REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Sejumlah pengunjung objek wisata Air Terjun Tri Sakti yang berada di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, mengeluhkan ketidaksesuaian informasi tiket masuk serta pelayanan yang dinilai kurang maksimal dari pihak pengelola.
Keluhan tersebut mencuat setelah wisatawan mendapati adanya pungutan tambahan saat tengah berkunjung ke pemandian air panas yang berada dalam kawasan wisata tersebut. Padahal, pada tiket masuk yang dibeli seharga Rp20.000 tercantum akses ke Air Terjun Tri Sakti dan pemandian air panas.
Salah seorang pengunjung mengaku kecewa karena harus kembali mengeluarkan biaya sebesar Rp5.000 per orang saat memasuki area pemandian air panas.
“Kami sudah tiga kali berkunjung ke sini, tetapi baru kali ini diminta biaya tambahan untuk masuk ke pemandian air panas. Padahal di tiket sudah tertulis akses ke air terjun dan pemandian air panas,” ujarnya.
Menurut keterangan yang diterima pengunjung dari pengelola pemandian air panas, sejak April 2026 pihaknya tidak lagi bekerja sama dengan pengelola Air Terjun Tri Sakti. Akibatnya, pengelolaan kedua destinasi tersebut kini dilakukan secara terpisah sehingga masing-masing menerapkan tarif sendiri.
“Pihak pengelola menyampaikan kepada kami, bahwa terhitung sejak April kemarin pihaknya tidak lagi bekerja sama dengan pihak pengelola air terjun, jadi sekarang sudah masing-masing,” jelasnya.
Selain persoalan tiket, pengunjung juga mengeluhkan minimnya bantuan dari pihak pengelola ketika terjadi kendala di lokasi wisata. Mereka juga mengaku mengalami ban sepeda motor pecah saat masih berada di area objek wisata, namun tidak mendapatkan bantuan ataupun pendampingan.
Menurut pengunjung, meski kerusakan kendaraan bukan sepenuhnya tanggung jawab pengelola, setidaknya pengunjung berharap ada bantuan atau solusi yang dapat diberikan karena kejadian tersebut terjadi di dalam kawasan wisata.
“Motor kami pecah ban saat masih berada di lokasi wisata. Seharusnya ada bantuan atau setidaknya arahan dari pihak pengelola karena kami masih berada di area wisata,” keluhnya.
Keluhan lainnya datang dari pengunjung yang menjelajahi Air Terjun Tri Sakti dan Air Terjun Puspa Dewi pada sore hari. Mereka mengaku tidak menemukan satu pun petugas maupun pengelola saat kembali ke area parkir, sementara kendaraan wisatawan masih ditinggalkan di lokasi.
“Kami datang sekitar pukul 3 sore dan langsung turun ke Air Terjun Puspa Dewi serta Air Terjun Tri Sakti. Saat kembali naik sekitar pukul lima lewat, tidak ada lagi petugas di atas. Hanya motor kami yang masih ada di parkiran,” ungkap pengunjung.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui via WA, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Belitar Seberang Hendri Hendika menyatakan bahwa pihaknya saat ini tidak lagi terlibat langsung dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Tri Sakti.
“Untuk saat ini kami tidak terjun langsung mengelola wisata Air Terjun Tri Sakti. Jadi silakan ditanyakan langsung kepada pihak pengelola yang sekarang,” jelasnya.
Disisi lain, menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Rejang Lebong Riki Irawan menyampaikan, bahwa pihaknya tengah menindaklanjuti informasi yang beredar tersebut. Dia menegaskan, akan mengunjungi lokasi wisata untuk memastikan kebenarannya.
“Informasi terkait keluhan pengunjung di Air Terjun Tri Sakti sudah kami terima. Untuk itu saya sudah meminta Bidang Destinasi agar turun langsung ke lokasi agar memastikan kebenarannya. Kami juga meminta, agar Pokdarwis dan Pemdes setempat dapat mengutamakan kenyamanan pengunjung,” singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Air Terjun Tri Sakti terkait keluhan yang disampaikan para pengunjung.
Keluhan tersebut diharapkan menjadi perhatian pihak terkait agar pengelolaan wisata dapat dilakukan lebih transparan, terutama mengenai informasi tarif dan fasilitas yang diperoleh pengunjung. Selain itu, kehadiran petugas di lokasi juga dinilai penting guna menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi alam unggulan di Kabupaten Rejang Lebong tersebut. (JP)


























