KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang yang akan mengambil alih lahan eks PT Trisula Ulung Megasurya (TUM) seluas 116 hektare yang masa izinnya telah berakhir terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari dua desa penyangga perusahaan, yakni Desa Air Sempiang dan Desa Babakan Bogor, Kecamatan Kabawetan. Kedua pemerintah desa (Pemdes) menilai, selama lebih dari tiga dekade perusahaan beroperasi, masyarakat sekitar nyaris tidak pernah merasakan manfaat berupa program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun kontribusi nyata terhadap pembangunan desa.
Kepala Desa Air Sempiang, Migianto, mengatakan, keberadaan PT TUM memang memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian warga. Namun jumlah tenaga kerja yang diserap dinilai tidak terlalu besar, yakni sekitar 50 orang yang terdiri dari pekerja tetap maupun harian lepas. Di luar itu menurutnya, tidak ada manfaat lain yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam bentuk program CSR ataupun bantuan pembangunan desa.
“Memang ada warga kami yang bekerja di PT TUM, baik pekerja tetap maupun harian. Jumlahnya paling banyak sekitar 50 orang. Tetapi untuk CSR ataupun bantuan pembangunan desa, sejauh yang kami ketahui tidak pernah ada,” ujar Migianto.
Dia mengungkapkan, pemerintah desa beberapa kali telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan kepada pihak perusahaan. Namun hingga kini, usulan tersebut tidak pernah mendapat realisasi.
“Saya pernah meminta bantuan pembangunan maupun CSR. Jawabannya selalu mengambang dan sampai sekarang tidak pernah direalisasikan,” kata dia.























