Senin, Juli 13, 2026

Dua Desa Penyangga Eks PT TUM Dukung Pemkab Kepahiang Ambil Alih Lahan 116 Hektare, Ini Sebabnya!

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang yang akan mengambil alih lahan eks PT Trisula Ulung Megasurya (TUM) seluas 116 hektare yang masa izinnya telah berakhir terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari dua desa penyangga perusahaan, yakni Desa Air Sempiang dan Desa Babakan Bogor, Kecamatan Kabawetan. Kedua pemerintah desa (Pemdes) menilai, selama lebih dari tiga dekade perusahaan beroperasi, masyarakat sekitar nyaris tidak pernah merasakan manfaat berupa program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun kontribusi nyata terhadap pembangunan desa.

Kepala Desa Air Sempiang, Migianto, mengatakan, keberadaan PT TUM memang memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian warga. Namun jumlah tenaga kerja yang diserap dinilai tidak terlalu besar, yakni sekitar 50 orang yang terdiri dari pekerja tetap maupun harian lepas. Di luar itu menurutnya, tidak ada manfaat lain yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam bentuk program CSR ataupun bantuan pembangunan desa.

- Advertisement -

“Memang ada warga kami yang bekerja di PT TUM, baik pekerja tetap maupun harian. Jumlahnya paling banyak sekitar 50 orang. Tetapi untuk CSR ataupun bantuan pembangunan desa, sejauh yang kami ketahui tidak pernah ada,” ujar Migianto.

Dia mengungkapkan, pemerintah desa beberapa kali telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan kepada pihak perusahaan. Namun hingga kini, usulan tersebut tidak pernah mendapat realisasi.

“Saya pernah meminta bantuan pembangunan maupun CSR. Jawabannya selalu mengambang dan sampai sekarang tidak pernah direalisasikan,” kata dia.

Migianto menjelaskan, bantuan yang rutin diberikan perusahaan hanya sebatas dukungan untuk kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI setiap Agustus dengan nilai maksimal sekitar Rp1 juta. Itupun harus diawali dengan pengajuan proposal dari pemerintah desa.

- Advertisement -

“Kalau bantuan paling setiap tahun untuk kegiatan 17 Agustus maupun sedekah bumi, itu sekitar Rp1 juta dan harus mengajukan proposal terlebih dahulu,” tambah dia.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Desa Air Sempiang menyatakan mendukung penuh langkah Pemkab Kepahiang apabila benar-benar mengambil alih lahan eks PT TUM yang izin pengelolaannya telah berakhir. Apalagi, pemerintah daerah dikabarkan berencana mengembangkan kawasan tersebut menjadi agrowisata, kawasan pertanian hingga lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).

- Advertisement -

“Kami sangat mendukung apabila lahan itu diambil alih pemerintah daerah. Harapan kami, kalau nanti benar dibangun agrowisata, pertanian ataupun program lainnya, masyarakat desa sekitar tetap harus diprioritaskan untuk diberdayakan,” tegasnya.

Disisi lain, Migianto juga menyoroti pernyataan pihak perusahaan mengenai besaran upah pekerja. Menurutnya, informasi yang sebelumnya disampaikan Kepala Personalia PT TUM bahwa gaji pekerja berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari tidak sesuai dengan kondisi yang diketahuinya di lapangan.

“Kalau yang kami ketahui, upah pekerja maksimal sekitar Rp80 ribu per hari. Karena kalau 100-150 ribu perhari, tentu banyak warga kami yang ingin melamar,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Babakan Bogor, Giran. Dia mengatakan, selama PT TUM beroperasi di wilayah tersebut, desanya juga belum pernah menerima program CSR maupun bantuan pembangunan fisik dari perusahaan. Padahal, pemerintah desa sudah beberapa kali mengajukan proposal bantuan kepada pihak manajemen.

“Sejak PT TUM berdiri, alhamdulillah kami belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan, meskipun sudah beberapa kali menyerahkan proposal,” ujarnya.

Giran mengakui, perusahaan memang menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Namun menurutnya, kontribusi tersebut belum cukup untuk menjawab harapan masyarakat yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan kawasan perkebunan tersebut.

Karena itu, Pemerintah Desa Babakan Bogor juga menyatakan mendukung penuh langkah Pemkab Kepahiang untuk mengambil alih lahan eks PT TUM seluas 116 hektare. Menurut dia, apabila kawasan tersebut nantinya benar-benar dikembangkan menjadi agrowisata, kawasan pertanian maupun program pembangunan lainnya, masyarakat lokal harus menjadi pihak yang paling diutamakan untuk memperoleh manfaat ekonomi.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah daerah. Yang kami harapkan, ketika nanti kawasan itu dikelola pemerintah, masyarakat desa sekitar jangan hanya menjadi penonton. Warga harus dilibatkan dan diberdayakan sehingga benar-benar merasakan manfaat dari pengelolaan lahan tersebut,” pungkasnya.

Hingga berita ini dilansir, belum ada tanggapan dari lainnya, yakni Desa Barat Wetan yang juga menjadi salah satu desa penyokong utama di wilayah PT TUM.

Perlu diketahui, di wilayah Kabawetan sendiri terdapat dua izin HGU milik PT TUM. Pertama, HGU PT TUM 001 seluas 116 hektare yang telah berakhir sejak tahun 2021 yang kini menjadi polemik. Kedua, HGU PT TUM 002 seluas 144 hektare yang izin HGU nya masih berlaku hingga tahun 2036 dan juga digunakan untuk produksi teh oolong. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Jembatan Gantung Perintis Garuda Kodim 0409/Rejang Lebong di Lubuk Bingin Baru Rampung, Akses Pertanian...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Penantian panjang masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya berbuah manis. Jembatan Gantung Perintis Garuda...

Hanya Bermodalkan Izin Perkebunan, PT TUM Kabawetan Kepahiang Diduga Operasikan Pabrik dan Produksi Teh...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Setelah permasalahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas sekitar 116 hektare yang telah mati sejak 21 Mei 2021 lalu. Legalitas operasional PT...

Gerakan Radin Inten Asri Dimulai, Pangdam XXI/Radin Inten Pimpin Aksi Bersih-bersih Danau Talang Kering...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan Gerakan Radin Inten Asri yang digelar di kawasan objek wisata Danau Talang Kering, Kabupaten Rejang Lebong,...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Rejang Lebong Divonis Hukuman...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Gunawan (44), terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak di Kelurahan Kesambe Baru Kecamatan Curup Timur Rejang Lebong divonis hukuman mati. Ini berdasarkan...

Kepahiang

Hanya Bermodalkan Izin Perkebunan, PT TUM Kabawetan Kepahiang Diduga Operasikan Pabrik...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Setelah permasalahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas sekitar 116 hektare yang telah mati sejak 21 Mei 2021 lalu. Legalitas operasional PT...

Bengkulu

Juara Umum Adyaksa Championship 2026, Tim Karate Binaan Kodim 0409/Rejang Lebong “Lemkari Jaya” Pertahankan Tradisi Juara

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim Karate Lemkari Jaya. Tim binaan Kodim 0409/Rejang Lebong tersebut sukses mempertahankan dominasinya dengan meraih gelar Juara...

Kodim 0409/Rejang Lebong Dukung Penuh Program Cetak Sawah di Wilayah Bengkulu, Dandim: Akan Kita Maksimalkan

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat di wilayah Provinsi Bengkulu, khusunya...

Mahasiswi UNIB Apresiasi Respons Cepat Kodim 0409/Rejang Lebong Tangani Jalan Amblas di Talang Rimbo Baru

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Respons cepat jajaran Kodim 0409/Rejang Lebong dalam menangani jalan amblas di Kelurahan Talang Rimbo Baru, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong,...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id