Sementara itu, Muryati, penjual ayam lainnya menyampaikan, kenaikan harga berdampak langsung pada turunnya daya beli masyarakat. Bahkan langganan pun menurunkan daya belinya hingga 50 persen.
“Tentu pembeli menurun drastis. Kadang sampai sore baru laku sedikit. Kalau biasanya ambil 1 kilogram, sekarang mereka cuma beli setengahnya saja,” ungkap Muryati.
Dengan kondisi yang terjadi saat ini tambah Maryati, para pedagang berharap ada langkah dari pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di Rejang Lebong. Terutama untuk harga cabai dan daging ayam yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
“Kami harap ada solusi dari pemerintah setempat,” harapnya. (JP)























