalan akan diberikan SP 3 berupa pengurangan stok gas elpiji permanen, atau izin kerjasamanya dicabut.
“Kita sudah melakukan sidak gabungan beberapa kali selama tahun 2025 kemarin, khususnya menjelang momen-momen hari besar. Hasilnya ada belasan pangkalan yang kita beri sanksi berupa SP1, SP2, maupun SP3 kepada pihak pangkalan yang melanggar aturan, dalam kutip pangkalan nakal,” ujar Anes.
Dia menegaskan, pihaknya bersama pihak agen akan melakukan pemantauan berkala terkait penyaluran gas elpiji di pangkalan gas yang ada di wilayah Rejang Lebong. Bahkan pihaknya juga membuka layanan laporan bagi masyarakat, jika mengetahui ada pangkalan gas yang nakal dan melanggar aturan.
“Selama ini sudah banyak laporan dan keluhan dari masyarakat yang masuk ke kita. Banyak yang melaporkan permainan pangkalan terkait dengan penjualan gas elpiji. Namun saat kita sidak, kita tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilaporkan tersebut. Untuk itu kita berharap, agar masyarakat Rejang Lebong dapat terus memantau jika ada pelanggaran di tingkat pangkalan,” tegas Anes.
Dia juga menambahkan, jika melihat dari kelangkaan gas elpiji yang kerap terjadi menjelang hari besar. Menurutnya karena memang ada permainan di tingkat pangkalan yang menyebabkan hal tersebut. Akan tetapi kata dia, sejauh ini pihaknya belum memiliki bukti dan fakta untuk memberikan peringatan lebih lanjut kepada pihak pangkalan yang bersangkutan.
“Mari sama-sama kita awasi, jika ada pangkalan gas elpiji yang nakal langsung lapor ke kami,” tutupnya. (JP)













































