REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong terus berlanjut. Memasuki bulan September 2026, ada lima titik jembatan lagi yang mulai dikerjakan untuk membuka akses masyarakat di wilayah 3 kabupaten, yakni Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong.
Lima jembatan tersebut menjadi bagian dari program Jembatan Perintis Garuda di bawah jajaran Korem 041/Gamas Kodam XXI/Radin Inten pada tahap VII ini.
Berdasarkan laporan pembangunan per 10 September 2026, pekerjaan di lima lokasi tersebut diawali dengan pembangunan jembatan beton dan pembersihan lokasi.
Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, mengatakan, pembangunan jembatan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung antardesa, akses pertanian, hingga jalur yang digunakan anak-anak sekolah.
Di Kabupaten Kepahiang, terdapat dua titik pembangunan. Pertama, jembatan di Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi, yang melintasi Sungai Bakmoy dengan panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter. Jembatan ini diproyeksikan menjadi akses umum sekaligus jalur perlintasan petani dan anak sekolah. Pembangunan di lokasi tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 800 kepala keluarga atau 2.000 jiwa.
Titik kedua berada di Desa Taba Mulan, Kecamatan Merigi, yang juga melintasi Sungai Bakmoy dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Jembatan tersebut berfungsi menghubungkan Desa Taba Mulan dengan Desa Suka Bening.
“Meski cakupan penerima manfaatnya lebih kecil, jembatan ini tetap menjadi akses penting bagi sekitar 50 kepala keluarga atau 109 jiwa,” jelas Dandim.
Sementara itu lanjutnya, di Kabupaten Rejang Lebong, pembangunan dilakukan di Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur. Jembatan yang melintasi Sungai Air Meles itu memiliki panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter.
Jembatan tersebut dirancang sebagai penghubung Dusun V dan Dusun VI sekaligus menjadi akses bagi para petani. Jumlah penerima manfaatnya tercatat cukup besar, mencapai 776 kepala keluarga atau sekitar 2.900 jiwa.
Pembangunan jembatan juga dikerjakan di Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Terdapat pembangunan jembatan yang melintasi Air Ketahun dengan panjang sekitar 9 meter dan lebar 3 meter. Jembatan ini berfungsi menghubungkan Desa Tabarena dengan Desa Sukarame.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas masyarakat sekitar, dengan penerima manfaat mencapai 230 kepala keluarga atau 456 jiwa.
Titik kelima berada di Desa Embong Uram, Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong. Jembatan di lokasi ini melintasi Sungai Tie Peing dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Desa Embong Uram dengan Desa Magelang Baru. Berdasarkan laporan, manfaatnya akan dirasakan sekitar 878 kepala keluarga atau 1.000 jiwa.
“Jika seluruh data lima titik tersebut dijumlahkan, pembangunan ini berpotensi memperlancar akses bagi sedikitnya 2.734 kepala keluarga atau 6.465 jiwa di tiga kabupaten,” sampai Dandim.
Lebih lanjut dia menambahkan, dalam pelaksanaannya, setiap titik melibatkan unsur TNI, tenaga teknis, dan masyarakat. Komposisinya terdiri atas 6 personel TNI, 2 tenaga teknisi, serta 12 masyarakat di masing-masing lokasi.
Artinya, sedikitnya 100 orang terlibat langsung dalam pekerjaan di lima titik tersebut.
Dandim mengatakan, pembangunan jembatan tidak sekadar menyangkut pembangunan fisik. Kehadiran akses penghubung yang layak diharapkan mampu memangkas hambatan mobilitas masyarakat, khususnya petani yang selama ini membutuhkan akses menuju lahan dan jalur distribusi hasil pertanian.
Selain itu, akses jembatan juga memiliki arti penting bagi aktivitas pendidikan dan hubungan antar kawasan.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi salah satu bentuk pembangunan infrastruktur yang menyasar wilayah yang membutuhkan akses penghubung. Dengan dimulainya pengerjaan lima titik baru tersebut, Kodim 0409/Rejang Lebong kembali memperluas jangkauan pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan jembatan secara fisik, tetapi juga membuka akses dan memperlancar aktivitas masyarakat, terutama petani, anak sekolah, serta hubungan antarwilayah,” tutup Dandim.
Pengerjaan lima jembatan tersebut kini memasuki tahap awal, ditandai dengan pembersihan lokasi dan pembangunan jembatan beton. Pemerintah dan masyarakat setempat diharapkan dapat terus mendukung proses pembangunan hingga jembatan benar-benar dapat dimanfaatkan.
Bagi masyarakat di daerah yang selama ini terkendala akses, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur. Jembatan menjadi penghubung yang menentukan seberapa mudah warga menuju sekolah, lahan pertanian, pusat permukiman maupun wilayah lain di sekitarnya. (NAC)

























